Akuilah, Marselino Ferdinan Itu Istimewa

Marselino Ferdinan membantu Indonesia kembali ke jalur menuju Piala Dunia 2026. Marselino adalah bakat spesial dari pembinaan sepak bola nasional yang belum ideal.

20 Nov 2024 08:30 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Dua gol ke gawang Arab Saudi, Selasa (19/11/2024), di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, membuktikan Marselino Ferdinan adalah bakat istimewa yang dimiliki tim nasional Indonesia saat ini.

Gelandang berusia 20 tahun itu sudah melampaui capaian sejumlah penyerang terbaik kelahiran negeri ini, seperti Dede Sulaeman, Ilham Jayakesuma, Elie Aiboy, dan Boaz Solossa, yang hanya mampu mencetak satu gol ke gawang ”Green Falcons”.

Marselino menjawab keraguan pihak-pihak yang mudah sekali melontarkan kritik kepadanya. Ia sempat dihujani siulan dalam beberapa momen kehilangan bola pada gim Indonesia menghadapi Australia, 10 September lalu.

Permainan Marselino kurang mendapat apresiasi dari pencinta sepak bola Indonesia. Bahkan, banyak pihak yang membandingkan pemain didikan Persebaya Surabaya itu dengan para pemain diaspora yang datang.

Padahal, kedatangan para pemain diaspora adalah untuk memperkuat tim asuhan Shin Tae-yong yang salah satu fondasinya adalah Marselino.

Pemain Tim Nasional Sepak bola Indonesia merayakan selebrasi setelah Marselino (kiri) mencetak gol ke gawang Arab Saudi pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Meskipun dalam enam gim putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Marselino baru dua kali masuk dalam susunan 11 pemain utama, ia selalu tampil secara total dan menunjukkan diri sebagai pemain muda yang kenyang pengalaman level internasional. Sepasang gol ke gawang Ahmed Al-Kassar bukan sebuah kebetulan.

Marselino memanfaatkan dengan baik pengalamannya yang sudah menjalani 32 cap bersama skuad ”Garuda”. Pada gol pertama di menit ke-32, pemain Oxford United itu melakukan pergerakan tanpa bola bak penyerang murni. Ia menahan posisinya untuk menciptakan ruang sendiri demi menerima umpan Ragnar Oratmangoen.

Dengan sekali dummy alias tendangan tipuan, Marselino mengecoh gelandang bertahan Saudi, Faisal Al-Ghamdi, sebelum melepaskan tembakan menghunjam pojok kiri gawang Saudi.

Gol kedua juga tercipta berkat kemampuan Marselino membaca ruang di pertahanan Saudi dalam situasi serangan balik. Ia tidak melakukan sprint untuk mendekati Rafael Struick yang mendekati gawang untuk menyambut operan Calvin Verdonk.

Marselino memilih menjaga jarak dengan pemain Saudi sehingga memberikan opsi operan kepada Calvin, selain Rafael yang sudah mendekati gawang.

Tembakan pertama bisa diblok bek Saudi. Marselino dengan kepala dingin cukup mencungkil bola untuk menaklukkan Ahmed pada kesempatan kedua. Tanpa pengalaman dan inteligensi, Marselino tidak akan bisa mencetak gol kedua nan amat cerdas itu.

Marselino mengungkapkan, tidak ada ritual atau persiapan khusus yang dilakukan jelang melawan Saudi. Akan tetapi, ia merasa sangat siap untuk kembali menjadi pemain inti. Pada gim kontra Jepang, Marselino berstatus pemain pengganti di babak kedua.

”Saya selalu memiliki keyakinan dan percaya diri. Gol pertama adalah momen penting bagi saya untuk melepas beban. Sejak gol itu, saya bisa menemukan diri saya yang sebenarnya,” ujar Marselino, yang dinobatkan pemain terbaik laga Indonesia versus Arab Saudi, saat konferensi pers seusai pertandingan.

Produk Karanggayam

Marselino patut disebut pemain paling istimewa Indonesia saat ini. Media Inggris, The Guardian, memasukkan Marselino dalam daftar 60 talenta paling menjanjikan tahun 2021.

Di tengah kondisi pembinaan usia dini di Indonesia yang belum ideal, Marselino lahir dari ”rahim” Persebaya melalui sistem kompetisi internal tim. Marselino adalah salah satu generasi terakhir pemain muda yang menjalani kompetisi di ”La Fabrica” Persebaya, yaitu Lapangan Karanggayam.

Anak-anak bermain di kawasan Lapangan Karanggayam, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/6/2023), yang tidak terawat. Akibat sengketa sejak 2019, Persebaya tidak bisa lagi berlatih dan menjalankan kompetisi internal di lapangan bersejarah itu.

Kini, Lapangan Karanggayam sudah terbengkalai setelah menjadi obyek sengketa antara Pemerintah Kota Surabaya dan PT Persebaya Indonesia sejak 2019. Kompetisi internal Persebaya pun hijrah dari lapangan yang berada di sisi timur Stadion Gelora 10 November itu.

Meniti karier luar negeri di Belgia bersama Deinze, lalu melanjutkan petualangan profesional ke Oxford, Marselino menunjukkan perkembangan yang konsisten. Kepercayaan dirinya terus tumbuh. Ia tidak minder sendirian di Eropa.

”Ada banyak orang Indonesia di Universitas Oxford. Mereka yang membantu saya untuk beradaptasi di Inggris,” ujar Marselino.

Marselino juga terus mengasah diri dan merasa tertantang untuk bersaing ketika para pemain diaspora berkualitas membela skuad Garuda. Sempat tidak lagi mendapat jaminan sebagai pemain utama, Marselino tidak gentar untuk memenangkan kembali tempatnya di tim inti. 

Di laga kontra Saudi, Marselino merupakan salah satu dari trisula lini depan. Ia menemani Ragnar Oratmangoen dan Rafael Struick.

Marselino Ferdinan diperkenalkan sebagai pemain baru Oxford United, Senin (19/8/2024). Marselino akan mengenakan nomor punggung 28 di Oxford.

Dalam skema bertahan, Marselino berperan sebagai gelandang. Ia menopang Ivar Jenner dan Thom Haye di jantung permainan.

Shin memanfaatkan pemahaman taktik dan etos kerja Marselino untuk mengimbangi kuantitas gelandang tengah Saudi yang menurunkan Faisal, Nasser Al-Dawsari, dan Mohamed Kanno.

Tugas utama Marselino adalah mengganggu bek sayap kanan Saudi, Saud Abdulhamid. Tak dimungkiri, Saud adalah pemain paling berbahaya Saudi di Jakarta. Bek kanan AS Roma itu adalah sumber utama serangan-serangan Saudi.

Tekanan dari Marselino membuat Saud tidak cukup leluasa menyerang. Ia pun harus membagi fokus untuk mengantisipasi serangan balik Indonesia.

Di era Shin, Marselino adalah pemain yang paling banyak ditampilkan dengan posisi berbeda. Ia ditempatkan sebagai penyerang sayap di kanan atau kiri, lalu pernah pula diberi peran sebagai gelandang tengah.

Pemain Tim Nasional Sepak bola Indonesia, Marselino (kanan) berebut bila dengan pemain Arab Saudi, hassan al tambakti pada pertandingan keenam Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (19/11/2024). Indonesia menang 2-0.

”Terlepas dari gol, Marselino, Thom, dan Ivar bermain bagus di tengah. Kami bisa meredam pressure Saudi yang dilakukan tiga gelandang mereka,” kata Shin menilai performa Marselino yang membantu Garuda meraih kemenangan perdana di Grup C.

Selain mencetak brace, pemain bernomor punggung tujuh itu juga memenangi enam duel, melakukan empat tekel, dan menjadi pemain Indonesia paling sering mengancam gawang Saudi dengan empat tembakan.

”Taktik dari coach Shin dan kerja keras rekan setim membantu saya bisa bermain seperti ini. Kami akan mati-matian untuk memenangkan dua laga kandang (melawan Bahrain dan China),” kata Marselino.

Seperti pada selebrasi gol keduanya ke gawang Saudi, Marselino menempatkan jari telunjuknya di bibir layaknya kode untuk orang-orang untuk menghentikan keraguan terhadap kemampuannya.

Ya, pendukung Indonesia cukup diam dan menikmati sajian penampilan Marselino yang berjuang di atas lapangan demi mewujudkan mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra