Berselang 31 tahun setelah Yayuk/Romana, tenis ganda putri Indonesia kembali menjuarai turnamen WTA. Aldila/Janice menjadi juara WTA Suzhou.
05 Okt 2025 16:48 WIB · Olahraga
SUZHOU, MINGGU — Aldila Sutjiadi/Janice Tjen menjuarai turnamen tenis WTA 125 Suzhou. Gelar ini menjadi bekal untuk jalur berbeda kedua petenis putri Indonesia itu.
Gelar juara pada turnamen yang diselenggarakan di Sungent International Tennis Center, Suzhou, China, pada 29 September-5 Oktober 2025 ini didapat setelah mengalahkan Kataryzna Kawa/Makoto Ninomiya (Polandia/Jepang) dalam final yang berlangsung pada Minggu (5/10/2025). Aldila/Janice menang dengan skor 6-4, 6-3.
Meskipun level WTA 125 berada di bawah WTA Tour (250, 500, dan 1000), kemenangan Aldila/Janice menjadi yang pertama bagi duet sesama pemain Indonesia dalam turnamen WTA. Sebelum Janice mendapat kesempatan bermain dalam turnamen WTA, Aldila membawa nama Indonesia sendirian dalam persaingan petenis putri di ajang WTA. Maka, petenis yang fokus bermain ganda putri sejak 2023 itu berpasangan dengan petenis-petenis dari luar Indonesia.
Gelar dari Aldila/Janice menjadi yang pertama bagi ganda putri Indonesia dalam rentang 31 tahun setelah Yayuk Basuki/Romana Tedjakusuma menjuarai turnamen WTA Wismilak Terbuka 1994 di Surabaya, Jawa Timur. Turnamen tersebut berlevel Tier IV yang setara dengan WTA 125 saat ini. Lalu, pada 1997 hingga 2008 (pada 2007 dan 2008 disponsori Commonwealth Bank) menjadi Tier III (setara WTA 250).
Saat turnamen tersebut digelar hingga 2008, Angelique Widjaja juga menjadi juara, yaitu pada 2001 (tunggal putri) dan 2003 pada nomor ganda putri bersama petenis Venezuela, Maria Vento-Kabchi. Selain itu, ada Wynne Prakusya yang mencapai final bersama Janet Lee (Taiwan). Namun, gelar ganda putri WTA yang didapat duet sesama pemain Indonesia baru didapat lagi pada 2025 ketika Aldila mempunya teman sesama pemain Indonesia yang bermain dalam persaingan WTA.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/20/25f1bf32-30de-4760-a3fa-7f056d48dd1a.jpg)
Janice memasuki persaingan turnamen WTA setelah tampil di panggung Grand Slam, yaitu Amerika Serikat Terbuka, 24 Agustus-7 September. Bertanding sejak babak kualifikasi, mengalahkan unggulan ke-24, Veronika Kudermetova, pada babak pertama, lalu melawan Emma Raducanu pada babak kedua (Janice kalah), Janice pun mendapat kesempatan bersaing pada turnamen profesional di level WTA Tour karena peringkat dunianya naik.
Hanya dua pekan setelah kalah dari Raducanu, dia bermain di WTA 250 Sao Paulo dan mencapai final dengan mengalahkan tiga unggulan. Namun, Janice kalah dari petenis remaja Perancis, Tiantsoa Rakotomanga Rajaonah.
Setelah itu, Janice menjalani tur Asia, salah satunya saat mendapat kesempatan pertama tampil pada level WTA 1000, yaitu di Beijing, China. Dia memenangi dua babak kualifikasi, tetapi kalah dari Aliaksandra Sasnovich pada babak pertama. Final turnamen ini mempertemukan Linda Noskova dan Amanda Anisimova pada Minggu (5/10/2025) malam.
Pencarian pengalamannya dalam turnamen WTA berlanjut ke kota lain di China, yaitu Suzhou, dalam sepekan terakhir. Levelnya lebih kecil dibandingkan WTA 1000 Beijing, tetapi Janice mendapat pengalaman berharga dengan berduet bersama seniornya, Aldila, di ganda putri hingga menjadi juara.
Janice mendapat tambahan pengalaman tampil di final dan belajar menerapkan strategi yang tepat bermain ganda meski dia tak asing berpartnet dengan Aldila. Mereka memberi Indonesia satu-satunya medali dari cabang tenis di Asian Games Hangzhou 2022, yaitu perunggu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/27/e099472278634936bac64426c7c1f175-US_Open_Tennis.jpg)
Aldila dan Janice kemungkinan akan berduet lagi pada turnamen WTA 250 Hong Kong, 27 Oktober-2 November 2025.
Janice belajar mengatasi tekanan dan bangkit setelah melakukan kesalahan. Saat memegang servis pada gim kesembilan set pertama, pada skor 4-4, Janice membuat tiga unforced error beruntun setelah unggul 40-0. Duet Indonesia akhirnya mempertahankan servis tersebut hingga unggul 5-4 dan memenangi gim terakhir dengan mencuri servis lawan.
Bagi Aldila, yang memasuki turnamen WTA sejak 2019 dan hanya fokus bermain ganda putri sejak 2023, berpartner bersama Janice di Suzhou dilakukan setelah kalah pada babak pertama di Beijing bersama Irina Khromacheva. Pada akhir Februari 2025, Aldila/Janice juga bermain dalam turnamen ITF, yaitu WTT W35 dan mencapai final. Janice menjadi salah satu dari sepuluh pemain yang berpartner dengan Aldila pada tahun ini dari level WTA 125 hingga Grand Slam.
Dikatakan oleh ayah Aldila, Indriatno Sutjiadi, Aldila dan Janice kemungkinan akan berduet lagi pada turnamen WTA 250 Hong Kong, 27 Oktober-2 November 2025.
Pengalaman sepekan di Suzhou akan menjadi bekal bagi Janice untuk menambah pengalaman tampil dalam turnamen WTA meski masih dalam level rendah. Untuk WTA 250, misalnya, dia masih harus melewati fase kualifikasi.
Adapun Aldila, perjalanannya pada 2025 naik-turun hingga dia sempat menurunkan level turnamen yang diikuti, yaitu dengan bermain dalam turnamen ITF WTT 100 di Spanyol pada April. Aldila melewatkan Australia Terbuka karena sakit dan hanya mencapai babak kedua Wimbledon sebagai hasil terbaik di Grand Slam.
Final WTA Tour dicapainya di Guadalajara, Meksiko, 8-14 September 2025 saat berpasangan dengan Giuliana Olmos. Setelah di Suzhou, Aldila akan kembali ke WTA 1000, yaitu di Wuhan, 6-12 Oktober 2025 bersama Irina Khromacheva.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/20/6e04af6b-28d6-4210-a053-4c0e5cd26022.jpg)
Dari turnamen putra, ATP Masters 1000 Shanghai, unggulan kelima, Taylor Fritz, tersingkir pada babak ketiga, Minggu (5/10/2025). Petenis AS ini disingkirkan petenis Perancis, Giovanni Mpetshi Perricard, 4-6, 5-7. Sementara itu, pada babak yang sama, Holger Rune menang atas Ugo Humbert, 6-4, 6-4.
Dengan tersingkirnya Fritz, persaingan pada paruh bawah undian pun seharusnya berkurang. Selain Rune, yang telah memastikan lolos ke babak keempat, persaingan di paruh ini menyisakan Jannik Sinner (2) dan Novak Djokovic (4) pada unggulan sepuluh besar. Mereka akan memainkan babak ketiga pada Minggu malam. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra