Ingin punya wajah ganteng atau cantik sempurna bak selebritas? Kini jalan menuju cakep sempurna makin mudah dan relatif terjangkau, khususnya di negara berkembang.
04 Jan 2025 15:11 WIB · Internasional
Ingin punya wajah rupawan, ganteng, atau cantik sempurna bak selebritas? Sekarang jalan menuju cakep sempurna semakin mudah dan relatif terjangkau, khususnya di negara-negara berkembang. Thailand, China, Brasil, Meksiko, Turki, dan Korea Selatan selama ini dikenal sebagai negara tujuan ”wisata operasi plastik”.
Meski risikonya tinggi—bisa cacat atau bahkan berujung kematian—operasi plastik atau operasi kecantikan ini menjadi tren di kalangan anak-anak muda di negara berkembang. Bisa berbiaya murah karena ditangani praktisi kesehatan atau cukup dengan suntikan-suntikan khusus yang tak lagi harus ditangani ahli bedah plastik atau dokter kulit yang biasanya berharga mahal.
Tren ini juga terjadi pada anak-anak muda di Beirut, Lebanon. Peter Makhlouf (29) kepada majalah The Economist, Kamis (2/1/2025), menceritakan pengalaman anak-anak perempuan muda Lebanon yang tinggal di Boston, Amerika Serikat, yang sering pulang kampung ke Lebanon untuk menjalani operasi kosmetik.
Operasi itu antara lain mengencangkan bibir, memutihkan gigi, hingga operasi pengencangan tulang pipi dan operasi hidung. ”Saya yakin semua orang pernah melakukan operasi plastik,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/24/937341b2-bab8-4061-b2a2-9b4cb2c56d98_jpeg.jpg)
Di negara-negara berpenghasilan menengah ataupun kaya, operasi kosmetik menjadi semakin murah, kurang invasif, dan sudah umum dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda di China dan Brasil yang tertarik dengan suntikan antikerut.
Ahli bedah plastik di Brasil, Marcelo Araújo, memperkirakan dalam lima tahun ke depan operasi kosmetik dengan disuntik, dioperasi, atau dengan sinar laser akan jadi seperti pemeriksaan kesehatan rutin saja.
Tiffany Demers, pendiri aplikasi Upkeep atau tempat anak muda memesan suntikan kosmetik, mengatakan, anak muda berusia 18 tahun membeli produk-produk ini seperti membeli lipstik atau produk tata rias biasa lainnya. Forbes, 28 Maret 2023, menyebutkan ledakan perawatan kosmetik ini tampaknya didorong oleh pandemi Covid-19.
Pada waktu itu banyak orang yang merasa tak suka melihat wajahnya sendiri di layar komputer saat ikut pertemuan dengan layanan Zoom. Pipi yang kendur, dahi yang berkerut, dan leher yang terkulai jadi terlihat jelas. Karena tak bisa ke mana-mana saat pandemi, orang lalu mengalokasikan uangnya untuk operasi plastik.
Bisnis bikin awet muda ini pun laris manis. Menurut kelompok industri International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS), jumlah operasi kosmetik di seluruh dunia, termasuk perawatan non-invasif seperti suntikan cairan pengisi (filler), melonjak dari 25 juta pada tahun 2019 menjadi 35 juta pada 2023.
Di Iran, yang sering menjadi negara tujuan untuk operasi hidung, terdapat sekitar 2.000 dokter yang menawarkan operasi kosmetik. Ahli bedah plastik terakreditasi hanya ada 400 orang. Di China, jumlahnya lebih banyak lagi. Menurut estimasi analis industri, di China ada lebih dari enam kali lebih banyak klinik bedah plastik tanpa izin ketimbang yang berlisensi.
Studi yang dilakukan University College London menemukan lebih dari dua pertiga orang yang memberikan suntikan antikerut di Inggris bukanlah dokter medis.
Operasi komestik mulai populer pada tahun 1980-an dan 1990-an dan hanya bisa dilakukan oleh artis atau selebritas. Namun, dengan biaya yang makin murah dan teknologi yang semakin canggih, semua orang bisa melakukannya. Ahli bedah plastik di New York, AS, Lara Devgan, mengakui tren ini terdorong sejak ada media sosial.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/18/98569e45-f2b0-4688-8958-4efb476c5ddb_jpg.jpg)
Klien sering membawa foto diri mereka yang diubah dengan filter di Instagram atau aplikasi penyunting gambar seperti Facetune. Mereka meminta dokter untuk mengubah wajah asli mereka menjadi seperti yang sudah disempurnakan secara digital.
Pasar daring China untuk bedah plastik, So-Young, menawarkan aplikasi yang memungkinkan pengguna mengunggah foto diri mereka dan memberikan saran tentang bedah plastik apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan wajah impian. ”Orang membangun versi diri mereka yang lebih baik di media sosial. Semuanya sempurna,” kata pemengaruh Taiwan, Chang Chia-jung.
Vera Pizzo (22), warga Brasil yang sudah beberapa kali operasi kecantikan, mengatakan, anak muda zaman sekarang menginginkan tampilan cantik sempurna, tetapi terlihat alami. Istilahnya disebut dengan ”era Ozempic”.
Ozempic adalah obat diabetes dan penurun berat badan. Anak muda sekarang tak hanya menginginkan wajah cakep, tetapi juga tubuh kurus ramping. Zaman suntik payudara atau pantat agar jadi lebih besar sudah tak laku.
Ahli bedah plastik di Los Angeles, AS, Lisa Cassileth, juga menceritakan permintaan untuk operasi sedot lemak juga tinggi. Banyak orang juga mau menghilangkan kulit yang kendur akibat penurunan berat badan yang cepat.
”Standar kecantikan yang baru berubah sangat cepat dengan media sosial. Dulu butuh waktu lama karena penyebarannya lewat iklan dan majalah. Sekarang, begitu ada yang baru, langsung menyebar cepat ke seluruh dunia,” ujarnya.
Preferensi konsumen yang berubah lebih cepat mendorong inovasi produk, seperti suntikan antikerut baru yang akan menggeser botoks. Penjualannya meroket sejak disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS pada 2022. Pengisi asam hialuronat mulai ditinggalkan setelah ada pengisi dermal lain dan perawatan baru yang menggunakan jaringan, sel, dan trombosit darah tubuh sendiri atau sperma salmon untuk mengencangkan kulit.
Perangkat yang memakai frekuensi radio dan ultrasound untuk menghilangkan lemah dan menyempurnakan kulit juga menjamur. Alat ini bisa membekukan lemak tanpa perlu sedot lemak yang menyakitkan dan mahal. Layanan ini banyak ditemui di Argentina dan Iran dan laris.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/24/4f30e2db-8362-4ed9-9b48-45558fe7187f.jpg)
Biaya operasi kecantikan bisa lebih murah juga karena model bisnisnya lebih murah. Perawatan non-invasif dulu hanya dilakukan ahli bedah plastik atau dokter kulit. Kini, semakin banyak spa dan salon kecantikan dengan tenaga perawat yang bisa memberikan suntikan yang dibutuhkan.
Dengan cara itu, American Society of Plastic Surgeons (ASPS) memperkirakan harga rata-rata untuk suntikan asam hialuronat turun sebesar 79 dollar AS pada 2023 menjadi 715 dollar AS (atau sekitar Rp 11,6 juta) dan untuk botoks turun 93 dollar AS menjadi 435 dollar AS (sekitar Rp 7 juta).
Semakin banyak juga orang bepergian ke luar negeri untuk merawat diri seperti ke Turki. Jumlah orang asing yang datang ke Turki untuk menjalani prosedur medis, sebagian besar operasi plastik, melonjak dari 300.000 orang pada 2013 menjadi 1,5 juta pada tahun lalu.
Turki menjadi populer untuk transplantasi rambut dengan cara mencangkok rambut dari bagian belakang kepala ke bagian atas atau depan. Harga yang murah menjadi daya tariknya. Biaya transplantasi rambut di Turki rata-rata 2.500 dollar AS (sekitar Rp 40,5 juta).
Lebih murah dibandingkan dengan di Inggris yang biayanya 4.000-12.000 dollar AS (sekitar Rp 64,8 juta-194,4 juta). Di Brasil, biaya operasi hidung berkisar 2.000 dollar AS (Rp 32,4 juta). Sementara di AS bisa sampai 7.600 dollar AS (sekitar Rp 123 juta).
Tak punya uang sebanyak itu? Jangan khawatir. Di Brasil, pasien jaringan klinik bedah plastik Plástica para Todos (Plastik untuk Semua) bisa bayar operasi dengan dicicil 100 kali. Di Argentina ada asuransi kesehatan yang menawarkan paket satu kali operasi plastik dalam setahun.
Harga yang semakin murah ini membuat perempuan muda usia 20-an di Korsel beramai-ramai melakukan operasi plastik. Di satu sisi ini menguntungkan secara bisnis, tetapi di sisi lain ada risiko yang tinggi.
Pasar yang menjanjikan ini menarik banyak penipu. Ahli bedah plastik di Sao Paulo, Juvenal Frizzo, mengeluhkan banyaknya orang tidak terlatih yang mempraktikkan operasi plastik.
Semakin banyak kasus pasien yang gagal perawatan dan merusak wajah. Kondisi wajahnya menjadi seperti ikan buntal. Pada kasus ekstrem, filler bisa berpindah ke mata atau pembuluh darah yang menyebabkan kebutaan, sepsis, atau nekrosis kulit.
Sejak 2019, setidaknya ada 29 pasien Inggris yang meninggal di Turki akibat operasi kosmetik yang gagal. Banyak praktisi hanya mengambil kursus singkat luring atau daring lalu melayani klien dan sering kali dilakukan di tempat yang tidak punya izin atau peralatannya tidak sesuai dengan prosedur medis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/04/04/b30c3aaa-ae32-4c76-9809-59ef8a8209f1_png.png)
Harian The Guardian, 15 November 2024, menyebutkan, pada September 2024, seorang perempuan Inggris meninggal setelah operasi pengencangan pantat tanpa operasi (hanya pakai banyak filler yang dipompa ke pantat) di rumah seorang ahli kecantikan.
Di distrik mewah di Seoul, Korsel, Gangnam, ada sekitar 400 klinik bedah plastik yang berdesak-desakan. Sosiolog di Universitas Kansai di Jepang, Tanimoto Naho, mengatakan, operasi yang paling populer di Asia Timur adalah operasi kelopak mata ganda. Orang dulu ingin punya mata besar seperti orang Barat.
Namun, sekarang, perempuan Jepang dan China mencari inspirasi dari Korsel dan ini berkat popularitas film dan musik pop Korsel. Korsel sering dijuluki sebagai ”ibu kota bedah plastik dunia” karena jumlah dokter bedah kosmetik per kapitanya tertinggi di dunia.
Blogger kecantikan Jepang, Inuma Motoko (33), menjalani operasi pencukuran tulang di Korsel agar tampak seperti orang Korsel. Tulang rahangnya dipangkas agar garis rahangnya lebih tajam dan sudut matanya dipotong agar terlihat lebih lebar.
Dalam budaya populer, standar kecantikan Korsel adalah wajah berbentuk V yang kecil dan muda, alis simetris, kelopak mata ganda, dan tubuh sangat ramping. Operasi kelopak mata ganda membuat lipatan kelopak mata sehingga mata berbentuk almond yang lebih besar dan lebih simetris.
Ini salah satu operasi paling populer di Korsel. Banyak orang mau menjalani operasi seperti itu karena mereka percaya bahwa dianggap menarik itu akan meningkatkan prospek karier dan pernikahan mereka.
Ahli bedah plastik di Seoul, Jin Hong-ryul, mengatakan, operasi plastik paling ramai terjadi setelah ujian masuk universitas pada bulan November. Pada waktu itu banyak orangtua yang menghadiahi anak-anaknya kado kelulusan dengan operasi plastik.
Resume di Korsel biasanya menyertakan foto wajah. Banyak orangtua percaya, agar sukses, seseorang harus terlihat menarik. Tekanan pada model dan pemengaruh lebih besar lagi karena pendapatan mereka bergantung pada jumlah like yang diterima di unggahannya.
”Buat saya sih, bedah plastik itu bikin ketagihan. Sekali mencoba, kita akan terus melakukannya,” kata Chang, pemengaruh kecantikan Taiwan.
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nur Adji