Ide menyerang Hansi Flick kian tertancap di Barcelona. Saat ini, nyaris tidak ada yang bisa menghentikan agresivitas lini serang Barca di Spanyol.
27 Jan 2025 13:08 WIB · Olahraga
Manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, pernah mengatakan bahwa menyerang membuat Anda memenangkan laga, tetapi bertahan akan membawamu kepada gelar. Dengan filosofi menyerang yang ditanamkannya di Barcelona, Hansi Flick mencoba mematahkan pendapat itu. Ia hendak membuktikan bahwa dengan bermain menyerang pun gelar tetap bisa dimenangkan.
Sejak Flick datang menggantikan Xavi Hernandez, di Barcelona kini segalanya adalah tentang menyerang. Meski sudah tidak lagi mengandalkan penguasaan bola, Barca tetap membahayakan lawan dengan ide garis pertahanan tinggi dan bermain vertikal dari Flick.
Berkat pendekatan itu, “Blaugrana” berkali-kali bisa menang dengan sangat telak. Valencia menjadi korban terbaru agresi Barca saat takluk 1-7 di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Senin (27/1/2025) dini hari WIB. Saat laga baru berjalan separuh babak saja, Barca sudah menggila dengan menggelontorkan lima gol.
Barca bisa menempatkan lima hingga enam pemain di lini depan. Hal itu membuat pasukan Flick unggul jumlah dari pemain belakang Valencia. Ferran Torres, yang ditugaskan menjadi ujung tombak menggantikan Robert Lewandowski, dibantu Raphinha, Lamine Yamal, dan Fermin Lopez di belakangnya yang turut maju menyerang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/27/48fe875a-fe47-42c7-b431-1e3a8a444cc7_jpg.jpg)
Sementara dua bek sayap, Alex Balde dan Jules Kounde, juga bergerak sejajar dengan para pemain depan. Dengan banyaknya pemain Barca di kotak penalti lawan, peluang mencetak gol pun menjadi semakin besar. Flick menginstruksikan para pemainnya untuk lebih sering melepaskan umpan silang yang menimbulkan kekacauan di kotak penalti Valencia.
Lewat cara bermain seperti ini, Frenkie De Jong bahkan sudah membawa Barca membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit. Lima menit berselang, Ferran menggandakan keunggulan Barca setelah memaksimalkan umpan silang Balde.
Ini adalah pertandingan yang sempurna, meskipun selalu ada hal yang harus kami tingkatkan.
Kecenderungan untuk bermain vertikal berbuah hasil enam menit kemudian. Kali ini, giliran Raphinha yang sukses memanfaatkan keterlambatan para pemain Valencia dalam bertransisi. Fermin tidak ketinggalan menyumbangkan dua gol tambahan hingga babak pertama usai.
Valencia baru bisa membalas di babak kedua melalui Hugo Duro. Namun gol Duro itu hanya menjadi pelipur lara karena Barca pada akhirnya mempertegas kemenangan berkat gol dari Lewandowski dan gol bunuh diri Cesar Tarrega.
Berkat kemenangan atas Valencia, Barca akhirnya memupus empat laga tanpa kemenangan di Liga Spanyol. Selain itu, hasil ini menambah panjang agresi kemenangan besar Barca musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/27/ac06b3b1-0042-415f-81b7-01a5a6a6e341_jpg.jpg)
Sebelum Valencia, Barca sudah lebih dulu membungkam Real Madrid, 5-2, pada final Piala Super Spanyol. Pada pertandingan selanjutnya, giliran Real Betis yang dibantai, 5-1. Performa Barca dengan menggelontorkan banyak gol yang paling menyita perhatian adalah saat menang dramatis 5-4 atas Benfica di Liga Champions Eropa.
Benang merah dari sejumlah kemenangan besar Barca adalah gol dicetak nyaris merata oleh sejumlah pemain. Meski memiliki pemain berkarakter menyerang seperti Lewandowski, Raphinha, dan Yamal, gol-gol Barca tidak Cuma bertumpu pada mereka. Bek seperti Eric Garcia atau De Jong yang berposisi sebagai gelandang bertahan juga bisa turut andil mencetak gol.
“Pelatih memberi tahu kami bahwa setiap pemain dalam tim itu penting. Kami ingin berjuang demi (gelar) Liga Spanyol,” kata Fermin.
Meski menang besar, Barca saat ini masih tertahan di peringkat ketiga liga. Mereka tertinggal tujuh poin dari Real yang memimpin klasemen dan tiga poin dari Atletico Madrid di peringkat kedua.
Ide bermain Flick memang menjadikan Barca sebagai tim yang haus gol. Akan tetapi di sisi lain, mereka amat rentan terhadap lawan yang lihai memanfaatkan ruang antara kiper dan bek akibat garis pertahanan tinggi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/27/f871e73c-ee7c-41bf-aa9e-01281a558638_jpg.jpg)
Benfica menjadi tim yang mengerti cara mengeksploitasi kelemahan Barca tersebut. Kelemahan garis pertahanan tinggi coba ditangkal Barca dengan jebakan offside. Akan tetapi, para pemain Benfica bisa mengatasinya hingga mampu mencetak empat gol, walaupun pada akhirnya harus kalah seusai kebobolan gol pada menit-menit akhir.
“Ini adalah pertandingan yang sempurna, meskipun selalu ada hal yang harus kami tingkatkan,” ucap Torres.
Selain mengatasi kelemahan garis pertahanan tinggi, aspek penting lain yang perlu ditingkatkan Barca adalah konsistensi dalam penyelesaian akhir. Filosofi menyerang Flick akan sangat bergantung pada kepiawaian Barca dalam mengonversi peluang. Bila tidak, semua upaya menyerang itu akan berakhir sia-sia.
Hal tersebut dialami Barca saat harus puas bermain imbang 1-1 kontra Getafe. Meski punya enam peluang emas, hanya satu di antaranya yang berhasil dioptimalkan para pemain Barca.
Masih banyak waktu bagi Flick untuk membenahi timnya. Tiket 16 besar Liga Champions sudah dalam genggaman. Peluang meraih gelar juga masih cukup terbuka di Liga Spanyol. Dengan kans meraih juara yang masih terbuka di dua kompetisi elite itu, Flick dalam rute yang tepat dalam upaya meruntuhkan pendapat Ferguson. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji