KUPANG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum mendirikan 22 tempat pemungutan suara pada tujuh pos pengungsian yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu.
Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, pada Senin (22/11/2024) mengatakan, tujuh pos pengungsian di maksud adalah Konga sebanyak 1.005 pemilih, Watotika Ile sebanyak 101, Lewolaga sebanyak 1.112, Bokang sebanyak 396, Kobasoma sebanyak 521, Lewoingu 786, dan Ile Gerong sebanyak 224.
Menurut Baharudin, para pemilih berasal dari dua kecamatan terdampak erupsi, yakni Wulanggitang dan Ile Bura. ”Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS (tempat pemungutan suara) di desa tempat mereka berada saat ini,” katanya.
Untuk memastikan semua penyintas kebagian hak pilih, petugas melakukan sosialisasi dan pendataan di tempat pengungsian selama dua pekan terakhir. Petugas sempat kesulitan lantaran pengungsi yang berasal dari satu desa, misalnya, terpencar ke beberapa titik pengungsian.
Kendala lain, lanjut Baharudin, masih ada warga yang tetap tinggal di lokasi bencana yang oleh pemerintah diminta untuk dikosongkan. Petugas pemilu masuk ke zona merah itu untuk sosialisasi. Terhadap pemilih ini, diarahkan ke TPS di desa terdekat.
Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS di desa tempat mereka berada saat ini.
Lebih kurang 13.000 jiwa mengungsi sejak erupsi pada 3 November 2024. Erupsi besar itu menewaskan sembilan orang dan melukai lebih kurang 60 orang. Korban terkena batu api yang terlontar dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki, yang berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu.
Boby Lamanepa, petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, pada Senin pagi melaporkan, erupsi masih terus terjadi. Tinggi kolom erupsi mencapai 1.000 serta aliran lava ke sisi barat dan barat laut mencapai 3.800 meter. Gemuruh masih terdengar lemah hingga sedang.
Dalam catatan Kompas, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pertama kali tercatat dalam sejarah manusia terjadi pada tahun 1861. Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki kembaran bernama Gunung Lewotobi Perempuan yang memiliki ketinggian 1.708 meter di atas permukaan laut.
Puncak kedua gunung itu terpisah jarak lebih kurang 2 kilometer. Pelana yang memisahkan kedua puncak itu berketinggian 1.232 meter di atas permukaan laut. Adapun erupsi Gunung Lewotobi Perempuan pertama kali tercatat adalah pada tahun 1921. Gunung Lewotobi Laki-laki lebih banyak erupsi dibandingkan dengan Gunung Lewotobi Perempuan.
Pemetaan Bawaslu
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento mengatakan, lokasi bencana menjadi salah satu titik rawan. Pihaknya akan intensif mengawasi, termasuk memastikan para penyintas mendapatkan hak pilih. ”Jika hingga H-1 ada yang belum dapat undangan, bisa dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam pemetaan Bawaslu NTT, sebanyak 138 TPS masuk dalam kategori wilayah bencana. Selain itu, 545 TPS masuk kategori terdapat pemilih memenuhi syarat yang tidak terdaftar. Ada juga 303 TPS yang sulit dijangkau secara geografis. Tingkat kerawanan lainnya adalah potensi politik uang di 108 TPS dan potensi kekerasan di 119 TPS.
Menurut Nonato, semua potensi kerawanan itu sudah disampaikan kepada pihak terkait, termasuk KPU sebagai penyelenggara teknis. Ia juga mengajak para kontestan, tim sukses, pendukung dan simpatisan agar menjaga kualitas demokrasi dengan mematuhi aturan main dalam pemilu.
Di NTT, pilkada serentak berlangsung di 22 kabupaten/kota ditambah Pilgub NTT yang diikuti tiga pasang calon. Para kontestan dimaksud adalah Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, nomor urut dua Emanuel Melkiades Lala Lena-Johni Asadoma, dan nomor urut tiga Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu.
KUPANG, KOMPAS — Komisi Pemilihan Umum mendirikan 22 tempat pemungutan suara pada tujuh pos pengungsian yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu.
Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, pada Senin (22/11/2024) mengatakan, tujuh pos pengungsian di maksud adalah Konga sebanyak 1.005 pemilih, Watotika Ile sebanyak 101, Lewolaga sebanyak 1.112, Bokang sebanyak 396, Kobasoma sebanyak 521, Lewoingu 786, dan Ile Gerong sebanyak 224.
Menurut Baharudin, para pemilih berasal dari dua kecamatan terdampak erupsi, yakni Wulanggitang dan Ile Bura. ”Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS (tempat pemungutan suara) di desa tempat mereka berada saat ini,” katanya.
Untuk memastikan semua penyintas kebagian hak pilih, petugas melakukan sosialisasi dan pendataan di tempat pengungsian selama dua pekan terakhir. Petugas sempat kesulitan lantaran pengungsi yang berasal dari satu desa, misalnya, terpencar ke beberapa titik pengungsian.
Kendala lain, lanjut Baharudin, masih ada warga yang tetap tinggal di lokasi bencana yang oleh pemerintah diminta untuk dikosongkan. Petugas pemilu masuk ke zona merah itu untuk sosialisasi. Terhadap pemilih ini, diarahkan ke TPS di desa terdekat.
Selain memilih di pengungsian, banyak penyintas yang mengungsi secara mandiri, bisa ikut memilih di TPS di desa tempat mereka berada saat ini.
Lebih kurang 13.000 jiwa mengungsi sejak erupsi pada 3 November 2024. Erupsi besar itu menewaskan sembilan orang dan melukai lebih kurang 60 orang. Korban terkena batu api yang terlontar dari kawah Gunung Lewotobi Laki-laki, yang berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu.
Serial Artikel
Bayang Risiko dan Kisah Sunyi Para Pengamat Gunung Lewotobi
Bekerja dalam zona bahaya, petugas tak boleh tanggalkan sepatu. Sepeda motor wajib hadap halaman supaya, jika terjadi apa-apa, bisa langsung lari.
Boby Lamanepa, petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, pada Senin pagi melaporkan, erupsi masih terus terjadi. Tinggi kolom erupsi mencapai 1.000 serta aliran lava ke sisi barat dan barat laut mencapai 3.800 meter. Gemuruh masih terdengar lemah hingga sedang.
Dalam catatan Kompas, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pertama kali tercatat dalam sejarah manusia terjadi pada tahun 1861. Gunung Lewotobi Laki-laki memiliki kembaran bernama Gunung Lewotobi Perempuan yang memiliki ketinggian 1.708 meter di atas permukaan laut.
Puncak kedua gunung itu terpisah jarak lebih kurang 2 kilometer. Pelana yang memisahkan kedua puncak itu berketinggian 1.232 meter di atas permukaan laut. Adapun erupsi Gunung Lewotobi Perempuan pertama kali tercatat adalah pada tahun 1921. Gunung Lewotobi Laki-laki lebih banyak erupsi dibandingkan dengan Gunung Lewotobi Perempuan.
Pemetaan Bawaslu
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento mengatakan, lokasi bencana menjadi salah satu titik rawan. Pihaknya akan intensif mengawasi, termasuk memastikan para penyintas mendapatkan hak pilih. ”Jika hingga H-1 ada yang belum dapat undangan, bisa dilaporkan untuk segera ditindaklanjuti,” katanya.
Dalam pemetaan Bawaslu NTT, sebanyak 138 TPS masuk dalam kategori wilayah bencana. Selain itu, 545 TPS masuk kategori terdapat pemilih memenuhi syarat yang tidak terdaftar. Ada juga 303 TPS yang sulit dijangkau secara geografis. Tingkat kerawanan lainnya adalah potensi politik uang di 108 TPS dan potensi kekerasan di 119 TPS.
Menurut Nonato, semua potensi kerawanan itu sudah disampaikan kepada pihak terkait, termasuk KPU sebagai penyelenggara teknis. Ia juga mengajak para kontestan, tim sukses, pendukung dan simpatisan agar menjaga kualitas demokrasi dengan mematuhi aturan main dalam pemilu.
Di NTT, pilkada serentak berlangsung di 22 kabupaten/kota ditambah Pilgub NTT yang diikuti tiga pasang calon. Para kontestan dimaksud adalah Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, nomor urut dua Emanuel Melkiades Lala Lena-Johni Asadoma, dan nomor urut tiga Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu.
Serial Artikel
Bawaslu NTT: 108 TPS Rawan Politik Uang dan 119 Rawan Kekerasan
Patroli diintensifkan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan diperkuat. Para calon diminta patuhi aturan main.