Euforia 2024 telah berlalu. Para pemanjat tebing Indonesia, termasuk Veddriq Leonardo, menatap tahun ini dengan ambisi kembali menjadi manusia tercepat di dunia.
02 Mar 2025 08:37 WIB · Olahraga
Halaman parkir menjadi salah satu tempat paling sibuk di Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, pada sore di pertengahan Februari itu. Di situlah dinding-dinding panjat berdiri. Di situ pula, di dinding dengan empat jalur, para atlet berlomba-lomba memacu kecepatannya.
Sejak awal tahun, tim panjat tebing Indonesia mulai berlatih kembali secara intensif. Mereka seolah tidak mau larut dalam euforia 2024. Tahun lalu boleh dibilang milik mereka karena meraih sederet prestasi, termasuk puncak prestasi di Olimpiade Paris 2024 dengan medali emas speed putra dari Veddriq Leonardo.
Tentu saja saya tidak mau berpuas begitu saja setelah Olimpiade lalu, masih ada beberapa ajang besar lain yang menanti, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028.
Veddriq pun telah mengawali 2025 dengan prestasi lain. Pemanjat asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini terpilih sebagai Athlete of the Year 2024 dalam anugerah The World Games Award 2024. Dia tidak menyangka mendapat penghargaan yang diinisiasi The International World Games Association ini.
Kata Veddriq, dia menyangka bisa meraih penghargaan itu karena ditentukan melalui voting secara daring. Dia percaya dengan kekuatan jari para warganet Indonesia. Di sisi lain, tetap ada perasaan tak menyangka karena menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih penghargaan tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/08/f153659c-2b1b-46d3-9a64-35f44733c70e_jpg.jpg)
Terlepas dari itu, Veddriq senang karena telah mengawali tahun dengan prestasi. ”Tentu saja saya tidak mau berpuas begitu saja setelah Olimpiade lalu, masih ada beberapa ajang besar lain yang menanti, termasuk Olimpiade Los Angeles 2028. Jadi, tahun ini tetap ingin menjaga performa dan konsistensi pada setiap penampilan,” ucap Veddriq.
Veddriq, manusia pertama yang bisa memanjat di bawah 5 detik, bertekad kembali menduduki takhta sebagai pemegang rekor dunia. Pemilik rekor dunia saat ini adalah pemanjat Amerika Serikat, Samuel Watson, dengan 4,74 detik. Dia memecahkannya di Olimpiade Paris 2024.
Sebenarnya, di panggung yang sama, Veddriq juga sempat memecahkan rekor dunia. Veddriq menyamai catatan waktu 4,79 detik milik Watson yang dipecahkan pada Piala Dunia Panjat Tebing di Wujiang, China, empat bulan sebelum Olimpiade.
Namun, Watson menajamkan catatan waktunya dua kali untuk meneguhkan posisinya sebagai pemegang rekor dunia. Setelah mencatatkan 4,75 detik pada babak eliminasi, Watson menajamkannya menjadi 4,74 pada small final atau perebutan tempat ketiga.
”Saya ingin catatan waktu lebih tajam, lebih kecil. Kalau bisa memang pecah rekor lagi, itu jadi target, apalagi dulu pernah pegang rekor dunia. Jadi, harapannya bisa meraih prestasi itu lagi, selain mempertahankan prestasi di Olimpiade,” ujar Veddriq.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/17/482d38b8-8449-4a42-b3e0-1fd6e6587249_jpg.jpg)
Harapan serupa disampaikan oleh pemanjat putra disiplin speed lainnya, Kiromal Katibin. Bahkan, Kiromal menyampaikan targetnya secara spesifik, yakni mencatatkan waktu 4,6 detik. Jika itu bisa tercapai, medali biasanya akan mengikuti.
Bagi Kiromal, itu bukan target yang terlalu muluk. Apalagi, Kiromal punya pengalaman memecahkan rekor dunia sebelumnya.
Kiromal adalah pemanjat putra Indonesia yang mengawali sejarah pemecahan rekor dunia dengan melampaui catatan waktu pemanjat Iran, Reza Alipour (5,48 detik), yang dicetak pada seri Piala Dunia 2017 di Nanjing, China. Dia memecahkan rekor dunia milik Alipour dengan catatan 5,25 detik pada seri Piala Dunia 2021 di Salt Lake City, Amerika Serikat, 28 Mei 2021.
Rekor itu dipecahkan di ajang yang sama oleh Veddriq dengan 5,20 detik. Pada 2022, Kiromal kembali memecahkan rekor dunia dan menajamkannya hingga empat kali dalam beberapa seri Piala Dunia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/02/a26517cf-03c7-4088-9f0b-7468d41713e2_jpg.jpg)
Kiromal menjadi pemanjat pertama yang bisa memanjat dalam waktu 5 detik pada Piala Dunia Chamonix, Perancis, 2022. Rekor itu dipecahkan setahun kemudian oleh Veddriq di Piala Dunia Seoul dengan 4,98 detik.
Nama Kiromal lantas ”menghilang” dari daftar pencetak rekor dunia sepanjang 2023 dan 2024. Hanya Veddriq dan Watson yang bergantian menjadi manusia tercepat di dinding panjat. Maka, wajar keinginan Kiromal untuk kembali memecahkan rekor dunia begitu besar, sebesar keinginannya untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Tidak seperti Veddriq, Kiromal tidak berhasil tampil di Paris setelah gagal bersaing pada ajang-ajang kualifikasi. Dia ingin ”membalas” itu dengan persiapan matang mulai tahun ini.
Pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, mengatakan, pemecahan rekor dunia memang merupakan target utama pada tahun ini, khususnya pada sektor speed putra. Pengalaman pernah memecahkan rekor dunia sebelumnya jadi bekal berharga untuk memenuhi target tersebut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/02/a7f3c5ab-af50-415f-a361-f4e485cf24e7_jpg.jpg)
Sementara itu, untuk pemanjat speed putri, targetnya adalah penampilan dan catatan waktu yang stabil di setiap ajang. Dengan begitu, prestasi juga akan jadi keniscayaan.
Kendati tidak berhasil membawa pulang medali di Olimpiade, sektor putri mampu menunjukkan kebangkitan setelahnya. Desak Made Rita Kusuma Dewi, misalnya, bersinar di IFSC 4 Speed Madrid, Spanyol, setelah kekalahan dramatis pada babak perempat final Olimpiade Paris 2024.
Desak meraih medali emas nomor speed individu empat jalur. Dia juga meraih medali yang sama saat turun pada nomor beregu bersama Rajiah Sallsabillah.
”Hasil tahun kemarin, terutama Olimpiade, saya coba lupakan, sekarang menatap target baru. Target baru ini yang bikin semangat membara lagi,” tutur Desak.
”Target pertama, jelas tampil dan podium di Olimpiade Los Angeles 2028, lalu di Asian Games 2026, dan memecahkan rekor. Target terdekat berarti pemecahan rekor, semoga bisa catat 5,9 detik,” ucap atlet asal Bali ini menambahkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/02/e0a72987-d9d3-4b2f-ac95-c22fc08cfff3_jpg.jpg)
Rekor dunia speed putri saat ini dipegang oleh atlet Polandia, Aleksandra Miroslaw, dengan 6,06. Desak tidak hanya bertekad melampaui catatan waktu Miroslaw, tetapi juga menjadi pemanjat putri pertama yang bisa meraih waktu di bawah 6 detik.
Catatan waktu juga menjadi target Rajiah Sallsabillah. Di Paris, Billah tak berhasil membawa pulang medali. Namun, dia menjadi pemanjat putri Indonesia yang melangkah paling jauh dengan menembus semifinal.
Tidak hanya itu, Billah juga berkali-kali menajamkan catatan waktu pribadinya menjadi 6,58 detik, 6,54 detik, dan 6,41 detik. Sebulan kemudian, Billah kembali menajamkannya di PON hingga mencapai 0,19 detik menjadi 6,22 detik.
Billah berharap catatan waktu itu juga bisa diraihnya di ajang internasional. ”Targetnya bisa menyamai atau bahkan melampaui catatan waktu tersebut,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/02/8da7e17f-8ec8-4942-b43e-a71b9d29bd48_jpg.jpg)
Pada dinding yang menjulang di halaman parkir itu, para atlet ini tidak sekadar pemanjat, tetapi juga penakluk waktu—menantang detik demi detik dengan tekad yang tak tergoyahkan. Di setiap pijakan dan genggaman tangan pada poin pegangan ada nyala semangat yang tak padam menuju satu tujuan: menjadi yang tercepat, sekali lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .