KECELAKAAN LAUT

236 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cocokkan Manifes KMP Mutiara Sentosa II

Sebanyak 236 penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di Laut Jawa telah terevakuasi ke Jawa Timur. Namun, 5 penumpang di antaranya tewas.

03 Agt 2026 10:44 WIB · Ekonomi & Bisnis

AFP

Oleh Ambrosius Harto

SURABAYA, KOMPAS — Sebanyak 236 penumpang dan awak Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mutiara Sentosa II yang terbakar di Laut Jawa, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026), telah dievakuasi. Lima orang di antaranya tewas.

Hingga Senin (3/8/2026), tim SAR masih melakukan pencarian karena jumlah korban yang dievakuasi belum dipastikan sesuai dengan data manifes.

”Menurut manifes, kapal itu mengangkut 271 orang,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit, Senin. Sebanyak 271 jiwa terdiri dari 232 penumpang, 26 kru, dan 13 anak buah kapal tambahan.

Survivors of the Mutiara Sentosa 2 ferry which caught fire in the waters off Madura island, East Java, on August 2, 2026, gather at Tanjung Perak port in Surabaya early on August 3, 2026. An Indonesian ferry caught fire at sea on Sunday, killing five people and leaving another 41 missing after some jumped overboard, search and rescue officials said. A total of 225 people on the vessel were rescued, said the regional Surabaya Search and Rescue Agency, which provided the latest figures in an afternoon update. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP)

Sebelumnya, kebakaran terjadi di perairan berjarak sekitar 45 kilometer di utara Pantai Galung, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Minggu, pukul 06.48 WIB. KMP Mutiara Sentosa II melayani Surabaya-Makassar.

Menurut Azhari, penumpang asal Makassar, Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi saat penumpang baru bangun dan hendak sarapan. Sumbernya diduga dari buritan.

”Kebakaran dengan cepat menjalar ke tengah. Tidak ada pilihan lain bagi penumpang untuk terjun ke laut,” katanya.

This aerial picture shows the passenger ship Mutiara Sentosa 2 catching fire in the waters off Madura island, East Java, on August 2, 2026. Five people have been found dead, 41 are missing and 225 were rescued after an Indonesian ferry caught fire while at sea on August 2, search and rescue officials said. (Photo by FRIDA PERKASA / AFP)

Para penumpang yang terjun ke laut sempat terombang-ambing selama 4 jam sebelum mendapatkan pertolongan dari kapal-kapal yang melintas dekat lokasi kejadian.

Berdasarkan data Kantor SAR Surabaya, evakuasi dilakukan MV Meratus Pematang Siantar, TB Hasnus 26, MV Transko Arafura, dan MV Meratus Project 3.

Selain itu, ada MV Prakarsa Mas, MV Selaras Mas, SC Alia XVII, KN SAR Permadi, MV Alcon Daniel, MV British Mentor, hingga nelayan Ambunten dari Sumenep.

Sejumlah petugas mengangkat kantong berisi jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II setibanya di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2026).  Kapal kargo Meratus Pematang Siantar mengevakuasi 111 penumpang dalam kondisi hidup dan dua penumpang dalam kondisi meninggal korban KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Madura pada Minggu (2/8). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wpa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, akan mengevaluasi kinerja Atosim selaku operator Mutiara Sentosa II. Evaluasi dan sanksi akan dijatuhkan setelah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai menginvestigasinya.

”Kami akan evaluasi, tetapi yang terpenting dilihat dulu penyebabnya dari KNKT. Ini pelajaran buat kita dan evaluasi bagi perusahaan yang bersangkutan,” kata Dudy.

Selain evaluasi terhadap operator, Kemenhub akan memprioritaskan pencocokan data manifes dengan jumlah korban. Dudy mengatakan, bisa terjadi perbedaan data antara manifes dan kondisi di lokasi.

Perbedaan, kata dia, terjadi karena mungkin ada sejumlah penumpang yang tiba-tiba membatalkan perjalanan tanpa disertai pembaruan manifes. Di sisi lain, ada temuan lima anak yang identitasnya tidak tercatat dalam manifes.

KMP Mutiara Sentosa II dioperasikan PT Atosim Lampung Pelayaran sebagai feri roll on-roll off atau Roro. Kapal ini selesai dibangun di Saiki Heavy Industries, Jepang. Sejak Januari 1992, kapal yang awalnya bernama Ferry Osaka ini dioperasikan Meimon Taiyo Ferry dengan rute Osaka-Kitakyushu.

September 2015, Ferry Osaka pensiun bertugas di Jepang dan dibeli Atosim. Namanya sempat diubah dari Ferry Osaka menjadi Golden Bird V. Oleh Atosim, kapal itu kemudian diberi nama Mutiara Sentosa II dengan rute Surabaya-Makassar.

Dari catatan Kompas, kapal serupa, bernama KMP Mutiara Sentosa I pernah mengalami kebakaran pada 19 Mei 2017. Kapal dengan rute Surabaya-Balikpapan itu terbakar dekat Kepulauan Masalembu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ambrosius Harto
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase