4.145 Penyintas Erupsi Lewotobi Akan Memilih di Pos Pengungsian

Masih ada pemilih yang bertahan di zona merah. Mereka diarahkan ke TPS terdekat.

25 Nov 2024 09:18 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum mendirikan 22 tempat pemungutan suara pada tujuh pos pengungsian yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu.

Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, pada Senin (22/11/2024) mengatakan, tujuh pos pengungsian di maksud adalah Konga sebanyak 1.005 pemilih, Watotika Ile sebanyak 101, Lewolaga sebanyak 1.112, Bokang sebanyak 396, Kobasoma sebanyak 521, Lewoingu 786, dan Ile Gerong sebanyak 224.

Menurut Baharudin, para pemilih berasal dari dua kecamatan terdampak erupsi, yakni Wulanggitang dan Ile Bura. ”Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS (tempat pemungutan suara) di desa tempat mereka berada saat ini,” katanya.

Untuk memastikan semua penyintas kebagian hak pilih, petugas melakukan sosialisasi dan pendataan di tempat pengungsian selama dua pekan terakhir. Petugas sempat kesulitan lantaran pengungsi yang berasal dari satu desa, misalnya, terpencar ke beberapa titik pengungsian.

Ketua KPU NTT Jemris Fointuna (kiri) berbincang dengan anggota KPU NTT Baharudin Hamzah di Kantor KPU NTT pada Senin (12/2/2024).

Kendala lain, lanjut Baharudin, masih ada warga yang tetap tinggal di lokasi bencana yang oleh pemerintah diminta untuk dikosongkan. Petugas pemilu masuk ke zona merah itu untuk sosialisasi. Terhadap pemilih ini, diarahkan ke TPS di desa terdekat.

Quote

Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS di desa tempat mereka berada saat ini.

Lebih kurang 13.000 jiwa mengungsi sejak erupsi pada 3 November 2024. Erupsi besar itu menewaskan sembilan orang dan melukai lebih kurang 60 orang. Korban terkena batu api yang terlontar dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki, yang berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu.

Boby Lamanepa, petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, pada Senin pagi melaporkan, erupsi masih terus terjadi. Tinggi kolom erupsi mencapai 1.000 serta aliran lava ke sisi barat dan barat laut mencapai 3.800 meter. Gemuruh masih terdengar lemah hingga sedang.

Dalam catatan Kompas, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pertama kali tercatat dalam sejarah manusia terjadi pada tahun 1861. Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki kembaran bernama Gunung Lewotobi Perempuan yang memiliki ketinggian 1.708 meter di atas permukaan laut.

Kepulan awan letusan gunung Lowetobi Laki-laki pada kmis (7/11/2023) pukul 10.30 wib atau 12.30 wita diperkirakan mencapai 8-10 km di atas permukaan tanah. Gunung lewotobi pada Kamis ini terus erupsi mulai pukul 00.40.

Puncak kedua gunung itu terpisah jarak lebih kurang 2 kilometer. Pelana yang memisahkan kedua puncak itu berketinggian 1.232 meter di atas permukaan laut. Adapun erupsi Gunung Lewotobi Perempuan pertama kali tercatat adalah pada tahun 1921. Gunung Lewotobi Laki-laki lebih banyak erupsi dibandingkan dengan Gunung Lewotobi Perempuan.

Pemetaan Bawaslu

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento mengatakan, lokasi bencana menjadi salah satu titik rawan. Pihaknya akan intensif mengawasi, termasuk memastikan para penyintas mendapatkan hak pilih. ”Jika hingga H-1 ada yang belum dapat undangan, bisa dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.

Dalam pemetaan Bawaslu NTT, sebanyak 138 TPS masuk dalam kategori wilayah bencana. Selain itu, 545 TPS masuk kategori terdapat pemilih memenuhi syarat yang tidak terdaftar. Ada juga 303 TPS yang sulit dijangkau secara geografis. Tingkat kerawanan lainnya adalah potensi politik uang di 108 TPS dan potensi kekerasan di 119 TPS.

Pengungsi Lewotobi Laki-laki

Menurut Nonato, semua potensi kerawanan itu sudah disampaikan kepada pihak terkait, termasuk KPU sebagai penyelenggara teknis. Ia juga mengajak para kontestan, tim sukses, pendukung dan simpatisan agar menjaga kualitas demokrasi dengan mematuhi aturan main dalam pemilu.

Di NTT, pilkada serentak berlangsung di 22 kabupaten/kota ditambah Pilgub NTT yang diikuti tiga pasang calon. Para kontestan dimaksud adalah Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, nomor urut dua Emanuel Melkiades Lala Lena-Johni Asadoma, dan nomor urut tiga Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .