90 Orang Tewas di Sumbar, Agam Jadi Lokasi Bencana Terparah

Selain 90 korban jiwa, ada 86 orang belum ditemukan dalam banjir bandang dan longsor di berbagai daerah di Sumatera Barat.

29 Nov 2025 19:40 WIB · Nasional

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Yola Sastra

PADANG PANJANG, KOMPAS — Jumlah korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat terus bertambah menjadi 90 orang tewas dan 86 orang hilang. Kabupaten Agam menjadi titik bencana terparah dengan jumlah 74 orang tewas dan 78 orang hilang.

"Hingga Sabtu siang, korban dalam bencana hidrometeorologi di Sumbar sebanyak 90 orang meninggal dan 86 orang hilang," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.

Arry menjelaskan, data korban jiwa atau korban hilang tersebut tersebar di tujuh daerah yang dilanda bencana. "Jumlah korban terbanyak di Kabupaten Agam, yaitu 74 orang meninggal dan 78 orang hilang," ujarnya.

Adapun data korban lain yang dilaporkan Pusdalops BPBD Sumbar, yaitu Padang Panjang 7 orang meninggal, Padang 5 orang meninggal, Tanah Datar 2 orang meninggal dan 1 orang hilang, Kota Solok 1 orang meninggal, dan Padang Pariaman 1 orang hilang.

Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Longsor yang terjadi karena tingginya intensitas hujan di daerah perbukan pada Rabu (26/11/2025) tersebut mengakibatkan puluhan rumah rusak dan sedikitnya tujuh korban meninggal dunia, belasan lainnya hilang, dan akses menuju lokasi putus total. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

Daerah lain yang dilanda bencana, tetapi tidak ada laporan korban jiwa atau hilang, yaitu Pariaman, Bukittinggi, Pasaman, Payakumbuh, Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Kabupaten Solok, dan Pesisir Selatan.

Arry menyebut, data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak. Jumlah korban berpotensi terus bertambah.

Quote

Alhamdulillah, cuaca di Sumbar mulai membaik. Langit sudah mulai biru dan matahari sudah kembali tampak.

Gubernur Sumbar Mahyeldi meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk mengoptimalkan penanganan korban bencana hidrometeorologi seiring membaiknya kondisi cuaca di wilayah Sumbar.

“Alhamdulillah, cuaca di Sumbar mulai membaik. Langit sudah mulai biru dan matahari sudah kembali tampak. Ini kesempatan bagi kita untuk mempercepat penanganan di lapangan,” ujar Gubernur Mahyeldi, Sabtu siang.

Kondisi blok A perumahan Luminpark Cluster usai dihantam banjir bandang dari Sungai Lubuk Minturun di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). Sedikitnya lima orang meninggal akibat banjir bandang di Kecamatan Koto Tangah.

Meski intensitas pencarian ditingkatkan, Mahyeldi tetap mengingatkan kewaspadaan tetap menjadi prioritas. Sebab, potensi ancaman masih bisa terjadi.

BMKG menyebut, Siklon Tropis Senyar mulai melemah setelah bergerak menjauhi wilayah Indonesia dan memasuki daratan Malaysia.

“Per Jumat, 28 November pukul 06.00 WIB, Ex-Siklon Senyar mengalami pelemahan intensitas seiring masuknya ke daratan Malaysia. Saat ini berada di Selangor dan bergerak ke arah timur-timur laut,” jelas Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase