Indonesia dan Singapura menyepakati 19 kerja sama strategis, salah satunya terkait dengan implementasi perjanjian ekstradisi yang sudah disepakati tiga tahun lalu.
16 Jun 2025 21:09 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Implementasi perjanjian ekstradisi menjadi salah satu dari 19 kesepakatan strategis yang dibuat antara Pemerintah RI dan Singapura saat pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Singapura, Senin (16/6/2025). Presiden Prabowo menyebut ada kemajuan dalam implementasi perjanjian ekstradisi yang telah diteken oleh pemerintah kedua negara pada akhir Januari 2022 tersebut.
Penandatanganan 19 kesepakatan strategis itu berlangsung dalam pertemuan tahunan ”Leader’s Retreat” antara Presiden Prabowo dan PM Lawrence. Kesepakatan dijalin di berbagai sektor. Pertemuan tersebut berlangsung di Parliament House, Singapura, sebagai bagian dari kunjungan kenegaraan pertama Presiden Prabowo sejak dilantik pada Oktober tahun lalu. Sebelum sesi Leaders’ Retreat, kedua pemimpin terlebih dahulu menggelar pertemuan empat mata.
Dalam lawatannya kali ini, Presiden juga menghadiri jamuan santap siang kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam di salah satu hotel di Singapura. Jamuan ini digelar sebagai bentuk penghormatan atas kunjungan kenegaraan perdana Presiden Prabowo ke Singapura sejak dilantik sebagai Presiden RI.
Menyangkut kesepakatan yang dijalin, khususnya di bidang politik dan keamanan, kedua negara menegaskan komitmen untuk mengimplementasikan sepenuhnya perjanjian kerja sama pertahanan serta percepatan finalisasi teknis wilayah pelatihan militer. Selain itu, kemajuan disebut telah dicapai dalam mekanisme perjanjian ekstradisi, termasuk pembaruan nota kesepahaman antara Jaksa Agung kedua negara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/70880da2-a43e-4726-b772-31b399de7ea7_jpeg.jpg)
”Di bidang politik dan keamanan, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk sepenuhnya melaksanakan perjanjian kerja sama pertahanan dan menyelesaikan semua rincian teknis untuk area pelatihan militer. Saya berharap ini akan dipercepat dengan sangat cepat. Kami juga membuat kemajuan dalam mekanisme perjanjian ekstradisi,” ujar Presiden Prabowo melalui keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Kemajuan dimaksud tak didetailkan. Meski demikian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas melalui keterangan tertulis mengatakan bahwa dengan poin kesepakatan soal ekstradisi itu, Pemerintah Singapura berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian yang telah ditandatangani di era Presiden ketujuh RI Joko Widodo tersebut.
Ia pun optimistis, komitmen Pemerintah Singapura itu menjadi momentum baik bagi kedua negara saling berkoordinasi dan bekerja sama lintas negara dalam penegakan hukum.
Untuk diketahui, perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura ditandatangani di Bintan, Kepulauan Riau, pada akhir Januari 2022. Meski demikian, Pemerintah Indonesia baru mengesahkan perjanjian itu lewat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2023 pada 13 Januari 2023 dan perjanjian baru efektif pada 22 Maret 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/01/25/2bd4edfe-4a3f-4c59-8992-10ed67c84cf6_jpeg.jpg)
Dalam perjanjian, ekstradisi mencakup 31 jenis tindak pidana, antara lain tindak pidana korupsi, pencucian uang, suap, perbankan, narkotika, terorisme, dan pendanaan kegiatan yang terkait dengan terorisme. Selain itu, perjanjian menyepakati penentuan kewarganegaraan pelaku tindak pidana ditentukan pada saat tindak pidana dilakukan. Kedua negara juga sepakat melakukan ekstradisi bagi setiap orang yang ditemukan berada di wilayah negara, diminta dan dicari oleh negara peminta, untuk penuntutan atau persidangan atau pelaksanaan hukuman untuk tindak pidana yang dapat diekstradisi.
Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan mengekstradisi tersangka korupsi proyek KTP elektronik, Paulus Tannos dari Singapura. Buronan Komisi Pemberantasan Korupsi itu ditahan sejak 17 Januari lalu oleh Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura (CPIB). Namun, saat ini upaya pemulangannya tertunda karena Tannos mengajukan permohonan penangguhan penahanan.
Di luar tiga kesepakatan di bidang politik dan keamanan, pemerintah kedua negara menyepakati 16 hal yang intinya memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, energi, pengembangan sumber daya manusia, dan teknologi rendah karbon.
Pertama, joint report to leaders dari enam kelompok kerja sama ekonomi bilateral. Kedua, nota kesepahaman kerja sama keamanan pangan dan teknologi pertanian antara Kementerian Pertanian RI dan Kementerian Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura.
Ketiga, nota kesepahaman kerja sama pembangunan kawasan industri berkelanjutan antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI serta Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Keempat, nota kesepahaman perdagangan listrik lintas batas Kementerian ESDM RI dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/07b5ba1e-bb8f-4f5c-a904-169d3bf7967d_jpeg.jpg)
Kelima, nota kesepahaman penangkapan dan penyimpanan karbon Kementerian ESDM RI dan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura. Keenam, implementasi kesepakatan Flight Information Regional (FIR), berupa penempatan personel sipil dan militer pada Singapore Air Traffic Control Center (SATCC).
Ketujuh, nota kesepahaman kerja sama pengakuan timbal balik sertifikasi halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal RI dan Majelis Ugama Islam Singapura (akan ditandatangani 18 Juni 2025). Kedelapan, kerja sama bilateral pengaturan keuangan antara Bank Indonesia dan Otoritas Moneter Singapura.
Kesembilan, nota kesepahaman kerja sama peningkatan kapasitas bagi pegawai pemerintah di bidang kelautan antara Kementerian Perhubungan RI dan Otoritas Maritim dan Pelabuhan Singapura. Kesepuluh, nota kesepahaman kerja sama di bidang manajemen perpustakaan dan informasi antara Perpustakaan Nasional RI dan Dewan Perpustakaan Nasional Singapura.
Kesebelas, kerja sama pendirian Ciputra SMG Curie Cancer Center (CSCCC) antara Rumah Sakit Ciputra dan Singapore’s Curie Oncology, Singapore Medical Group (SMG). Kedua belas, investasi Nusantara Sembcorp Solar Energy Power Plant di Ibu Kota Nusantara.
Ketiga belas, kerja sama antara Sembcorp and Panbil Group JV untuk pengembangan dua kawasan industri rendah karbon di Batam. Keempat belas, pengaturan teknis program pertukaran pemuda. Kelima belas, program pengembangan petani muda. Dan, keenam belas, peluncuran penerbangan dari dan ke Singapura–Kertajati dan Padang oleh maskapai Scoot.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/642eb9fe-b360-4032-acd3-9e536c84e5fb_jpeg.jpg)
Presiden Prabowo menyambut positif kesepakatan yang telah dijalin. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kemitraan strategis Indonesia-Singapura yang telah terjalin selama lebih dari lima dekade. ”Saya sangat yakin bahwa hubungan bilateral ini akan terus tumbuh semakin kuat dengan semakin banyaknya kepercayaan dan keyakinan satu sama lain seiring berjalannya waktu,” katanya.
Selain itu, secara ekonomi, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas posisi Singapura sebagai salah satu investor utama di Indonesia. Terkait ketahanan pangan, Presiden menyambut baik tawaran Singapura dalam transfer teknologi pertanian modern, termasuk urban farming dan praktik pascapanen berkelanjutan.
Dalam sektor kesehatan, Presiden Prabowo mengundang partisipasi aktif Singapura untuk mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia, termasuk pendirian fakultas kedokteran dan keperawatan baru. Sementara itu, kerja sama penempatan tenaga kerja terampil asal Indonesia juga dibahas, terutama di bidang perawatan lansia dan caregiving.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/1ca2a676abf10723e8edf818fc0b09b2-20250613_104815.jpg)
Adapun dalam hal konektivitas, Indonesia berkomitmen menambah penerbangan langsung dengan Singapura dan memperbaiki infrastruktur bandara. ”Pada prinsipnya, saya ingin melihat akses yang lebih mudah dan cepat ke bandara kita,” ujar Presiden.
Dalam sambutannya, PM Lawrence Wong menyampaikan penghargaan atas kunjungan Presiden Prabowo dan menyebut momentum Leaders’ Retreat kali ini sebagai tonggak penting dalam babak baru hubungan bilateral kedua negara. PM Wong juga menyinggung hubungan erat yang telah terjalin di antara kedua negara.
”Jadi Leaders’ Retreat tahun ini merupakan yang pertama bagi kita berdua dalam kapasitas kita saat ini, dan saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda, Pak Presiden, dan delegasi Anda, serta para menteri dan pejabat Anda untuk memetakan jalan baru ke depan di era baru hubungan bilateral antara kedua negara kita,” ujar PM Wong.
PM Wong juga mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi dan kekuatan ekonomi Indonesia. ”Tahun lalu, Singapura menyumbang lebih dari sepertiga dari seluruh investasi asing yang direalisasikan di Indonesia. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap ekonomi Indonesia dan potensi serta kekuatannya,” ungkap PM Wong.
Sementara itu, Presiden Tharman menyampaikan bahwa kunjungan Presiden Prabowo merupakan momentum penting untuk membahas fase baru hubungan bilateral Indonesia dan Singapura. Ia menyebut bahwa kerja sama kedua negara saat ini telah memasuki level baru dan berada di jalur yang sangat menjanjikan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/e997959f-db58-40b9-bac8-fb3dd327da45_jpeg.jpg)
Presiden Tharman juga menyoroti tren positif investasi sektor swasta Singapura di Indonesia yang terus berkembang secara luas dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengapresiasi diversifikasi investasi Singapura di berbagai sektor strategis seperti kawasan industri, logistik, konektivitas, hingga pusat data dan energi terbarukan.
”Bahkan tahun ini, di kuartal pertama, kita sudah melihat kemajuan yang sangat signifikan. Beberapa perusahaan, salah satunya perusahaan Singapura, berinvestasi di bidang tenaga surya, serta kawasan industri rendah karbon,” ujar Presiden Tharman.
Setelah menyaksikan penandatanganan kesepakatan strategis kedua negara, Presiden Prabowo dan PM Wong menghadiri Renewable Energy Interconnectors Milestone Ceremony yang juga digelar di Parliament House, Singapura.
Melalui peluncuran ini, Indonesia dan Singapura berkomitmen konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus membuka peluang investasi baru dalam pembangunan kawasan industri berkelanjutan, perdagangan listrik lintas batas, serta infrastruktur energi rendah karbon. Kegiatan ini juga menjadi simbol penting dari kemitraan strategis yang tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berkontribusi terhadap agenda global dalam transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo dalam peresmian tersebut adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Kepala SKK Migas Djoko Siswanto.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/28b1f859-8249-46ba-b97f-54955a3cbf86_jpeg.jpg)
Dalam pertemuan, Presiden Prabowo Subianto dan PM Lawrence Wong juga sepakat mendorong penyelesaian damai atas sejumlah isu regional dan global yang tengah memanas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedua negara memiliki keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya di Gaza serta meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. ”Kami membahas masalah regional dan global. Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas situasi di Gaza dan eskalasi konflik Israel-Iran. Kami menekankan pentingnya solusi damai, negosiasi, dan kami menyerukan gencatan senjata segera,” ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, dibahas pula terkait situasi di Myanmar. ”Mengenai Myanmar, kami sepakat bahwa kami juga harus berkonsentrasi untuk mencapai keterlibatan dan hasil yang damai di Myanmar,” katanya.
PM Wong pun menyampaikan komitmen Singapura untuk terus memperkuat kerja sama di kawasan bersama negara-negara anggota ASEAN. ”Sebagai anggota pendiri ASEAN, kami akan terus bekerja sama dengan sesama negara anggota ASEAN untuk memperkuat kawasan kami dan menegakkan sistem multilateral yang berdasarkan aturan,” kata PM Wong.
Dalam semangat multilateralisme dan stabilitas kawasan, kedua pemimpin menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki peran strategis dalam menjaga perdamaian dan memperkuat tatanan internasional berbasis hukum.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan