Tak hanya infrastruktur, insentif perpajakan dapat menggairahkan penjualan kendaraan listrik, baik yang berbasis baterai maupun yang bertenaga hibrida.
14 Feb 2025 20:50 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) akan terus menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum untuk merespons makin bertambahnya jumlah kendaraan listrik di Indoensia. Berdasar data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, penjualan mobil listrik di dalam negeri pada 2024 lalu sebanyak 42.889 unit atau tumbuh 151,5 persen secara tahunan.
Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Gregorius Adi Triyanto, pihaknya menargetkan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) menjadi sebanyak 5.800 unit di tahun ini. Sepanjang 2024, PLN telah membangun 3.233 SPKLU atau naik dari 2023 lalu yang sebanyak 1.081 SPKLU.
”Pembangunan infrastruktur SPKLU ini sebagai bentuk fasilitas dan dukungan kepada pengguna kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Itu juga seiring dengan meningkatnya pengguna kendaraan listrik,” kata Adi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/2/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/12/855756d6-e12c-484d-b5c7-1c3447690a55_png.png)
Tak hanya SPKLU, imbuh Adi, PLN juga akan menambah fasilitas home charging services (HCS) atau unit pengisian daya listrik untuk kendaraan di rumah pelanggan. Pada 2024, jumlah HCS tercatat sebanyak 28.356 unit dan tahun ini ditargetkan bertambah menjadi 72.000 unit.
Penambahan SPKLU dan HCS turut menaikkan daya listrik yang dijual PLN ke pelanggan. Dari pengguna HCS, misalnya, konsumsi listrik naik dari 2,9 juta kilowatt jam (kWh) pada 2023 menjadi 12,8 juta kWh pada 2024. Demikian pula konsumsi listrik dari SPKLU turut melonjak drastis dari 7,3 juta kWh di 2023 menjadi 12,8 juta kWh di 2024 lalu.
Dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengatakan, dukungan badan usaha, baik swasta maupun dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat diperlukan untuk mendukung target nol emisi bersih atau net zero emission (NZE). Penggunaan kendaraan bertenaga listrik adalah salah satu bentuk mendukung pencapaian target tersebut.
”Strategi dekarbonisasi melalui inovasi teknologi dan konsep industri hijau menjadi hal yang mutlak saat ini. Meningkatnya penjualan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan adanya dukungan dan kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan,” ujarnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/25/79455c54-a08a-43fc-b3b4-c3532db30f3d_jpg.jpg)
Mengutip data Gaikindo, penjualan mobil tenaga hibrida dari pabrikan ke diler (wholesale) pada 2024 sebanyak 56.812 unit atau tumbuh 4,86 persen secara tahunan. Adapun penjualan mobil listrik (berbasis baterai) sebanyak 42.889 unit di tahun yang sama atau tumbuh 151,5 persen secara tahunan.
Dari ajang pameran kendaraan bermotor bertajuk Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) 2025, yang digelar di JIEXpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, sejumlah jenama kendaraan bermotor turut memamerkan ragam kendaraan listrik berbasis baterai maupun tenaga hibrida. Menurut Project Manager IIMS 2025 Rudy MF, dari 56 jenama kendaraan listrik (mobil dan sepeda motor) yang berpartisipasi, masing-masing mengusung produk andalannya, yakni yang bertenaga listrik berbasis baterai atau yang bertenaga hibrida.
”Kendaraan listrik akan menjadi pangsa pasar otomotif yang semakin dilirik oleh konsumen. Apalagi, pemerintah memberikan sejumlah insentif perpajakan bagi konsumen,” ucap Rudy.
Salah satu kebijakan pemerintah saat ini untuk menggairahkan pasar otomotif nasional adalah dengan pemberian sejumlah insentif, seperti insentif perpajakan untuk mobil jenis hibrida berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah sebesar 3 persen.
IIMS 2025 yang digelar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, akan berlangsung hingga 23 Februari mendatang. Perhelatan ini diikuti oleh 31 jenama mobil dan 25 jenama sepeda motor. Penyelenggara menyiapkan sejumlah hadiah dan potongan harga bagi pengunjung.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/13/26506511-597d-4001-80d7-f5989c49cb02_png.png)
Penulis:
Aguido AdriEditor:
Aris PrasetyoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra