Jemaah terus berdatangan dari Madinah ke Mekkah. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan seluruh pelayanan untuk jemaah sudah siap.
13 Mei 2025 16:51 WIB · Humaniora
MEKKAH, KOMPAS — Sebanyak 45 kloter atau 17.000 anggota jemaah dari Madinah sudah berada di Mekkah, Arab Saudi. Sementara 18 kloter lainnya diperkirakan menyusul tiba di Mekkah, Selasa (13/5/2025). Jemaah ini tergabung dalam pemberangkatan gelombang pertama yang sudah dimulai sejak akhir Mei lalu.
Kedatangan jemaah di Mekkah sudah diantisipasi Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Kepala Daerah Kerja Mekkah Ali Machzumi kepada wartawan di Mekkah, Selasa siang, memastikan layanan akomodasi, transportasi, konsumsi, dan kebutuhan dasar lainnya siap.
Kedatangan jemaah dari Madinah ke Mekkah sudah dimulai sejak Sabtu (10/5/2025). ”Hari ini insya Allah ada 18 kloter yang akan diberangkatkan dari Madinah menuju ke Mekkah. Sampai kemarin, ada 45 kloter yang masuk ke Mekkah dengan jumlah jamaah sekitar 17.000,” katanya.
Ali memastikan seluruh petugas PPIH Arab Saudi siap menyambut dan memberi pelayanan kepada jemaah. Di Mekkah, jemaah akan menempati beberapa wilayah di 10 sektor. Empat wilayah penempatan jemaah adalah Syisyah, Raudah, Jawal, dan Misfalah.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/13/365113d1e7b91550b1a860c1a85c5fea-IMG_0627.jpeg)
”Ada 205 hotel yang sudah kami persiapkan untuk memberikan pelayanan akomodasi kepada jemaah haji kita. Selama tinggal di Mekkah jemaah akan mendapatkan makan tiga kali sehari. Layanan transportasi ke Masjidil Haram juga sudah siap,” kata Ali.
Untuk transportasi ini, layanan bus Shalawat, termasuk bus Shalawat inklusif, telah beroperasi. Jumlah unit bus akan terus bertambah seiring pertambahan jumlah jemaah. Bus Shalawat ini akan beroperasi 24 jam.
Terkait suhu udara di Mekkah yang cukup panas, jemaah kembali diingatkan untuk menyediakan payung dan penutup kepala untuk beraktivitas di luar ruangan. Minum air dalam jumlah cukup, termasuk oralit, juga dianjurkan agar jemaah tidak dehidrasi. Dalam beberapa hari terakhir, suku udara di Mekkah berada di atas 40 derajat celsius.
Dia juga mengingatkan jemaah untuk membawa kartu nusuk menjelang puncak haji. Kartu ini berfungsi sebagai paspor haji. Tak hanya untuk puncak ibadah haji di Arafah, bahkan untuk kawasan Masjidil Haram, kartu ini wajib ditunjukkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/b3f217884b1164002eb2df8207c2fed1-IMG_0482.jpeg)
Sebelumnya, terkait antisipasi cuaca panas, Kementerian Agama mengimbau jemaah untuk tidak terlalu banyak melakukan aktivitas luar ruangan. Ibadah sunah juga diimbau tidak terlalu dipaksakan.
”Karena intinya adalah pada puncak ibadah haji, yakni di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Maka, kami minta jemaah menyimpan energi untuk puncak haji tersebut. Ibadah sunah tak perlu terlalu dipaksakan,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Saat melepas PPIH Gelombang II di Asrama Haji Banten, Rabu (7/5/2025), Menteri Agama juga mengimbau jemaah agar tenaganya jangan habis terkuras saat ibadah sunah dan kewalahan saat puncak ibadah haji.
Penulis:
Reny Sri Ayu Arman dari Mekkah, Arab SaudiEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul