AS kian mengekang produksi cip canggih di China dengan membatasi ekspor semikonduktor canggih ke 140 perusahaan. China janji akan segera membalas.
03 Des 2024 17:15 WIB · Internasional
BEIJING, SELASA — Departemen Perdagangan Amerika Serikat kian mengekang produksi cip canggih di China. Langkah itu, antara lain, diawali dengan mengumumkan pembatasan ekspor semikonduktor canggih ke China pada 140 perusahaan, termasuk pembuat peralatan cip Naura Technology Group, China Piotech, ACM Research, dan SiCarrier Technology. Ini sudah ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir AS menyasar jalur distribusi cip memori canggih dan peralatan pembuatan cip ke China.
Kementerian Perdagangan China, Selasa (3/12/2024), mengecam pembatasan ekspor baru AS itu. Beijing menilai langkah tersebut diarahkan untuk melumpuhkan kemampuan China memproduksi semikonduktor yang canggih. China menilai AS ”lain di mulut lain di perbuatan” dan akan segera membalas tindakan AS.
AS dinilai telah merusak tatanan perdagangan internasional dan mengganggu rantai pasokan global. AS telah menyalahgunakan kebijakan pengendalian ekspor. ”Kami akan melindungi hak dan kepentingan nasional kami. Pembatasan AS itu contoh nyata dari paksaan ekonomi dan praktik nonpasar,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/10/20/c2632298-e9c8-415f-a0fb-ad2fa2d53424.jpg)
Perusahaan China yang menghadapi pembatasan baru itu juga termasuk dua lusin perusahaan semikonduktor, dua perusahaan investasi, dan lebih dari 100 pembuat alat pembuat cip. Perusahaan tersebut termasuk Swaysure Technology Co, Si'En Qingdao, dan Shenzhen Pensun Technology Co, yang bekerja sama dengan Huawei Technologies China.
Dari perspektif AS, pelarangan itu merupakan upaya negara tersebut melindungi aset teknologi mereka. ”Amerika Serikat telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk melindungi teknologi kami agar tidak digunakan oleh musuh-musuh kami dengan cara yang mengancam keamanan nasional kami,” kata Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Senin (2/12/2024).
AS berpandangan pengekangan ekspor cip canggih ke China ini penting karena mereka khawatir cip itu dapat digunakan dalam sistem persenjataan canggih dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
AS berharap pembatasan baru ini bisa memperlambat pengembangan AI canggih China yang dapat mengubah masa depan peperangan dan merusak pengembangan ekosistem semikonduktor China.
Wakil Menteri Perdagangan untuk Industri dan Keamanan AS Alan Estevaz mengatakan, AS akan bekerja sama dengan sekutu dan mitra untuk proaktif menjaga teknologi dan pengetahuan terdepan di dunia sehingga tidak disalahgunakan untuk merusak keamanan nasional AS.
Pembatasan baru AS tersebut mencakup pembatasan pengiriman cip memori bandwidth tinggi ke China. Ini penting untuk aplikasi kelas atas seperti pelatihan teknologi AI.
Selain itu, pembatasan tersebut juga mencakup 24 alat pembuatan cip tambahan dan tiga alat perangkat lunak serta pembatasan ekspor baru pada peralatan pembuat cip yang dibuat di negara-negara lain, seperti Singapura, Malaysia, Israel, Korea Selatan, dan Taiwan. Peraturan baru AS ini kemungkinan juga akan merugikan Lam Research, KLA dan Applied Materials, serta perusahaan non-AS, seperti pembuat peralatan Belanda ASM International.
Namun, AS mengatakan untuk sementara Jepang dan Belanda dikecualikan. Tidak ada penjelasan tentang hal ini. Hanya saja, pembatasan baru dari AS itu dirilis setelah AS berdiskusi panjang dengan Jepang dan Belanda. Ketiga negara itu untuk saat ini mendominasi produksi peralatan pembuatan cip canggih.
Dalam beberapa tahun terakhir, China telah meningkatkan upayanya untuk menjadi mandiri di sektor semikonduktor. Ini karena AS dan negara-negara lain telah membatasi ekspor cip canggih dan peralatan untuk membuat cip.
Namun, China masih tertinggal jauh dari para pemimpin industri cip, seperti Nvidia dalam cip AI dan pembuat peralatan cip ASML di Belanda.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/12/aa024f5a-3c0f-4bff-8cb6-e9b4b6814fb7_jpg.jpg)
AS juga kemungkinan akan memberlakukan pembatasan tambahan pada Semiconductor Manufacturing International Co., produsen cip kontrak terbesar di China, yang dimasukkan ke dalam daftar entitas pada 2020, tetapi dengan kebijakan yang memungkinkan pemberian lisensi senilai miliaran dolar untuk mengirimkan barang ke sana.
Untuk pertama kalinya, AS akan menambahkan tiga perusahaan yang melakukan investasi dalam cip ke dalam daftar entitas. Perusahaan ekuitas swasta China Wise Road Capital, perusahaan teknologi Wingtech Technology Co, dan JAC Capital ditambahkan.
AS mengatakan itu karena mereka membantu China mengakuisisi entitas dengan kemampuan manufaktur semikonduktor sensitif yang penting bagi pangkalan industri pertahanan AS dan sekutunya dengan tujuan merelokasi entitas ini ke China. Perusahaan yang mencari lisensi untuk mengirim ke perusahaan-perusahaan di daftar entitas umumnya ditolak.
Aturan lain dalam paket tersebut membatasi memori yang digunakan dalam cip AI yang sesuai dengan apa yang dikenal sebagai ”HBM 2” dan yang lebih tinggi, teknologi yang dibuat oleh Samsung dan SK Hynix dari Korea Selatan dan Micron yang berbasis di AS. Kemungkinan hanya Samsung Electronics yang akan terpengaruh. Samsung disebutkan menghasilkan sekitar 20 persen dari penjualan cip HBM-nya dari China.
Peneliti di Center for Strategic and International Studies, Thibault Denamiel, sudah menduga AS akan mengeluarkan peraturan baru itu. Pembatasan baru tersebut melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan presiden terpilih AS Donald Trump semasa pemerintahan pertamanya. Pada waktu itu, Trump tak mau China menjadi negara ekonomi teknologi terbaik di dunia.
Namun, menurut Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo, pemerintahan Presiden AS Joe Biden juga sangat keras dalam menangani modernisasi militer China dan itu dilakukan secara strategis melalui pembatasan ekspor.
China berjanji akan membalas tindakan AS. Namun, kira-kira akan seperti apa bentuk pembalasannya? China kemungkinan akan memblokir pembelian pembuat cip memori dari perusahaan Micron di AS setelah tak lulus tinjauan keamanan. Atau bisa juga raksasa teknologi AS, Intel, yang jadi target.
Asosiasi Keamanan Siber China telah menuding produk-produk Intel yang dijual di China tidak aman. Intel merupakan salah satu penyedia cip terbesar yang digunakan dalam perangkat elektronik, termasuk komputer pribadi dan server tradisional di pusat data di China. Intel menerima lebih dari seperempat dari total pendapatannya dari China pada tahun lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/07/764bf46f-b26f-4594-aa41-b52e7ecb8285_jpg.jpg)
Bentuk pembalasan yang lain bisa juga dari garmen. China, September lalu, mengumumkan akan menyelidiki perusahaan AS, PVH Corp, yang memiliki jenama mode Tommy Hilfiger dan Calvin Klein karena ”memboikot secara tidak adil” kapas Xinjiang dan produk lainnya berdasarkan kerangka daftar entitas yang tidak dapat diandalkan (UEL). China mengancam akan melarang perusahaan AS mengimpor, mengekspor, dan berinvestasi di China.
Selain itu, kemungkinan China juga dapat mengendalikan ekspor bahan-bahan mineral penting. China mendominasi penambangan serta pemrosesannya dan sejak tahun lalu telah memberlakukan aturan untuk mengatur ekspornya.
Pada Agustus lalu, China memberlakukan pembatasan ekspor antimon, logam strategis yang digunakan dalam aplikasi militer seperti amunisi dan rudal inframerah serta baterai dan peralatan fotovoltaik.
China mengeluarkan pembatasan baru pada beberapa produk grafit yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik pada Oktober 2023. Ini dilakukan beberapa hari setelah AS melarang anak perusahaan China di luar negeri untuk membeli semikonduktor yang dibatasi.
Pada Juli 2023, China mengumumkan pembatasan ekspor delapan produk galium dan enam germanium, logam yang banyak digunakan dalam pembuatan cip. Alasannya, demi kepentingan keamanan nasional.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/01/07/e103b3b1-2ca5-41b8-bfac-1700b3865da9_jpg.jpg)
China juga baru-baru ini memperluas pengawasannya terhadap barang-barang penggunaan ganda atau produk yang bisa digunakan untuk kepentingan sipil ataupun militer. Caranya, dengan mengeluarkan pembatasan ekspor baru yang berlaku 1 Desember 2024.
Di dalam daftar produk itu terdapat berbagai teknologi canggih, termasuk teknologi cip, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan pesawat tak berawak. Sanksi China terhadap produsen pesawat tak berawak AS, Skydio, pada tahun ini telah memangkas pasokan baterainya.
”Banyak industri, bisnis, dan ekonomi AS yang harus bayar harga semakin mahal jika China juga mengekang semua,” tulis harian Global Times. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo H