Neymar Jr, pemain termahal sejagat, diputus kontraknya oleh Al-Hilal. Nasibnya pun kini terkatung-katung akibat cedera ACL, ”pembunuh karier” atlet.
28 Jan 2025 13:55 WIB · Olahraga
RIYADH, SELASA — Neymar Jr, bintang tim nasional sepak bola Brasil, dianggap sebagai salah satu penyerang terbaik di era modern. Namun, talenta hebatnya disandera cedera kronis. Mimpinya meraih trofi Piala Dunia dan Ballon d’Or pun semakin menjauh dari realitas, terutama setelah diputus kontrak oleh klubnya, Al-Hilal.
Klub Saudi itu pada Senin (27/1/2025) waktu setempat mengumumkan berpisah dengan sang penyerang berusia 32 tahun itu. Padahal, kontrak mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu masih tersisa tujuh bulan. Tidak disebutkan detail alasan penghentian kontrak itu. Namun, dijelaskan bahwa hal itu berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.
”Kami berterima kasih dan mengapresiasi Neymar atas sumbangsihnya selama kariernya di Al-Hilal. Kami berharap yang terbaik untuk kariernya selanjutnya,” bunyi keterangan resmi Al-Hilal saat mengumumkan keputusan melepas Neymar, melalui X.
Neymar hingga kini masih tercatat sebagai pemain termahal sejagat. Ia mengukir rekor transfer saat diboyong PSG dari Barcelona dengan nilai 222 juta euro (Rp 3,7 triliun) pada 2017. Rekor itu belum bisa dipecahkan, termasuk oleh mantan rekan setimnya, Kylian Mbappe, saat diboyong PSG dari AS Monako senilai 180 juta euro (Rp 3 triliun) pada 2018. Mbappe kini membela Real Madrid.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/22/09f3a0c1-e840-44c9-857d-ec7597b849d6_jpg.jpg)
Neymar, yang pernah menjadi bagian dari trisula menakutkan berjuluk ”trio MSN” (Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez) di Barca pada lebih dari satu dekade lalu, adalah bagian dari proyek ambisius Arab Saudi untuk menjadi rujukan sepak bola dunia. Ia adalah bagian dari eksodus barisan bintang top dunia, bersama para pemain seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.
Al-Hilal rela menebusnya dengan transfer senilai 90 juta euro (Rp 1,5 triliun) pada Agustus 2023. Nilai transfer itu sekaligus menjadikannya pemain termahal sepanjang sejarah Liga Saudi. Hal itu juga tecermin dari gajinya. Selama hampir dua tahun dikontrak Al-Hilal, ia diguyur gaji sangat besar, yaitu 150 juta euro (Rp 2,5 triliun) per tahun. Nilai gaji itu enam kali lipat dari saat membela PSG.
Sayangnya, investasi sebesar itu tidak berbanding lurus dengan jasa yang telah diberikan Neymar. Pemain yang bakatnya disejajarkan dengan Pele, legenda Brasil, itu lebih banyak menepi akibat cedera kronis. Terakhir, ia menderita retak anterior cruciate ligament (ACL) ketika membela Brasil menghadapi Uruguay pada kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2023.
Dia (Neymar) adalah pemain fantastis. Namun, sayang, dia berada di era yang sama dengan Messi dan Ronaldo. (Ander Herrera)
Robek ACL adalah mimpi terburuk bagi atlet, apalagi pesepak bola. Atlet yang mengalaminya harus menepi lama, bahkan performanya sulit kembali seperti semula. Cedera ”pembunuh karier” atlet itu juga dialami para pemain lainnya, seperti Eder Militao (Inter Milan), Marc-Andre ter Stegen (Barcelona), dan Rodri (Manchester City).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/18/9b1a0aa5-1282-4e95-bdad-098a04525e13_jpg.jpg)
Tak pelak, ia hanya sempat tujuh kali bermain untuk Al-Hilal sejak dikontrak pada 2023. Jumlah golnya pun sangat minim, yaitu hanya satu gol. Kontribusinya itu berbanding terbalik saat masih membela Barca dan PSG. Di Barca, ia mengemas total 105 gol dari 186 penampilan. Ia membawa klub Spanyol itu mengemas satu trofi Liga Champions Eropa, dua gelar Liga Spanyol, dan tiga Piala Raja Spanyol.
Di PSG, kariernya masih bersinar. Bersama Mbappe dan Messi di klub itu, Neymar pernah ditakuti. Gianluigi Buffon, kiper legendaris Italia yang pernah menghadapi Zinedine Zidane, Ronaldo, dan Messi, bahkan menyebut Neymar adalah penyerang terbaik yang pernah dihadapinya. Di PSG, pemain yang pernah disebut ”Anak Emas Brasil” itu mengemas 118 gol dari 173 penampilan.
”Neymar seharusnya meraih setidaknya lima Ballon d’Or (gelar pemain terbaik sejagat),” ujar Buffon, mantan kiper Juventus yang hampir empat dekade berkarier di sepak bola, seperti dikutip Corriere della Serra.
Realitasnya, Neymar tak sekali pun pernah meraih Ballon d’Or. Ia juga belum mampu mewujudkan mimpi terbesarnya, yaitu membawa Brasil menjuarai Piala Dunia. Pada 2014, saat Piala Dunia digelar di Brasil, Neymar bersinar dan sempat dijagokan menjadi juara dunia. Namun, ambisi itu buyar setelah ia mengalami cedera pada laga babak perempat final melawan Kolombia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/10/26/b5955248-7644-4f68-a516-7514e4c731c9_png.png)
Ia hanya menjadi penonton saat Brasil menghadapi Jerman di semifinal. Brasil pun dilumat Jerman, 1-7. Salah satu kekalahan terbesar Brasil di Piala Dunia itu dikenang sebagai ”Tragedi Mineirazo”. Jerman lantas menjadi juara. Pada Piala Dunia edisi berikutnya, masalah cedera kembali menghantui Neymar.
”Dia (Neymar) adalah pemain fantastis. Namun, sayang, dia berada di era yang sama dengan Messi dan Ronaldo,” ujar Ander Herrera, mantan rekan setim Neymar di PSG.
Neymar kini kehabisan waktu dan kesempatan. Tiada lagi klub besar yang bersedia menampungnya. Ia pun kini bersiap pulang kampung. Klub yang disebut bersedia menampungnya adalah Santos. Di klub itulah bakatnya ditemukan. Liga Amerika Serikat adalah alternatif lainnya agar ia tetap kompetitif.
Meskipun tak mudah, ia masih memendam keinginan tampil di Piala Dunia 2026. ”Saya sadar itu akan menjadi Piala Dunia terakhir, kesempatan pamungkas saya. Akan saya lakukan segalanya untuk bermain di sana,” ujar Neymar. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Yulvianus HarjonoEditor:
Yulvianus Harjono