2,5 Tahun Pascatragedi, Stadion Kanjuruhan Akhirnya Gelar Liga 1

Setelah dua tahun tanpa aktivitas olahraga pascatragedi yang menewaskan 135 orang, Stadion Kanjuruhan di Malang bakal kembali menggelar pertandingan sepak bola.

08 Mei 2025 12:58 WIB · Nusantara

Oleh Defri Werdiono

Setelah dua tahun tanpa aktivitas olahraga pascatragedi yang menewaskan 135 orang, Stadion Kanjuruhan di Malang bakal kembali menggelar pertandingan sepak bola Liga I. Sejumlah persiapan pun dilakukan, utamanya terkait dengan keamanan.

Kesibukan terlihat di gerbang masuk kompleks Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (8/5/2024). Sejumlah petugas steward menghalau orang-orang yang tidak berkepentingan masuk ke area stadion. Petugas dari kepolisian dan dinas perhubungan juga tampak di lokasi.

”Sedang simulasi laga amal,” ujar salah satu steward yang mengenakan rompi warna kuning. Sore ini, pukul 15.30 Arema FC dijadwalkan bermain melawan Arema All Star. Laga amal ini menjadi simulasi sekaligus mematangkan persiapan menggelar laga resmi di stadion itu.

Ya, kurang dari 72 jam lagi, stadion yang berada di Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, itu akan kembali dipakai menghela pertandingan sepak bola setelah terhenti sejak 1 Oktober 2022.

Kala itu, sebanyak 135 suporter tewas dan ratusan lainnya luka-luka pascalaga Arema FC versus Persebaya Surabaya yang berakhir 2-3 untuk kemenangan tim tamu, sebelum peristiwa memilukan itu terjadi.

Suasana di depan pintu masuk Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur, jelang laga amal, Kamis (8/5/2025) dan dua tiga hari jelang laga resmi Liga 1 pada 11 Mei nanti.

Kini, di sisa waktu perhelatan Liga 1 2024-2025, ada dua laga yang dijadwalkan berlangsung di Kanjuruhan. Pada 11 Mei nanti, laga derbi Arema FC menjamu tamunya, Persik Kediri. Selanjutnya, Arema akan menghadapi Semen Padang pada 25 Mei.

Sejauh ini, sejak awal liga bergulir, 9 Agustus 2024 lalu, Arema FC menggunakan Stadion Supriyadi di Kota Blitar sebagai markas. Arema sendiri kini berada di peringkat kesembilan klasemen dengan mengumpulkan 46 poin di bawah Persija Jakarta yang mengantongi 47 poin.

Di luar renovasi stadion oleh pemerintah pusat yang menelan anggaran APBN sebesar Rp 357 miliar, sejumlah persiapan telah dilakukan untuk menyambut laga itu. Tak hanya oleh tim, tetapi juga fans yang tergabung dalam Aremania dan pihak terkait, utamanya aparat keamanan.

Pada Selasa (6/5/2025) digelar silaturahmi Mewujudkan Malang Makmur bersama Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Nanang Avianto, Bupati Malang M Sanusi, tiga kepala polres di wilayah Malang Raya, Presidium Aremania Utas yang menjadi wadah suporter, perwakilan Aremania dan Aremanita, serta pihak Arema FC. Kegiatan berlangsung di Pendopo Agung Malang.

Nanang pun menyampaikan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, suporter, dan manajemen klub guna menjaga keamanan di Malang Raya. Tragedi Kanjuruhan, menurut Nanang, tidak boleh terulang. Pihaknya berharap semua pihak bisa saling menjaga sehingga pertunjukkan olahraga bisa dinikmati bersama.

Menurut Nanang, aparat telah mendesain pola-pola pengamanan yang lebih humanis. Dan semua itu tidak lepas dengan rekan-rekan di lapangan. Simbiosis mutualisme yang baik musti terjadi. Tidak ada sumbatan informasi, bagaimana pertandingan menjadi pertunjukan yang elok.

Silaturahmi Mewujudkan Malang Makmur yang dihadiri Kepala Polda Jatim, para kepala polres di Malang Raya, Bupati Malang, dan perwakilan Aremania Aremanita, Presidium Aremania Utas, dan Arema FC di pendopo agung Kabupaten Malang, Selasa (6/5/2025).

”Pengamanan akan kita lakukan asesmen. Kita sudah melakukan dan berkoordinasi dengan panpel (panitia pelaksana). Jadi, kita buat sehumanis mungkin pelaksanaannya dan profesional,” ujarnya. Di akhir silaturahmi, bacaan Surat Al-Fatihah bersama pun dipanjatkan untuk para korban tragedi.

Pada 19 April lalu, doa bersama juga diselenggarakan di Lapangan Rampal Kota Malang. Ribuan Aremania dan Aremanita hadir pada acara bertajuk ”Halalbihalal Aremania-Aremanita Sejagat Raya”. Selain mubalig, hadir pada kesempatan itu sejumlah tokoh agama, keluarga korban tragedi Kanjuruhan, dan forum komunikasi pimpinan daerah.

Quote

Setelah berpuluh tahun kita di Malang, belasan tahun ada dualisme, akhirnya di ranah suporter sudah bisa bersatu.

Dari sisi suporter pascatragedi memang telah berbenah. Dipelopori oleh para tokoh Aremania di Malang Raya, pada 1 Juni 2024 dilakukan musyawarah nasional (munas). Hasilnya ada tujuh presidium dan setahun terakhir telah membuahkan progres, salah satunya organisasi ini telah tercatat di Kementerian Hukum beserta anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

”Setelah berpuluh tahun kita di Malang, belasan tahun ada dualisme, akhirnya di ranah suporter sudah bisa bersatu. Alhamdulillah. Juga di ranah klub kita sedang berupaya caranya bisa hanya ada satu klub di Malang,” ucap Ali Rifki, Koordinator Presidium Aremania Utas.

Progres lainnya, menurut Ali Rifki, pihaknya sudah meluncurkan kartu tanda anggota (KTA). Dalam kurun waktu 11 bulan, hampir 7.000 suporter telah memiliki KTA dan terdata melalui aplikasi.

Kepala Polda Jatim Inspektur Jenderal Nanang Avianto dan Bupati Malang M Sanusi (kiri) menjawab pertanyaan awak media soal kesiapan penyelenggaraan pertandingan liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Selasa (6/5/2025).

”Kita satu-satunya suporter yang punya aplikasi dan KTA-nya muncul di aplikasi dan bisa digunakan untuk pembelian tiket dan kebutuhan lainnya. Aplikasi sudah diluncurkan dan bermanfaat karena di dalam aplikasi ada berita-berita yang ter-update,” katanya.

Dari sisi sosial, mereka mendapatkan bantuan mobil ambulans dari pemerintah kabupaten. Ambulans ini bisa melayani lima-tujuh pasien per hari. Pembiayaannya dari keuangan organisasi. Ada iuran dari anggota, dari Aremania untuk Aremania.

Dari sisi stadion, kapasitas bagi penonton juga telah dibatasi dengan adanya kursi di tribune ekonomi pascarenovasi. Jika tadinya lebih dari 35.000 penonton bisa masuk, kini kapasitas stadion hanya 21.603 tempat duduk, terbagi 108 kursi VVIP, 2.465 kursi VIP, 134 kursi media, dan 16 kursi disabilitas.

Juga dilakukan perluasan pintu masuk/keluar, perubahan arah tangga dari vertikal menjadi ”Z”, dan adanya jalur untuk penyandang disabilitas. Satu lagi, Kanjuruhan dilengkapi monumen Tragedi Kanjuruhan yang mencantumkan nama-nama korban meninggal dunia dalam tragedi itu.

General Manager Arema FC M Yusrinal Fitriandi, yang hadir dalam silaturahmi, mengatakan, sebelum laga resmi, akan lebih dulu diselenggarakan laga amal. Kegiatan ini sekaligus menjadi simulasi apa yang musti dilakukan pihak terkait, aliran pergerakan penonton, sekaligus pengamanan apakah telah berjalan baik.

”Charity secara online. Jadi, semua seperti pelaksanaan pertandingan. Simulasinya riil seperti pertandingan resmi. Total penonton 2.000 orang,” ujar Yusrinal yang mengaku hasil pertandingan amal akan diperuntukkan bagi keluarga korban tragedi Kanjuruhan.

Kondisi Stadion Kanjuruhan Malang usai renovasi. Foto diambil Sabtu (18/01/2025).

Kepala Polres Malang Ajun Komisaris Besar Danang Setiyo PS menegaskan, pengamanan akan dilakukan secara berlapis sesuai dengan standar operasional. Fokus pengamanan di ring 2 atau gerbang pembelian tiket, serta ring 3 dan 4 yang mencakup area luar stadion dan akses lalu lintas sekitar.

Menurut Danang, pihaknya juga telah menyiapkan langkah antisipasi melalui koordinasi intensif bersama TNI, pemerintah kabupaten, manajemen Arema, dan unsur lainnya.

Skema pengamanan akan melibatkan lebih dari 2.000 personel gabungan dari Polres Malang, Polda Jatim, TNI, Satpol PP, hingga tenaga medis. Rekayasa lalu lintas juga diterapkan, jalur evakuasi darurat, serta posko layanan cepat tanggap.

Ring 1 yang ada di dalam stadion sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia pelaksana (panpel) dan steward internal.

”Panpel hanya menyiapkan 10.000 tiket yang dijual secara online melalui aplikasi Arema Utas. Tiket hanya bisa dibeli oleh member yang sudah terverifikasi, sebagai bentuk pembatasan dan pengendalian jumlah penonton. Penonton wajib terverifikasi sebagai member, membawa e-tiket, dan KTP saat masuk stadion,” ujar Kepala Seksi Humas Polres Malang Ajun Komisaris Bambang Subinajar menambahkan.

Dengan persiapan yang matang, semoga pertandingan liga satu di Kanjuruhan—di momentum waktu tersisa maupun musim-musim selanjutnya—tidak saja aman, damai, tetapi juga enak disaksikan. Seperti kata Bupati Malang M Sanusi yang menyatakan kesiapannya menggelar laga.

”Kita dukung kedamaian dan keindahan sehingga semua kegiatan pertandingan menjadi tontonan yang menyenangkan untuk masyarakat,” ucapnya. Dan, tentunya tidak kalah penting jangan sampai tragedi Kanjuruhan terulang lagi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Defri Werdiono
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .