Mahasiswa dan masyarakat sipil berunjuk rasa menuntut perbaikan dalam pengelolaan anggaran negara.
12 Jun 2026 18:35 WIB · Politik & Hukum
KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Ekesekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, mahasiswa dari sejumlah kampus di Jakarta, dan masyarakat sipil berunjuk rasa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Mereka menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah. Kelima tuntutan tersebut adalah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan tidak menghindari kritik publik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/44d70907fb9e295fcf7962f6741fa2e2-20260612RON39.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/abc9592007fba1dc427c0f88f051993c-000_B6V33V6.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/d353ff9938c4408321db1fda54966f4c-antarafoto_unjuk_rasa_mahasiswa_dan_elemen_masyarakat_di_jakarta_1781261929.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/e82273fa8d5d5e437dfa78e253609d63-antarafoto_unjuk_rasa_mahasiswa_dan_elemen_masyarakat_di_jakarta_1781261975.jpg)
Mahasiswa berjalan menuju Bundaran HI, Jakarta. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)
Pengunjuk rasa dihadang polisi dan tentara. (AFP/BAY ISMOYO)
Sampaikan aspirasi. (Antara/Sulthony Hasanuddin)
Personel polisi menahan massa aksi menuju Bundaran HI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (ANTARA/Sulthony Hasanuddin)
Massa pengunjuk rasa mulai berdatangan menjelang tengah hari. Siang menjelang sore semakin banyak massa yang datang. Bus yang membawa mahasiswa UI sempat ditahan polisi di sekitar Simpang Susun Semanggi. Tidak kehabisan akal mahasiswa melanjutkan perjalanan mereka menuju Bundaran HI dengan berjalan kaki di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Aksi sempat memanas karena polisi menghalangi mahasiswa menuju Bundaran HI. Mahasiswa tertahan di sekitar Dukuh Atas. Pengunjuk rasa berusaha menembus blokade petugas keamanan yang terdiri dari polisi dan tentara. Pengunjuk rasa tarik-menarik barikade yang digunakan polisi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/e555e363d5ddad0142c1aa067f6fc128-antarafoto_unjuk_rasa_mahasiswa_dan_elemen_masyarakat_di_jakarta_1781261949.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/45ddf6efa3bcf0942b47fc46400fad1e-000_B6V33UU.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/83f78f0e0f30fd9a30fa12c3b46b8a52-20260612RON27.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/0990c20674f37032652e4bbccfe0e993-000_B6UX9J2.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/22898c2f9a5862996e1f4aadf479c946-AP26163376596375.jpg)
Long march menuju Bundaran HI. (Antara/Sulthony Hasanuddin)
Aksi dengan semangat. (AFP/Bay Ismoyo)
Poster Tuntutan. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)
Rebutan barikade. (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)
Barikade jebol. (AP Photo/Dita Alangkara)
Sampai berita ini ditayangkan, pukul 18.30 WIB, unjuk rasa masih berlangsung. Mahasiswa masih bertahan dan terus menyampaikan aspiranya.
Selain di Jakarta, unjuk rasa juga berlangsung di sejumlah daerah. Di Semarang, Jawa Tengah, unjuk rasa dipusatkan di depan Kantor DPRD Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang. Mereka menuntut pembubaran program MBG, reformasi pemerintahan, serta mengkritik polisi dan TNI yang masuk ke ranah sipil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/9573e133e6f2b71b1ae3393f2f70c179-20260612RON37.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/fcedbfd3c367e6fa0b9cadec5ef2a579-20260612RON19.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/a844ac8ab922a0f8e126e3c6bd79b6e8-1000947370.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/fe3c80e239607b6b26e598d24e73325f-1000947367.jpg)
Penulis:
Heru Sri KumoroEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Yuliana Karim