Jafar/Felisha Memercik Asa di Indonesia Masters

Jafar/Felisha dan ganda campuran Indonesia lainnya, Rinov/Lisa, melaju ke babak 16 besar Indonesia Masters 2025. Mereka memercik harapan formasi baru ganda campuran.

22 Jan 2025 20:37 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Riana A Ibrahim

JAKARTA, KOMPAS — Kemenangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, pada debut mereka sebagai pasangan di Indonesia Masters 2025 memercik harapan. Capaian itu menjadi awal bagus mereka pada turnamen level menengah, sekaligus hasil positif upaya perombakan ganda campuran Indonesia.

Jafar/Felisha meraih kemenangan tersebut saat melawan wakil Taiwan, Ming Che Lu/Hung En-Tzu, pada babak 32 besar Indonesia Masters 2025. Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025), Jafar/Felisha menang dengan skor 21-19, 22-20.

Kendati baru babak awal, kemenangan itu menjadi langkah positif Jafar/Felisha yang baru pertama kali bermain bersama pada turnamen berlevel Super 500. Sejak dipasangkan pada Agustus 2024, Jafar/Felisha telah mengikuti enam turnamen. Namun, lima turnamen sebelumnya berlevel rendah karena posisi mereka di peringkat dunia masih berada pada rentang ke-88 dan 120.

Lima turnamen itu berlevel International Challenge dan BWF Tour Super 100. International Challenge adalah turnamen BWF kategori tingkat III, sedangkan BWF Tour Super 100 berada pada tingkat II.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda campuran Taiwan, Ming Che-Lu dan Hung En-Tzu, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025). Pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak 16 besar seusai mengalahkan pebulu tangkis ganda campuran Taiwan, Ming Che-Lu dan Hung En-Tzu dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 22-01-2025

Meskipun demikian, Jafar/Felisha mampu menampilkan performa apik pada lima turnamen tersebut dengan meraih tiga gelar. Mereka menggunakan “bekal” prestasi tersebut di Indonesia Masters.

“Saya bersyukur bisa mengakhiri pertandingan tanpa cedera dan menang hari ini. Permainan tadi cukup tegang di awal, masih tegang, kurang nyaman di gim pertama. Lalu, kami bisa lebih tenang, lebih rileks, nyaman bermainnya,” ujar Jafar.

Dengan kemenangan ini, Jafar/Felisha akan menghadapi wakil Malaysia yang mrnjadi unggulan pertama turnamen, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei. Pada laga sebelumnya, Chen/Toh mengalahkan pasangan Perancis, Julien Maio/Lea Palermo dengan skor 21-14, 21-17.

Meski akan menghadapi unggulan, Jafar/Felisha tak gentar. Jafar malah merasa antusias karena ingin tahu realitas kualitas sendiri sekaligus kualitas lawan. Sementara Felisha menunjukkan kepercayaan diri tinggi menyambut laga tersebut.

“Tidak ngaruh mau melawan unggulan ke berapa. Buat saya, saya ingin tahu seberapa kuat pemain-pemain yang berada di peringkat 10 besar dunia. Karena pertama kali bertemu, apa yang ditakutkan lagi? Hajar saja,” ujar Felisha.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berpose seusai melawan pebulu tangkis ganda campuran Taiwan, Ming Che-Lu dan Hung En-Tzu, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025). Pasangan Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melaju ke babak 16 besar seusai mengalahkan pebulu tangkis ganda campuran Taiwan, Ming Che-Lu dan Hung En-Tzu dengan skor 21-19 dan 22-20. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 22-01-2025

Jafar/Felisha merupakan bagian dari enam wakil Indonesia pada nomor ganda campuran yang bertanding di Indonesia Masters. Semua wakil itu merupakan formasi baru hasil perombakan dalam kurun waktu berbeda sejak 2024 hingga awal 2025.

Jafar sebelumnya berpasangan dengan Aisyah Salsabila Putri Pranata. Adapun Felisha berpasangan dengan Marwan Faza yang kini menjadi partner Aisyah.

Formasi baru itu merupakan upaya untuk mencari pasangan yang bisa menembus persaingan top dunia. Dalam lima tahun terakhir, sektor ini mengalami penurunan performa.

Adapun dari enam wakil yang tampil di Indonesia Masters, hanya Jafar/Felisha dan Rinov Rivaldy/Lisa Ayu Kusumawati yang bisa melaju ke babak 16 besar. Rinov/Lisa mengalahkan Yang Po-Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan) dengan skor 21-23, 21-17, 21-17.

Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Lisa Ayu Kusumawati menyalami penonton seusai melawan pebulu tangkis ganda campuran Taiwan, Yang Po-Hsuan dan Hu Ling Fang, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025). Rinov Rivaldy dan Lisa Ayu Kusumawati melaju ke babak 16 besar seusai mengalahkan pebulu tangkis Taiwan, Yang Po-Hsuan dan Hu Ling Fang dengan skor 21-23, 21-17, dan 21-17. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 22-01-2025

Meski menang, Rinov/Lisa merasa masih banyak aspek yang perlu dievaluasi. Selain mengurangi kesalahan sendiri yang bisa menghasilkan poin lawan, Rinov menilai mereka juga masih harus membangun ikatan di lapangan.

Hal itu pula yang menjadi sorotan Rinov ketika mereka kalah pada debut sebagai pasangan di India Terbuka, pekan lalu. Menurut Rinov, mereka harus tahu kebiasaan cara bermain partner untuk memudahkan saat pertandingan.

Rinov sebelumnya berpasangan dengan Pitha Haningtyas Mentari sejak Maret 2018. Sementara Lisa berpasangan dengan Rehan Naufal Kusharjanto.

Berbagai catatan juga dibawa pulang pasangan baru, Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan yang menjalani debut di India Terbuka 2025 ini kalah dari ganda campuran Malaysia unggulan kedua, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dengan skor 16-21, 15-21.

Suporter pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdiansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, membawa foto mereka berdua saat berhadapan dengan pebulu tangkis ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat dan Lai Shevon Jamie, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdiansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat dan Lai Shevon Jamie, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdiansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat dan Lai Shevon Jamie, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).
Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdiansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti, berhadapan dengan pebulu tangkis ganda campuran Malaysia, Goh Soon Huat dan Lai Shevon Jamie, pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Menurut Dejan, mereka masih perlu mencari pola permainan yang nyaman. Alasannya, ketika salah pola permainan, seperti melawan Goh/Lai, hasilnya malah menguntungkan lawan.

“Kami beberapa kali masih bingung dalam pengambilan keputusan, terutama saat bertahan atau merancang strategi serangan. Kami masih kesulitan dalam penyesuaian pola permainan," kata Dejan.

Walakin, Fadia sudah mulai merasa nyaman bermain kembali pada nomor ganda campuran setelah enam tahun lamanya. Atlet yang juga masih bermain untuk sektor ganda putri itu berharap bisa lebih fokus bermain pada nomor ganda campuran.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Riana A Ibrahim
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase