Selama 25 tahun, belum sekali pun Portugal berhasil mengalahkan Jerman. Dendam lama itu akhirya tersudahi dengan cara yang manis.
05 Jun 2025 08:05 WIB · Olahraga
MUENCHEN, KAMIS — Portugal melaju ke final Liga Nasional UEFA setelah membekap tuan rumah Jerman, 2-1, di Stadion Allianz Arena, Kamis (5/6/2025) dini hari WIB. Hasil itu menyudahi rasa penasaran Portugal yang belum pernah mengalahkan Jerman selama seperempat abad. Kemenangan langka Portugal atas Jerman diraih dengan nuansa yang nyaris sama seperti 25 tahun silam.
Terakhir kali Portugal sukses mengalahkan Jerman adalah saat penyisihan grup Piala Eropa 2000. Saat itu, Sergio Conceicao menjadi pahlawan kemenangan Portugal melalui hattrick-nya. Setelah kemenangan 3-0 tersebut, Portugal selalu berada di bawah dominasi Jerman. Kedua negara bertemu kembali dalam lima kesempatan, tetapi Portugal selalu menelan kekalahan.
Dendam lama Portugal akhirnya berakhir dengan cara yang terbilang manis. Nuansa kemenangan terakhir Portugal atas Jerman di Piala Eropa 2000 seperti tercipta kembali. Ini lantaran salah satu sosok pencetak gol kemenangan Portugal adalah Francisco Conceicao, yang tidak lain merupakan putra Sergio Conceicao.
Concecaio menerima bola di sepertiga akhir lapangan kemudian segera berlari mendekati gawang tanpa ada bek Jerman yang mengganggu pergerakannya. Mendapat cukup ruang, Conceicao memanfaatkannya dengan melepaskan sepakan melengkung yang gagal dihentikan kiper Marc-Andre ter Stegen pada menit ke-63.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/d2fb47c9-7dc0-4596-8d67-83bd752fe2bf_jpg.jpg)
”Itu adalah sumber kebanggaan yang besar dan saya telah melihat gol-gol ayah saya berkali-kali. Saya tahu bahwa terakhir kali kami menang di sini adalah 25 tahun yang lalu ketika ayah saya mencetak tiga gol,” kata Conceicao.
Gol Conceicao membangkitkan asa Portugal yang tertinggal lebih dulu melalui aksi Florian Wirtz pada menit ke-48. Cristiano Ronaldo kemudian membuktikan dirinya belum usai dengan mencetak gol penentu kemenangan Portugal.
Pilihan Pelatih Jerman Julian Nagelsmann memainkan formasi tiga bek lagi-lagi tidak berjalan mulus. Nagelsmann sebelumnya dikenal lebih condong menyukai formasi 4-2-3-1, tetapi mendadak menggunakan formasi 3-4-2-1 saat menghadapi Italia pada pertemuan kedua babak perempat final.
Para pemain Jerman terkesan belum fasih menerjemahkan instruksi Nagelsmann dalam formasi tiga bek. Dua bek sayap, terutama Joshua Kimmich yang beroperasi di sayap kanan kerap terlambat turun ke posisinya saat transisi sehingga sering diekspos Pedro Neto. Skema ini nyaris membuat Portugal mencetak gol cepat di awal laga melalui Ronaldo. Namun, sepakannya masih bisa diamankan Ter Stegen.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/396935ae-058a-413b-808f-67a36d806d76_jpg.jpg)
Setelah bermain imbang 0-0 pada babak pertama, Jerman bermain lebih baik di babak kedua. Mereka mampu mencetak gol tiga menit setelah sepak mula melalui Wirtz. Gol Jerman berawal dari ide gegenpressing untuk menghentikan para pemain Portugal dalam upaya membangun serangan sedini mungkin. Kimmich mengirimkan umpan terukur yang dengan mudah disundul Wirtz tanpa pengawalan berarti bek Portugal.
”Di babak pertama, kami (nyaris) kebobolan dua atau tiga gol saat kerja pertahanan kami tidak 100 persen. Ini merupakan upaya tim yang perlu kami lakukan dengan lebih baik. Selama sepuluh menit setelah turun minum, kami menjadi tim yang lebih baik dan memimpin. Bagi saya, itu memang pantas di periode pertandingan itu,” ujar Nagelsmann.
Setelah kebobolan gol Wirtz, lalu berhasil membalas lewat sepakan Conceicao, Portugal layak berterima kasih kepada Ronaldo yang mencetak gol penentu kemenangan. Gol Ronaldo memang tergolong sangat biasa karena hanya menyontek umpan matang Nuno Mendes di depan gawang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/05/a68b98ed-4d07-48ab-bcde-72ee0c8825bc_jpg.jpg)
Akan tetapi, pergerakan tanpa bola Ronaldo begitu mengagumkan sehingga berhasil lolos dari pengawalan bek Jerman. Ini adalah gol internasional ke-137 dalam 220 penampilan Ronaldo bersama Portugal. Sementara sepanjang kariernya, Ronaldo telah mencetak 937 gol. Dengan begitu, ia membutuhkan 63 gol lagi untuk menjadi pemain pertama yang mencapai 1.000 gol sepanjang masa.
”Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia memanfaatkan setiap hari sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik. Sebagai manusia, saat Anda meraih kesuksesan, Anda akan bangun dan tidak lagi merasa lapar. Namun, tidak demikian dengan Cristiano,” kata Pelatih Portugal Roberto Martinez, dikutip dari BBC Sport.
Ronaldo membawa Portugal di ambang kesuksesan kedua memenangi Liga Nasional UEFA. ”Selecao das Quinas” merupakan juara edisi perdana turnamen ini pada 2019. Di final, Portugal akan menantang pemenang antara Perancis dan Spanyol.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .