Unggul 2-0 atas Afghanistan pastikan Indonesia sapu bersih di fase grup Piala Asia U-17 2025. Perubahan taktik di babak kedua bertuah untuk Garuda Muda.
11 Apr 2025 03:47 WIB · Olahraga
JEDDAH, JUMAT — Tim U-17 Indonesia menutup persaingan Grup C Piala Asia U-17 2025 dengan catatan sempurna. Menaklukkan Afghanistan 2-0, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB, di Stadion Pangeran Abdullah al-Faisal, Jeddah, Arab Saudi, menyematkan sejarah baru bagi kiprah Indonesia di ajang turnamen resmi Asia.
Indonesia harus menunggu selama 55 tahun untuk menyaksikan lagi skuad yang tampil sempurna pada babak penyisihan turnamen gelaran Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Catatan yang dihasilkan anak asuhan Nova Arianto sejajar dengan capaian tim U-20 Indonesia besutan Djamiat Dalhar pada Piala Asia U-20 1970 di Manila, Filipina.
Namun, Evandra Florasta dan kawan-kawan adalah tim Indonesia pertama yang menutup babak penyisihan turnamen Asia dengan koleksi sembilan poin. Pasalnya, pada Piala Asia U-20 1970, AFC masih menerapkan format dua poin bagi hasil kemenangan.
Demi kian menyejajarkan capaian tim asuhan Djamiat, Nova Arianto dan anak asuhannya wajib mempertahankan konsistensi di babak gugur. Pada 55 tahun silam, Indonesia melaju hingga babak final. Gelar juara lepas akibat tumbang 0-3 dari Burma (Myanmar).
Koleksi hasil positif ketiga Indonesia pada Grup C Arab Saudi 2025 harus menunggu hingga pengujung laga, tepatnya pada menit 90+4. Fadly Alberto melepaskan tembakan terarah dalam satu lawan satu dengan kiper Afghanistan, Hamid Amiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/ce24b91848af6a317ef02b474bdb5eff-IMG_0036.jpeg)
Berselang 94 detik kemudian, Zahaby Gholy mengunci keunggulan dua gol ”Garuda Muda” melalui sontekan di muka gawang lawan ketika laga memasuki menit 90+6. Dua gol itu diawali asis dari Aldiansyah Taher yang baru mencatatkan laga pertama di Piala Asia U-17 2025.
Tak ayal, Indonesia menegaskan diri sebagai tim kedua pada fase grup Piala Asia U-17 2025 yang mengunci rekor sempurna pada babak penyisihan. Pada Rabu (9/4/2025) malam, Uzbekistan lebih dulu mencatatkan raihan sembilan poin usai menumbangkan tim tuan rumah Arab Saudi, 3-0.
”Kami memanfaatkan dengan baik kondisi menurun lawan pada akhir babak kedua. Kami menjalankan counter (serangan balik) dan memaksimalkan situasi lawan untuk mencetak gol,” tutur Gholy kepada AFC Media.
Indonesia didampingi oleh Korea Selatan sebagai duta Grup C ke babak perempat final. Korsel menumbangkan Yaman 1-0 pada laga penentu perebutan posisi kedua Grup C pada waktu bersamaan di Stadion Aula Kota Olahraga Abdullah, Jeddah.
Gol tunggal Korsel dicetak oleh gelandang Kim Eun-seong, ketika laga memasuki menit ke-29. Upaya Yaman untuk mencetak gol penyama kedudukan dengan 13 tembakan, yang empat tembakan tepat sasaran, gagal menaklukkan pertahanan Korsel.
Sementara itu, Indonesia masih akan menunggu laga pamungkas Grup D untuk mengetahui lawan pada laga perempat final, Senin (14/4/2025) pukul 21.00 WIB di Jeddah. Empat tim di Grup D masih memiliki peluang lolos ke fase gugur.
Pemenang duel Oman kontra Korea Utara dan Iran versus Tajikistan, Sabtu (12/4/2025) pukul 00.15 WIB, akan memastikan langkah ke babak delapan besar dan Piala Dunia U-17 2025. Korut duduk di puncak klasemen dengan empat poin dari dua gim. Tajikistan dan Oman membuntuti berkat koleksi tiga poin, sedangkan Iran duduk di peringkat terakhir akibat baru mengemas satu poin.
Adapun di Grup B berakhir dengan dramatis. Dua wakil Asia Tenggara, Australia dan Vietnam, gagal lolos.
Jepang dan Uni Emirat Arab melaju ke fase gugur dan Piala Dunia U-17 2025 berkat keunggulan simulasi peringkat mini head-to-head dengan Australia. Tiga tim itu mengumpulkan empat poin dari tiga gim.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyambut positif kemampuan Garuda Muda menyapu bersih tiga gim di Grup C. Ia pun bersyukur Indonesia menjadi satu-satunya tim ASEAN yang akan tampil di babak gugur Piala Asia U-17 2025.
”Persaingan di babak delapan besar akan lebih berat. Kami akan mempersiapkan tim untuk meningkatkan mental bertanding dan kerja sama tim agar performa seluruh pemain semakin baik,” kata Erick dalam keterangan media.
Nova melakukan rotasi besar-besaran pada laga menghadapi Afghanistan, yang hasilnya tidak berpengaruh bagi Indonesia. Tujuh perubahan susunan 11 pemain utama dilakukan dari dua gim sebelumnya.
Hanya empat pemain yang selalu bermain sejak sepak mula dalam tiga laga di Grup C. Mereka adalah Dafa Al Gasemi (kiper), Putu Panji (bek tengah), Daniel Alfredo (bek sayap), serta Nazriel Alfaro (gelandang tengah).
Dua bek tengah pelapis diturunkan Nova sebagai pemain utama, yaitu Ida Bagus Cahya dan Putu Ekayana. Kehadiran keduanya membentuk trio bek tengah asal Bali United bagi Garuda Muda.
Para pemain yang pada dua pertandingan sebelumnya turun pada babak kedua, yakni Fandi Ahmad, Ilham Romadhona, Rafi Rasyiq, dan Josh Holong, mendapatkan kesempatan bermain sejak awal laga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/11/dd558e49d2f645c524812b9d7f777308-IMG_0035.jpeg)
Perubahan besar itu memengaruhi performa Indonesia. Utamanya, kualitas serangan yang tidak cukup baik akibat buruknya operan final yang ditunjukkan pemain Indonesia.
Pada babak pertama, Indonesia hanya mencatatkan empat tembakan yang tidak satu pun membuat kiper Afghanistan, Hamid Amiri, melakukan penyelamatan. Sebaliknya, Afghanistan mengkreasi 12 tembakan di zona pertahanan Indonesia. Dafa menciptakan tiga tangkapan untuk mengamankan gawangnya.
Terlepas dari peluang lebih banyak dikoleksi Afghanistan, Indonesia juga bermain nyaris serupa dengan dua gim sebelumnya. Garuda Muda tetap mengutamakan tampil reaktif dengan mengandalkan serangan balik. Pada paruh pertama, Indonesia hanya catatkan 45 persen penguasaan bola.
Pada babak kedua, Nova langsung memasukkan tiga pemain. Mereka adalah Fadly, Aldiansyah, dan Evandra. Ketiganya menghidupkan serangan Indonesia.
Di sisi lain, perubahan pada awal babak kedua itu, menunjukkan formasi 4-4-2 yang diturunkan Nova. Selama 45 menit akhir gim kontra Afghanistan merupakan kesempatan pertama Garuda Muda tampil dengan formasi itu.
Keunggulan fisik lagi-lagi menjadi modal Indonesia untuk menaklukkan tiga lawan di Grup C. Dua gol pada masa perpanjangan waktu babak kedua merupakan dua kreasi tembakan tepat sasaran yang diciptakan Indonesia.
Sebelum dua gol itu, pemain-pemain Indonesia melakukan 10 tembakan yang tidak mengarah ke gawang Afghanistan. Meski begitu, Indonesia sempat satu kali menghasilkan peluang emas melalui pergerakan Fadly di menit ke-75.
Menerima umpan terobosan Gholy, Fadly melakukan sepakan lob yang melewati kepala Amiri. Tetapi, bola mampu disapu keluar lapangan oleh bek tengah Afghanistan, Nazir Niazi.
Selain itu, perubahan pemain di babak kedua juga menyebabkan Garuda Muda tampil lebih superior dalam penguasaan bola. Penampilan agresif dengan garis pertahanan tinggi membantu Indonesia perbaiki catatan penguasaan bola dengan catatkan 52 persen penguasaan bola.
Pada laga pertama, Indonesia hanya hasilkan 32 persen penguasaan bola ketika menaklukkan Korsel. Kemudian, Indonesia catatkan 44 persen penguasaan bola saat menumbangkan Yaman.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .