Naufal kecelakaan saat gerakan mendarat. Sejak 1 September, pesenam artistik ini menjalani pemusatan latihan di Rusia bersama empat atlet lain.
26 Sep 2025 14:29 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Pesenam artistik putra Indonesia, Naufal Takdir Al Bari, meninggal setelah mengalami kecelakaan dalam latihan di Rusia. Naufal adalah pesenam bertalenta yang diproyeksikan tampil di berbagai ajang internasional, termasuk SEA Games Thailand 2025 dan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025.
Naufal merupakan atlet muda berbakat, dan sosok yang baik. Gimnastik Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa. Ini merupakan pukulan dan duka yang mendalam untuk kami.
Berdasarkan keterangan dari Federasi Gimnastik Indonesia, Naufal meninggal di Penza, Rusia, Kamis (25/9/2025). Pesenam artistik berusia 19 tahun tersebut mengembuskan napas terakhirnya seusai menjalani perawatan intensif selama 12 hari di Rumah Sakit G A Zakharyin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/26/17b0ef4fff3f6b5fe94d55374d951eaf-IMG_20250926_WA0003.jpg)
Naufal bersama empat pesenam artistik putra Indonesia dengan didampingi dua pelatih menjalani pelatihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, Penza, Rusia, sejak 1 September. Namun, di tengah program latihan tersebut, Naufal mengalami kecelakaan dalam berlatih.
Kecelakaan tersebut tepatnya terjadi saat gerakan mendarat. Naufal kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit. Dia dirawat secara intensif di ruang ICU.
Dalam perlombaan senam artistik, seorang atlet biasanya melakukan sebuah rangkaian gerakan singkat yang bervariasi mulai dari 30 sampai dengan 90 detik untuk setiap alat yang berbeda. Pada sektor putra, ada 6 alat yang digunakan pesenam, yakni lantai (floor), meja lompat (vaulting), gelang-gelang (stil rings), kuda pelana (pommel horse), palang sejajar (parallel bars), dan palang tunggal (horizontal bar).
Setiap gerakan pada alat-alat tersebut umumnya diwarnai gerakan mendarat sebagai akhir rangkaian rutin. Pada alat palang tunggal, misalnya, gerakan mendarat dilakukan ketika pesenam mengayunkan tubuh, melepaskan pegangan dari palang dan mendarat di lantai dengan kedua kaki. Pesenam biasanya menekuk lutut untuk meredam benturan.
Pada alat meja lompat, gerakan mendarat juga mengakhiri rutin. Pesenam mengawalinya dengan berlari dan melompat ke spring board untuk gerakan tolakan. Setelah itu, pesenam mengarahkan tangannya ke meja lompat, melakukan rotasi tubuhnya sendiri, lalu melakukan pendaratan dengan posisi tubuh tegap di sisi lain dari meja lompat.
”Naufal merupakan atlet muda berbakat dan sosok yang baik. Gimnastik Indonesia kehilangan putra terbaik bangsa. Ini merupakan pukulan dan duka yang mendalam untuk kami,” kata Ketua Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati, Jumat (26/9/2025).
”Semoga keluarga diberikan kekuatan dan Naufal mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya lagi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/30/39dab78a-728d-42ce-b23c-7c977f0154a1.jpg)
Ita melanjutkan, pihaknya dalam proses mengurus dokumen administrasi agar keluarga bisa ke Rusia untuk mendampingi Naufal. Dia mengupayakan semua proses berjalan lancar.
”Saat ini kami berkomunikasi dengan keluarga serta Pengprov Jatim dan Federasi Gimnastik Rusia, KBRI di Rusia, serta Kedutaan Rusia di Indonesia agar pemulangan jenazah almarhum Naufal ke Tanah Air bisa segera dilakukan,” ujar Ita.
Ita menambahkan, Naufal disiapkan tampil di berbagai ajang internasional. Selain 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championships 2025 atau Kejuaraan Dunia Senam 2025 di Jakarta, Naufal juga disiapkan untuk tampil di SEA Games 2025 Bangkok dan diproyeksikan dapat lolos Olimpiade Los Angeles 2028.
Naufal dan empat pesenam lainnya menjalani program pemusatan latihan di The Palace of Sport Training Center Burtasy, salah satu pusat senam artistik dan ritmik di Rusia. Mereka menjalani pemusatan latihan atas dukungan pembiayaan dari Pemusatan Pelatihan Olahraga Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (PPON Kemenpora).
Sejumlah media lokal di Rusia, Jumat (26/9/2025), melaporkan, Komite Investigasi Regional Federasi Rusia membuka kasus pidana menyusul kematian Naufal. Laman ntv.ru menyebutkan, kecelakaan terjadi pada 13 September.
Saat berlatih palang horizontal, Naufal mengalami cedera leher karena terjatuh di lubang berisi busa. Ia segera dibawa ke rumah sakit, tetapi tidak terselamatkan setelah perawatan selama beberapa hari. Setelah kematian itu, Komite Investigasi membuka kasus pidana dengan tuduhan layanan yang tidak aman. Penyelidik akan memeriksa sekolah olahraga tempat Naufal berlatih.
Laman media Penza Bezformata mengungkapkan, posisi tidak nyaman saat mendarat menyebabkan cedera pada lehernya. “Sebagai bagian dari investigasi kriminal, kondisi teknis peralatan olahraga dan kualitas layanan yang diberikan oleh staf sekolah olahraga dalam program pelatihan akan diperiksa,” demikian pernyataan pers dari Komite.
Adapun laporan laman Penzaobzor menyebutkan, penyelidikan dilakukan untuk mengklarifikasi semua detail dan keadaan saat insiden terjadi. Penyelidik akan memeriksa perlatan olahraga dan kualitas layanan dalam program pelatihan.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra