Harvard Tak Sadar Simpan Salinan Magna Carta Langka Bernilai Jutaan Dollar AS

Puluhan tahun Universitas Harvard tidak tahu jika menyimpan salinan dokumen Magna Carta tahun 1300. Tahun 1946 dibeli dari pedagang buku seharga 27,50 dollar AS.

16 Mei 2025 07:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Selama puluhan tahun, Universitas Harvard di Amerika Serikat mengira menyimpan salinan dokumen Magna Carta yang murah. Dokumen yang bernoda dan pudar itu dulu dibeli dengan harga 27,50 dollar AS. Namun, ternyata salinan dokumen itu merupakan versi langka dari tahun 1300 yang dikeluarkan oleh Raja Inggris Edward I dan nilainya mencapai jutaan dollar AS.

Magna Carta asli menetapkan prinsip bahwa raja tunduk pada hukum pada tahun 1215 dan telah menjadi dasar konstitusi di seluruh dunia. Ada empat salinan dari dokumen asli Magna Carta tahun 1215 dan hanya ada enam salinan dari versi salinan tahun 1300.

This photo provided by R.B. Toth Associates shows researchers using imaging technology on a copy of the Magna Carta from 1300 to reveal details that are not visible to the human eye on March 19, 2024, at the Weissman Preservation Center at Harvard University in Cambridge, Mass. (R.B. Toth Associates via AP)

Kantor berita AP, Kamis (15/5/2025), menyebutkan Guru Besar Sejarah Abad Pertengahan di King’s College London, David Carpenter, menemukan dokumen digitalnya saat sedang menelusuri situs web Perpustakaan Sekolah Hukum Harvard pada Desember 2023.

Bersama dengan Guru Besar Sejarah Abad Pertengahan di Universitas East Anglia, Inggris, Nicholas Vincent, Carpenter mengonfirmasi keaslian salinan dokumen itu. Mereka membandingkannya dengan enam salinan lain dari tahun 1300. Dimensinya cocok. Ia dan Vincent kemudian beralih ke gambar yang dibuat pustakawan Harvard menggunakan sinar ultraviolet dan pencitraan spektral.

Teknologi ini membantu para akademisi melihat detail pada dokumen yang memudar dan tidak terlihat oleh mata manusia. Cara ini memungkinkan mereka membandingkan teks kata demi kata, serta tulisan tangan ”Edwardus”.

Setelah dokumen asli tahun 1215 yang dicetak oleh Raja John, lima edisi lainnya ditulis dalam 10 tahun berikutnya hingga tahun 1300. Itu salinan terakhir yang disahkan oleh stempel raja. Versi Magna Carta tahun 1300 berbeda dari versi sebelumnya dan ada perubahan di setiap versi.

Menurut perkiraan Carpenter, salinan dokumen langka itu kini bernilai jutaan dollar AS. Versi Magna Carta tahun 1297 terjual dalam lelang pada tahun 2007 seharga 21,3 juta dollar AS. Perpustakaan Sekolah Hukum Harvard membeli salinan dokumen itu pada 1946 dari seorang pedagang buku London seharga 27,50 dollar AS.

This photo provided by Harvard Law School shows a rare copy of the Magna Carta from 1300 sits in a display case on April 15, 2025, at Harvard Law School in Cambridge, Mass. (Lorin Granger/Harvard Law School via AP)

Pada waktu itu, dokumen tersebut salah diberi tanggal pembuatannya, yakni pada 1327. Vincent menjelaskan salinan dokumen itu dikirim ke rumah lelang Inggris pada 1945 oleh Forster Maynard, seorang pilot Perang Dunia I yang juga ikut membela Malta dalam Perang Dunia II.

Maynard mewarisi salinan itu dari Thomas dan John Clarkson yang memimpin perlawanan perdagangan budak. Thomas Clarkson berteman dengan William Lowther, tuan tanah turun-temurun di Appleby, dan kemungkinan besar ia memberikannya kepada Clarkson.

”Meski begitu, belum ada bukti yang jelas bahwa ini adalah Magna Carta Appleby. Saya masih mencari surat atau dokumentasi lain yang menunjukkan bahwa Magna Carta diberikan kepada Thomas Clarkson,” kata Vincent. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan