Almuzzammil Yusuf Presiden PKS 2025-2030

Setelah ditetapkan jadi Ketua Majelis Syura dan Presiden PKS, Sohibul Iman dan Almuzzammil diharapkan mengembalikan marwah PKS sebagai partai berbasis massa Islam.

04 Jun 2025 19:02 WIB · Politik & Hukum

Oleh Hidayat Salam

JAKARTA, KOMPAS — Mohamad Sohibul Iman terpilih menjadi Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera periode 2025-2030 dalam sidang Musyawarah Majelis Syura PKS yang digelar di Jakarta. Sementara itu, Almuzzammil Yusuf ditetapkan sebagai Presiden PKS 2025-2030 menggantikan Ahmad Syaikhu. Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat mengembalikan marwah PKS sebagai partai berbasis massa Islam.

Musyawarah I Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2025–2030 diikuti oleh 66 anggota Majelis Syura yang digelar di MD Building PKS, Jakarta, selama dua hari, yakni Selasa-Rabu (3-4/6/2025).  

Sebelumnya, Pemilihan Raya (Pemira) PKS untuk memilih anggota Majelis Syura baru telah berlangsung pada 31 Mei 2025. Sekitar 75.000 kader yang memiliki hak pilih dari seluruh wilayah di Indonesia memberikan suara secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pemira itu digelar untuk memilih 66 dari 200 calon anggota Majelis Syura PKS 2025-2030.

Para peserta rapat saat mendengarkan pidato Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dalam Rapat Pimpinan Nasional PKS 2024 di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (19/9/2024). Rapimnas PKS 2024 ini menjadi majelis konsolidasi pemantapan para pimpinan PKS dalam menghadapi Pilkada 2024. Acara ini pada mulanya dihadiri Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto tetapi batal karena Prabowo ada tugas kenegaraan ke Filipina. PKS merupakan parpol yang pada akhirnya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran 2024-2029 setelah sebelumnya sempat akan menjadi parpol oposisi pemerintahan. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 19-9-2024

Pada Selasa, anggota Majelis Syura sepakat memilih Mohamad Sohibul Iman menjadi Ketua Majelis Syura PKS periode 2025-2030 menggantikan Habib Salim Segaf Aljufri. Hari berikutnya, yakni Rabu siang, Majelis Syura PKS menunjuk Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS periode 2025-2030. 

”Sejak kemarin, Selasa, 3 Juni 2025, Majelis Syura PKS sudah digelar dengan melanjutkan tradisi pemilihan kepemimpinan di internal PKS yang damai, tapi kritis dan demokratis,” kata Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025 yang juga Wakil Ketua MPR, saat dihubungi, Rabu (4/6/2025).

Sohibul Iman merupakan kader senior PKS yang pernah menduduki sederet posisi strategis. Sohibul Iman pernah menjadi Presiden PKS pada 2015-2020 menggantikan Anis Matta. Sohibul Iman juga sempat menduduki posisi Wakil Ketua Majelis Syura PKS 2020-2025.

Dalam rapat itu, Majelis Syura juga menetapkan Almuzzammil Yusuf menjadi Presiden PKS 2025-2030 untuk menggantikan Ahmad Syaikhu. Di PKS, posisi presiden setara dengan ketua umum.

Hidayat Nur Wahid

”Dengan semangat demokrasi dan keakraban keluarga besar PKS, Majelis Syura juga sudah memutuskan Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden baru PKS periode 2025-2030,” kata Hidayat.

Juru bicara PKS, Muhammad Kholid, menambahkan, musyawarah Majelis Syura itu berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Hal ini juga mencerminkan semangat kolektif dan demokrasi yang menjadi napas utama suksesi kepemimpinan di PKS. 

Menurut dia, kepemimpinan yang  baru terbentuk itu akan melanjutkan dan mengokohkan pelayanan, pemberdayaan, serta pembelaan pada masyarakat.  ”Insya Allah kepemimpinan baru berkomitmen akan melanjutkan dan mengokohkan peran partai dalam pelayanan, pemberdayaan, serta pembelaan pada masyarakat,” tutur Kholid.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi (kiri) membaca pantun didampingi Wakil Ketua Majelis Syura PKS Mohamad Sohibul Iman (tengah) dan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya (kanan) saat menutup konferensi pers di Nasdem Tower, Jakarta, Jumat (3/2/2023). Partai Nasdem menerima kunjungan PKS untuk membahas persiapan deklarasi Koalisi Perubahan dalam pertemuan yang berlangsung tertutup. Sebelumnya, koalisi yang terdiri dari Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan PKS tersebut sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024. ADRYAN YOGA PARAMADWYA (Z20) 03-02-2023

Selain menetapkan Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura dan Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS, Musyawarah I Majelis Syura juga menetapkan jajaran Wakil Ketua Majelis Syura, yakni Ahmad Syaikhu, Suharna Surapranata, dan Aunur Rafiq Shaleh Tamhid. Selain itu, Sekretaris Majelis Syura dijabat oleh Suswono serta Ketua Majelis Pertimbangan Pusat Mulyanto. Sementara Ketua Dewan Syariah Pusat (DSP) dijabat oleh Muslih Abdul Karim.

Kembalikan marwah

Ketua Laboratorium Politik FISIP Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno melihat terpilihnya Sohibul Iman sebagai Ketua Majelis Syura dan Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS yang baru menunjukkan komposisi PKS ini diisi oleh faksi keadilan. Menurut dia, struktur kepengurusan PKS nantinya juga akan diisi mayoritas oleh faksi keadilan sehingga berbeda dengan kepengurusan periode yang lampau. 

Meski demikian, lanjut Adi, faksi atau kubu merupakan hal biasa terjadi dalam sebuah partai politik. ”Kalau pengurus yang sebelumnya masih ada bauran keadilan dan kesejahteraan. Tapi, PKS yang sekarang 1.000 persen murni keadilan,” katanya.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno

Adi menambahkan, tantangan utama yang mesti segera dibenahi oleh periode kepengurusan kali ini adalah mengembalikan marwah PKS sebagai partai berbasis masa Islam. Sebab, dengan mengembalikan marwah PKS sebagai partai Islam, partai dakwah dan profesional diharapkan dapat menaikkan suara PKS pada pemilu yang akan datang. 

Adi juga menanti sikap kritis PKS di parlemen yang kian tidak terlihat seusai bergabung dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Padahal, PKS dikenal sebagai partai Islam yang kritis transformatif terhadap pemerintahan.

Hal ini menjadi tantangan bagi Majelis Syura yang sudah terbentuk agar tetap bisa menjadikan PKS sebagai partai Islam yang kritis transformatif dan terus memperjuangkan agenda-agenda politik Islam yang inklusif. 

”PKS mesti kembali ke khitah, mengembalikan marwah PKS sebagai partai Islam, partainya anak muda, partai dakwah, bersih, peduli, dan profesional,” kata Adi. 

Infografik Jumlah Perolehan Suara PKS dalam Pemilu

Ke depan PKS juga harus mampu memperbesar ceruk pemilih dari luar pemilih Islam. Tugas pengurus yang baru itu juga harus bisa mengonsolidasi basis pemilih agar kian kuat dan mengakar. 

Salah satu hal yang perlu disiapkan juga ialah memunculkan calon presiden atau wakil presiden dari kalangan internal. Apalagi, ambang batas pencalonan presiden sudah dihapuskan sehingga kian membuka kesempatan bagi PKS untuk bisa memunculkan kader terbaiknya.

”Mempersiapkan calon presiden dan atau wakil presiden di 2029 mengingat ambang batas presiden sudah dihapuskan. Terutama untuk amankan coattail effect atau efek ekor jas itu,” katanya.

Pada Pemilu 2024, PKS memperoleh 12,7 juta suara dengan jumlah kursi MPR/DPR yang dimenangi 53 kursi. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, di mana PKS memperoleh 11,4 juta suara dengan jumlah kursi parlemen yang dimenangi 50 kursi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Hidayat Salam
 | 

Editor:

Anita Yossihara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto