Akses ke TPS Sulit, 700 Penyintas Gunung Lewotobi Laki-laki Butuh Bantuan Transportasi

Tak ada kendaraan umum ke TPS terdekat. Padahal, tidak semua penyintas punya kendaraan pribadi, sedangkan kondisi jalanan sejauh 3 kilometer menanjak.

26 Nov 2024 13:00 WIB · Politik & Hukum

Oleh Fransiskus Pati Herin

KUPANG, KOMPAS — Sekitar 700 penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terancam tidak bisa memilih dalam pilkada serentak pada Rabu (27/11/2024) karena susahnya akses menuju ke tempat pemungutan suara. Pemilih yang tinggal di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, memerlukan transportasi ke TPS yang berjarak sekitar 3 kilometer.

”Jalanan menanjak dengan kondisi penyintas yang tidak semuanya bisa berjalan kaki sejauh itu. Ada orang tua dan mereka yang sakit-sakitan,” kata Kepala Desa Pululera Paulus Tukan saat dihubungi lewat sambungan telepon pada Selasa (26/11/2024) siang.

Lokasi tempat pemungutan suara (TPS) untuk warga Pululera berada di Desa Nileknoheng, Kecamatan Wulanggitang. Sebanyak 1.119 pemilih asal Pululera akan menyalurkan hak pilih di sana dengan alasan Pululera masuk dalam radius zona bahaya. Dari jumlah pemilih itu, kata Paulus, sekitar 700 di antaranya tinggal di Pululera.

Menurut dia, tidak ada angkutan umum yang menghubungkan Pululera dan Nileknoheng, sementara tidak semua warga punya kendaraan pribadi. ”Solusinya, perlu mobilisasi ke sana dengan kendaraan yang disiapkan,” katanya.

Debu vulkanik menyelimuti perkebunan di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur dengan latar belakang kepulan awan letusan gunung Lowetobi Laki-laki Kamis (7/11/2023) pukul 10.30 wib atau 12.30 wita. PVMB menetapkan radius 7 km dari puncak tanpa aktivitas apapun dari warga dan pengunjung.

Jika tidak dimobilisasi, kemungkinan besar banyak pemilih tidak akan mencoblos. Mereka memilih tinggal di rumah atau pergi ke kebun. ”Apalagi, lihat kondisi hari ini, para penyintas sangat menderita akibat erupsi yang tidak kunjung reda,” ucap Paulus.

Sementara itu, di pos pengungsian Lewolaga, para penyintas sudah mendapatkan undangan memilih. Mereka saling mengajak untuk berpartisipasi. Hal ini karena masyarakat menyadari bahwa hasil pilkada ikut menentukan masa depan mereka.

”Harus datang ke TPS. Kita pilih pemimpin yang akan menentukan nasib kita,” kata salah seorang penyintas, Roby Kwuta (40).

Sebelumnya, komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah, mengatakan, KPU telah menetapkan 22 TPS pada 7 pos pengungsian yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Sebanyak 4.145 penyintas akan menyalurkan hak pilih mereka di tempat itu.

TPS relokasi dimaksud adalah Konga sebanyak 1.005 pemilih, Watotika Ile sebanyak 101, Lewolaga sebanyak 1.112, Bokang sebanyak 396, Kobasoma sebanyak 521, Lewoingu 786, dan Ile Gerong sebanyak 224. 

Untuk pemilih asal Desa Pululera, kata Baharudin, mereka diarahkan ke TPS di desa terdekat, yakni Nileknoheng. KPU tidak mendirikan TPS di Pululera dengan alasan desa itu terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

Suasana Jalan Trans Flores di kaki Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang sedang erupsi pada Jumat (15/11/2024). Mobil mengangkut barang warga ke lokasi pengungsian.

Lebih kurang 13.000 jiwa mengungsi sejak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada 3 November 2024. Erupsi besar itu menewaskan sembilan orang dan melukai lebih kurang 60 orang. Korban terkena batu api yang terlontar dari kawah gunung dengan berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu.

Kendala akses geografis sudah diingatkan oleh Ketua Bawaslu NTT Nonato Da Purificacao Sarmento. Letak geografis menjadi salah satu indikator kerawanan. Kesulitan akses dapat menyebabkan warga tidak bisa menyalurkan hak pilih mereka.

Quote

Jalanan menanjak dengan kondisi penyintas yang tidak semuanya bisa berjalan kaki sejauh itu. Ada orang tua dan mereka yang sakit-sakitan.

Dalam hitungan Bawaslu NTT, sebanyak 303 TPS yang sulit dijangkau secara geografis. Secara keseluruhan, total TPS yang ditetapkan dalam pilkada serentak di NTT sebanyak 9.877 yang tersebar di 3.442 desa/kelurahan, 315 kecamatan, dan 22 kabupaten/kota.

Pilkada serentak berlangsung di semua kabupaten/kota ditambah pilgub NTT. Tiga pasang kontestan bertarung di Pilgub NTT, yakni pasangan nomor urut 1 Yohanes Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto, pasangan nomor urut 2 Emanuel Melkiades Lala Lena-Johni Asadoma, dan pasangan nomor urut 3 Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Pati Herin
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra