Hujan Deras Masih Bakal Mengguyur Sumatera hingga Tiga Hari ke Depan

Sejumlah daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat dilanda bencana hidrometeorologi. BNPB catat jumlah korban 174 jiwa.

29 Nov 2025 12:36 WIB · Lingkungan

Oleh Defri Werdiono

JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat masih bakal diguyur hujan deras dalam tiga hari ke depan. Warga diminta tetap waspada menghadapi potensi bencana.

Berdasarkan potensi cuaca ekstrem tiga harian yang dikutip dari laman bmkg.go.id, hujan sedang-lebat diperkirakan masih berlangsung di Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada 29 dan 30 November, serta 1 Desember. Adapun di Aceh, potensi hujan kategori sedang-lebat pada 1 Desember.

Potensi hujan sedang-lebat dalam tiga hari ke depan juga berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Bahkan, di daerah lain, seperti Riau, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Papua, hujan diperkirakan sampai kategori sangat lebat disertai angin.

BMKG Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (29/11/2025), menyampaikan, terdapat eks siklon tropis Senyar di dalam wilayah pemantauan TCWC Jakarta. Saat ini, pusat sirkulasi berada di 5,0 Lintang Utara 105,9 Bujur Timur.

Di sekitar Laut China Selatan sebelah utara Tarempa dengan kecepatan angin maksimum 30 knot dan tekanan minimum 1.003 hPa. Dalam 24 jam ke depan siklon tropis Senyar bergerak ke arah timur laut.

Adapun potensi pertumbuhan siklon tropis di dalam wilayah tanggung jawab TCWC Jakarta dalam beberapa hari ke depan diperkirakan sebagai berikut: Minggu (+24 jam) rendah, Senin (+48 jam) rendah, dan Selasa (+72 jam) rendah. Meski begitu, kewaspasdaan tetap harus dijaga untuk meminimalkan bencana terjadi lagi.

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah yang ditemukan di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). Desa itu sempat terisolasi empat hari pasca banjir bandang. Korban bisa dievakuasi setelah akses jalan bisa dibuka.

Data korban

Dalam keterangan tertulis, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyampaikan, tercatat 174 orang meninggal, 79 hilang, dan 12 luka-luka akibat bencana hidrometeorologi di Sumut, Sumbar, dan Aceh.

”Data ini akan berkembang terus. Masih ada titik-titik yang belum ditembus. Diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ungkap Suharyanto.

Di Sumut tercatat 116 orang meninggal dan 42 orang lainnya masih dicari. Sejumlah tempat pengungsian ada di Humbang Hasundutan hingga Mandailing Natal yang sebagian besar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Kecamatan Batahan.

Gangguan infrastruktur juga masih berdampak pada akses transportasi. Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidimpuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik.

Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak putus akibat banjir dan longsor. Upaya pembukaan akses dilakukan melalui pengerahan alat berat.

Penyaluran logistik, menurut Suharyanto, telah dilakukan terutama di Tapanuli Tengah dan Mandailing Natal. Termasuk bantuan beras, makanan siap saji, tenda, terpal, serta family kit. Pemerintah pusat juga mengerahkan personel BNPB, TNI/Polri, serta dukungan lintas kementerian/lembaga.

Kondisi jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi sehari usai dilanda banjir bandang di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025) malam. Sedikitnya enam orang tewas dalam bencana yang terjadi pada Kamis (27/11/2025 sore ini dan sejumlah warga lainnya dilaporkan hilang.

Bantuan Presiden berupa alat komunikasi, genset, LCR, kompresor, tenda, dan kebutuhan konsumsi telah disalurkan. Dukungan alutsista meliputi pesawat Caravan, helikopter Airbus EC 155 untuk distribusi logistik-peralatan dan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses desa terdampak.

Bencana ini, kata Suharyanto, turut mengganggu sistem jaringan telekomunikasi sehingga memicu keterlambatan pendataan, distribusi, hingga perkembangan informasi di lapangan. Untuk sementara, jaringan internet starlink ditempatkan di lokasi pengungsian ataupun di posko penanganan darurat.

”Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun di posko penanganan darurat,” kata Suharyanto

Adapun korban meninggal di Aceh mencapai 35 orang, 25 orang hilang, dan 8 luka-luka. Korban terbanyak dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, pendataan masih berlangsung di sejumlah wilayah, seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.

”Ini akan berkembang terus datanya dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal (di Aceh),” kata Suharyanto.

Pengungsian tersebar luas di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe. Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan pusat untuk percepatan distribusi logistik dan layanan dasar.

”Per sore ini yang mengungsi ada 4.846 keluarga,” katanya.

Akses transportasi di beberapa wilayah Aceh juga mengalami kerusakan signifikan. Jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh putus akibat longsor. Kerusakan jembatan di Meureudu menyebabkan terhentinya konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.

Sejumlah kabupaten seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah saat ini tidak dapat diakses melalui jalur darat karena kerusakan total jalan nasional dan jembatan. Jalur udara menjadi alternatif utama dengan pemanfaatan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.

Petugas kepolisian melakukan melakukan tindakan tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025).

Untuk menjaga kelancaran komunikasi darurat, perangkat starlink telah dipasang di Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, serta dalam proses mobilisasi ke beberapa wilayah lainnya. Penyaluran logistik dilakukan antara lain di Kota Lhokseumawe berupa beras, mi instan, minyak goreng, telur, gula, diaper, dan obat-obatan.

Pemerintah pusat mengerahkan 26 personel BNPB serta mengirimkan bantuan Presiden melalui tiga pesawat Hercules membawa logistik berupa beras, gula, minyak, mi instan, perangkat komunikasi, tenda, genset, LCR, dan kompresor.

Sementara itu, di Sumbar ada 23 orang meninggal, 12 hilang, dan 4 luka-luka yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

Beberapa wilayah melaporkan tempat pengungsian, di antaranya 50 tempat di Pesisir Selatan, 3 di Kota Padang, dan beberapa tempat lain di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Jumlah total sementara pengungsi ada 3.900 keluarga.

Seperti Sumut dan Aceh, kerusakan juga terjadi pada sarana transportasi di Sumbar, termasuk lima jembatan rusak di Padang Pariaman.

Longsor terjadi pada jalur nasional Bukittinggi–Padang di wilayah Padang Panjang serta jalur provinsi di Kabupaten Agam. Sekitar 200 kendaraan sempat terjebak akibat terputusnya jalan di Kecamatan Ampek Koto.

BNPB bersama pemerintah daerah telah menyalurkan logistik darurat di Tanah Datar dan Kota Bukittinggi berupa paket sembako, hygiene kit, kasur lipat, makanan siap saji, dan perlengkapan kebersihan.

Bantuan Presiden juga telah tiba berupa alat komunikasi, genset, tenda, LCR, dan bahan makanan siap konsumsi untuk mendukung percepatan penanganan darurat.

Di tengah gegap gempita Pilkada Serentak, warga menghadapi bencana banjir di Kecamatan Sunggal, Kabuten Deli Serdang, Sumut. Banyak warga tak bisa memberikan suara dan beberapa TPS tidak bisa berjalan.

Modifikasi cuaca

Sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi ini, BNPB juga memulai operasi modifikasi cuaca (OMC) secara serentak. Operasi ditujukan untuk mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman.

Di Aceh, OMC resmi dimulai Jumat (28/11/2025), menggunakan pesawat PK-SNP dari Posko Bandara Sultan Iskandar Muda.

Sementara itu, di Sumut, operasi dimulai Kamis (27/11/2025) dari Posko Bandara Kualanamu. Saat ini telah diselesaikan empat sortie penerbangan dengan total 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO).

Adapun operasi di Sumbar dijadwalkan mulai beroperasi, Sabtu (29/11/2025), dengan mengerahkan pesawat PK-DPI dan PK-SNK dari Posko Bandara Internasional Minangkabau.

Bencana banjir dan longsor melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Puluhan ribu keluarga terdampak bencana itu. Dana Kemanusiaan Kompas membuka dompet kemanusiaan untuk menampung bantuan pembaca yang hendak meringankan derita para korban. Dompet dibuka hingga tanggal 31 Desember 2025. Bantuan dapat ditransfer ke rekening Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas, Rekening BCA Cabang Gajah Mada, Jakarta, Nomor A/C 0123021433

 

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Defri Werdiono
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji