Air Mata Haru Frattesi Meruntuhkan Martabat Bayern

Kehilangan orang tersayang jadi pelecut Davide Frattesi memberikan kemenangan dramatis bagi Inter Milan. Rekor 27 laga tak kalah Bayern Muenchen di kandang berakhir.

09 Apr 2025 07:55 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MUENCHEN, RABU — Davide Frattesi tidak hanya membuat jutaan pendukung Inter Milan tersenyum saat menyaksikan laga pertama perempat final Liga Champions kontra Bayern Muenchen, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB, di Stadion Allianz Arena, Jerman. Sang nenek, yang hanya berselang beberapa jam sebelum sepak mula laga itu wafat, juga bisa tenang pergi dari alam dunia.

Sontekan Frattesi yang menyambut umpan silang bek sayap kiri Carlos Augusto, ketika waktu normal babak kedua tersisa dua menit, memastikan kemenangan 2-1 Inter atas Bayern. Gol itu hanya berselang kurang dari tiga menit dari gol penyama kedudukan Bayern melalui sepakan Thomas Mueller.

Sebelum drama dua gol di pengujung laga itu, Inter lebih dulu unggul melalui penyelesaian akhir brilian sang kapten, Lautaro Martinez, di menit ke-38. Martinez menyepak bola dengan bagian luar kaki kanannya sehingga menghadirkan pergerakan bola yang melintir untuk menaklukkan kiper Bayern, Jonas Urbig.

Frattesi, yang masuk di menit ke-74 untuk menggantikan tempat Henrikh Mkhitaryan, merayakan golnya dengan sangat emosional. Ia membuka dan melempar jersei ke udara yang disambut pelukan pemain-pemain Inter.

Meskipun sempat terlihat penuh suka, Frattesi menutup perayaan gol itu dengan air mata. Wajahnya memerah. Martinez sampai memberikan pelukan erat dan menghibur rekannya itu sebelum bersiap kembali melanjutkan pertandingan.

Gelandang Inter Milan, Davide Frattesi (kiri), merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Bayern Muenchen pada laga perempat final Liga Champions di Muenchen, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB. Inter menang 2-1.

Frattesi mengakui sangat kehilangan sang nenek. Ia mendapat kabar neneknya meninggal sebelum pertandingan melawan Bayern dimulai. Kondisi itu membuatnya amat ingin mempersembahkan sesuatu bagi sosok penting dalam hidupnya itu di Allianz Arena.

”Ketika saya mendengar kabar (wafat nenek) itu, saya berusaha terus melaju meskipun sejujurnya itu sangat sulit. Saya juga terkejut betapa beratnya rasa kehilangan ini. Saya amat dekat dengan nenek saya,” ujar Frattesi kepada Sky Sport Italia seusai laga.

”Saya pikir dia (sang nenek) juga berandil pada gol saya. Semoga dia menyaksikan dan memberikan dukungan kepada saya dari atas sana,” tambah Frattesi yang memiliki keluarga besar di Roma, ibu kota Italia.

Kedekatan Frattesi dengan sang nenek tersaji pada perayaan scudetto Liga Italia musim lalu. Ia memiliki foto dengan neneknya pada perayaan gelar liga ke-20 Inter di lapangan Stadion San Siro.

Skenario Inzaghi

Terlepas dari gol yang sangat emosional untuk Frattesi, Inter mengoleksi performa gemilang untuk menyajikan antitesis dari penampilan menyerang ala Bayern. Tidak melulu membiarkan Bayern nyaman dengan penguasaan bola dominan, Inter juga sempat lebih banyak menguasai bola pada babak pertama.

Germany Soccer Champions League

Sebanyak 51 persen penguasaan bola dikoleksi ”I Nerazzurri” pada paruh pertama. Setelah turun minum, Bayern sangat bernafsu mengurung pertahanan Inter dengan catatan 61 persen penguasaan bola demi mengejar gol penyama kedudukan.

Skenario pertandingan itu seakan telah masuk dalam rencana Pelatih Inter Simone Inzaghi. Dua pendekatan taktik berbeda secara kasatmata disajikan Inter pada dua babak. Permainan dengan garis pertahanan lebih rendah di babak kedua juga buah dari saling kepercayaan pemain Inter.

Kehadiran kiper tangguh Yann Sommer membantu pertahanan Inter tenang di bawah badai serangan ”Die Roten”, julukan Bayern. Total 20 tembakan yang dikreasi Bayer, sebanyak 13 tembakan tercipta pada babak kedua, hanya berbuah satu gol.

Sommer menciptakan enam penyelamatan. Tak ayal, performa kiper asal Swiss itu menghindari 1,85 expected goals allowed (xGA) Inter.

Di sisi lain, taktik serangan balik Inter juga berjalan dengan baik. Nicolo Barella menjadi ”koki” setiap serangan Inter. Dua gol yang dihasilkan Inter berawal dari keputusan cerdasnya untuk memberikan umpan kunci kepada Augusto yang leluasa bergerak maju di sisi kiri.

Penyerang Bayern Muenchen, Thomas Mueller (tengah), mencetak gol ke gawang Inter Milan pada laga perempat final Liga Champions di Muenchen, Rabu (9/4/2025) dini hari WIB.

Selanjutnya, Augusto menyajikan umpan silang yang membantu Inter mengakhiri catatan nirkalah Bayern di kandang pada duel Liga Champions selama 27 laga sejak 2021.

”Bayern menekan kami, tetapi Inter memainkan sepak bola berkualitas yang telah kami tampilkan selama empat musim terakhir. Kami juga pantas menerima kredit karena tetap percaya untuk menang hingga menit akhir, walaupun kemasukan gol beberapa menit sebelumnya,” kata Inzaghi dilansir La Gazzetta dello Sport.

Meskipun mampu membantu Inter meraih kemenangan kedua di kandang Bayern dalam empat pertemuan di Liga Champions, Inzaghi tidak ingin pemain dan suporter Inter jumawa untuk menghadapi laga kedua di San Siro, pekan depan.

”Performa luar biasa ini tidak ada artinya jika kami tidak mengulangi hal yang sama pada laga kedua di San Siro dengan dukungan dari pendukung kami. Kemenangan ini belum berarti apa-apa karena masih ada laga kedua yang sangat menentukan,” ucap Inzaghi yang membawa Inter menembus final Liga Champions 2022-2023.

Sementara itu, Pelatih Bayern Vincent Kompany tidak ingin menyalahkan badai cedera yang diderita timnya sebagai penyebab kekalahan dari Inter. Menurut dia, pertimbangan taktik sudah dilakukan secara matang untuk tampil terbaik dengan skuad yang tersedia.

APTOPIX Germany Soccer Champions League

Bayern kehilangan sejumlah pemain utama, seperti Jamal Musiala, Alphonso Davies, Aleksandar Pavlovic, dan Manuel Neuer. Meski kalah, Kompany mengapresiasi penampilan baik anak asuhannya.

”Kami melakukan apa yang harus kami lakukan. Kami tidak memberikan Inter banyak kesempatan. Kami memang seharusnya lebih baik dalam mengalirkan bola dan mencetak gol lebih dulu di awal laga,” kata Kompany dilansir laman UEFA.

Dalam 25 menit awal, penyerang utama Bayern, Harry Kane, memiliki dua peluang emas pada menit ke-14 dan ke-26. Sundulannya pada menit ke-14 diamankan Sommer, lalu sepakan terarah 12 menit berselang mengenai tiang gawang.

”Inter membuktikan mereka adalah tim yang kuat. Mereka mengambil keuntungan ketika ada momen kami kehilangan fokus. Namun, saya melihat kami masih memiliki harapan di Milan setelah menyaksikan penampilan di pertandingan pertama ini,” tutur Kompany.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari