Indonesia mengakhiri persaingan cabang tenis SEA Games Thailand 2025 dengan perolehan emas dari Aldila/Janice. Mereka melengkapi emas dari beregu putri.
19 Des 2025 14:23 WIB · Olahraga
KOMPAS/REBIYYAH SALASAH
NONTHABURI, JUMAT — Ganda putri Aldila Sutjiadi/Janice Tjen menambah medali emas bagi tim tenis Indonesia dalam SEA Games Thailand 2025. Dari tiga emas, dua emas didapat pemain-pemain putri yang lebih aktif bertanding dalam turnamen profesional.
Aldila/Janice mendapat emas ganda putri setelah mengalahkan wakil tuan rumah dalam final di National Tennis Development Center, Nonthaburi, Thailand, Jumat (19/12/2025). Mereka menang atas Mananchaya Sawangkaew/Peangtarn Plipuech dengan skor 6-2, 6-1.
Ini menjadi emas kedua dari Aldila/Janice setelah mereka berperan dalam kemenangan Indonesia atas Thailand pada final beregu putri, 13 Desember. Indonesia menang 2-1, salah satunya berkat kemenangan Aldila/Janice dari lawan yang sama.
Namun, berbeda dengan pertandingan beregu putri, Aldila/Janice memenangi ganda putri kategori perseorangan dengan skor lebih baik. ”Dari skor terlihat mudah, tetapi sebenarnya pertandingan tadi berjalan ketat,” komentar Janice.
Sementara itu, Aldila mengatakan, pertandingan beregu putri membuat dirinya dan Janice sudah lebih siap dalam mengantisipasi permainan lawan. ”Permainan kami lebih baik pada hari ini, bisa mendapat poin di momen kritis, seperti saat deciding point (saat terjadi deuce). Kami tetap bermain agresif meski unggul jauh,” kata Aldila.
Keunggulan Aldila/Janice tak hanya terlihat saat dalam posisi servis. Mereka pun solid ketika menerima servis dengan dua kali mematahkan servis lawan pada set pertama dan empat kali pada set kedua. Adapun Sawangkaew/Plipuech hanya sekali mematahkan servis Indonesia, yaitu pada gim keempat set kedua ketika mereka tertinggal 0-3.
Tentu saja, saya senang bisa memberi emas buat Indonesia untuk menambah emas di beregu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/17/4dce54441c0dd580b669cf7454381e51-DSC06984.jpeg)
Bagi Aldila, kemenangan dalam final ganda putri itu menjadi emas ketujuh di arena SEA Games sejak dia bermain di SEA Games Singapura 2015. Atlet berusia 30 tahun ini pun melengkapi emas yang didapat dari tunggal putri di SEA Games 2019, ganda campuran (SEA Games 2019, 2021, 2023), dan beregu putri (SEA Games 2023 dan 2025).
Sementara itu, SEA Games Thailand 2025 menjadi yang pertama bagi Janice meski dia meraih emas ganda putri bersama Aldila di Asian Games Hangzhou 2022. ”Tentu saja saya senang bisa memberi emas buat Indonesia untuk menambah emas di beregu,” kata atlet berusia 23 tahun tersebut.
Dengan tambahan emas ganda putri, tim tenis Indonesia meraih tiga emas dan enam perunggu. Emas lain bagi ”Merah Putih” didapat Christopher Rungkat dan kawan-kawan dari beregu putra.
Indonesia berada di bawah Thailand yang mendapat 3 emas, 7 perak, dan 1 perunggu. Thailand menempatkan wakil pada semua nomor final. Adapun emas dari tunggal putri didapat petenis terbaik Asia Tenggara asal Filipina, Alex Eala.
Eala dan Janice sebenarnya diharapkan bertemu pada final tunggal putri mengingat mereka menjadi dua petenis terbaik Asia Tenggara pada saat ini. Akan tetapi, Janice tak bisa menyelesaikan semifinal tunggal putri saat melawan Sawakaew karena sakit. Dia mundur setelah kehilangan set pertama dengan skor 4-6.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/17/2c904c061cd3b77fa3c903c20ea48343-DSC06856.jpeg)
Medali tenis Indonesia di Thailand 2025 ini lebih sedikit dibandingkan SEA Games Kamboja 2023. Saat itu, Indonesia mendapat empat emas dari beregu putri, Priska Madelyn Nugroho (tunggal putri), Muhammad Rifqi Fitriadi (tunggal putra), dan Christopher/Aldila (ganda campuran).
Medali emas Indonesia pada tahun ini, terutama dua emas dari kategori putri, menjadi gambaran besarnya pengaruh partisipasi petenis dalam turnamen profesional. Petenis-petenis putri, yaitu Aldila, Janice, dan Priska, lebih aktif bertanding dalam turnamen profesional dibandingkan atlet putra.
Aldila menembus WTA Tour dan Grand Slam sejak 2022 dan fokus pada nomor ganda, sementara Janice memasuki level tersebut pada tahun ini. Aldila memiliki prestasi tertinggi sebagai semifinalis Grand Slam pada ganda campuran dan menjadi finalis WTA 500 ganda putri. Adapun Janice menjuarai tunggal dan ganda putri WTA 250 Chennai.
Priska, meski masih lebih banyak bersaing pada level ITF, bermain pada 25 turnamen pada 2025. Dia mencapai hasil terbaik saat menembus semifinal WTA 125 Jinan, Oktober.
Di bagian putra, Rifqi menjadi petenis dengan turnamen paling banyak pada 2025, yaitu 17 turnamen pada level ITF. Petenis lain hanya tampil kurang dari sepuluh turnamen. Anthony Susanto bermain pada sembilan turnamen, sedangkan Justin Barki dalam dua turnamen.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/12/e29bb7dd4e5a1de0ad122b6e30327e66-FAK_1178.jpg)
Rifqi dan kawan-kawan kalah level dari petenis putra Thailand, seperti Kasidit Samrej dan Maximus Jones. Samrej, yang mengalahkan Rifqi di semifinal, dan Jones bermain di arena profesional pada level ATP Challenger.
Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia
Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait dengan penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji