Pimpin InJourney, Maya Watono Jadi Dirut BUMN Wanita Termuda

Maya diharapkan mampu membuat InJourney semakin mandiri secara keuangan.

22 Nov 2024 19:37 WIB · Ekonomi

Oleh Dimas Waraditya Nugraha

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengangkat Maya Watono sebagai Direktur Utama Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham perseroan yang berlangsung Kamis (21/11/2024) sore.

Berdasarkan keterangan resmi yang diterima Kompas, Jumat (22/11/2024), Pgs Corporate Secretary Group Head InJourney, Yudhistira Setiawan, mengatakan, Maya mengetahui seluk-beluk perusahaan karena ia telah menjabat Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata InJourney sejak 14 Januari 2022.

Selanjutnya, pada 21 Oktober 2024, Maya ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama InJourney setelah direktur utama saat itu, Dony Oskaria, diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri BUMN periode 2024-2029.

”Selama menjadi Direktur Pemasaran dan Program Pariwisata serta Plt Direktur Utama, Ibu Maya Watono telah menunjukkan dedikasinya yang kuat dan berhasil mengawal InJourney dalam melaksanakan transformasi,” ujar Yudhistira dalam keterangan tertulis.

Maya Watono ditunjuk sebagai Direktur Utama InJourney melalui Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara selaku pemegang saham Nomor SK-282/MBU/11/2024. Penunjukan Maya sebagai Direktur Utama InJourney mencatatkan namanya sebagai wanita termuda yang menjadi orang nomor satu di perusahaan BUMN.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, Maya Watono lahir di Jakarta pada 12 Mei 1982. Ia mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari University of Western Australia pada 2004.

Ia pernah menjabat sebagai General Manager Dwi Sapta Group (2007-2014) dan CEO Dwi Sapta Group (2015-2018). Maya Watono juga pernah menjadi perempuan pertama dan termuda yang menduduki posisi Country CEO Dentsu Indonesia (2019-2022).

Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Maya Watono antara lain terpilih menjadi Woman Leading Change Asia yang diselenggarakan oleh Campaign Asia di tahun 2019, masuk sebagai 40 Under 40 Fortune Indonesia di tahun 2022, serta serta terpilih sebagai Asia-Pacific's 50 Most Influential and Purposeful Marketers #AuthenticLeader di tahun 2024.

Wisatawan berkunjung dan melihat kemegahan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11/2022). Jumlah wisatawan di Candi Borobudur dibatasi hanya 1.200 setiap harinya. Hal ini sebagai upaya pelestarian bangunan candi dengan pembatasan pengunjung. KOMPAS/HERU SRI KUMORO 12-11-2022

Butuh transformasi

Saat dihubungi Kompas, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia Azril Azhari berharap orang nomor satu di InJourney saat ini idalah orang yang benar-benar memahami sektor pariwisata serta mampu membuat holding pariwisata tersebut semakin mandiri secara keuangan.

Diberitakan sebelumnya, tahun lalu PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), bagian dari holding InJourney, mencatatkan liabilitas mencapai Rp 4,6 triliun akibat pengembangan Kawasan Mandalika. Besaran liabilitas tersebut terdiri dari utang jangka pendek Rp 1,2 triliun dan utang jangka panjang Rp 3,4 triliun.

Di tahun yang sama, InJourney bakal beroleh Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,19 triliun untuk membayar utang jangka pendek. Komisi VI DPR menyetujui pemberian PMN kepada induk dari Tourism Development Corporation (ITDC). Adapun tahun ini, InJourney mendapat suntikan tambahan PMN sebesar Rp 1,01 triliun.

”Utang sebesar Rp 4 triliun sampai harus negara yang menanggung menandakan adanya persoalan di tubuh perusahaan. InJourney membutuhkan transformasi signifikan agar tidak terus merugi dalam mengelola berbagai bidang pariwisata nasional,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dimas Waraditya Nugraha
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta