Garnacho memang tidak berarti bagi Amorim. Tapi, bagi Enzo Maresca, ia mungkin adalah segalanya. Berpotensi jadi pemain kedua "Bomb Squad” yang mendapat klub baru.
28 Agt 2025 16:35 WIB · Olahraga
MANCHESTER, KAMIS — Manchester United menghabiskan lebih dari 200 juta poundsterling pada bursa transfer musim panas kali ini. Di saat upaya belanja yang begitu masif, “Setan Merah” belum menjual satu pun pemain.
Padahal setidaknya ada tiga pemain “Bomb Squad” atau Pasukan Bom seperti Alejandro Garnacho, Rasmus Hojlund, dan Jadon Sancho yang bisa jadi sumber pemasukan. Istilah Pasukan Bom mengacu pada para pemain yang tidak masuk skema taktik Amorim. Dari mereka bertiga, nasib Garnacho mulai menemui titik terang.
Berdasarkan laporan The Telegraph, Kamis (28/8/2025), Garnacho semakin mendekati pintu keluar dari MU. Chelsea disebut-sebut menjadi pihak terdepan yang akan mendapatkan tanda tangannya. Klub asal London barat itu memang sejak lama mengincar Garnacho yang dinilai cocok dengan skema permainan manajer Enzo Maresca.
MU memasang harga 50 juta poundsterling bagi klub-klub yang menginginkan jasa Garnacho. Harga yang cukup tinggi mengingat Garnacho masih terikat kontrak hingga 2028. Akan tetapi, perkembangan terbaru menyebutkan Setan Merah bersedia menurunkan harga agar pemain 21 tahun itu bisa segera mendapatkan klub baru.
“Manchester United hampir mencapai kesepakatan senilai antara 35 juta hingga 40 juta pound untuk menjual pemain sayap Argentina berusia 21 tahun, Alejandro Garnacho, ke klub Liga Inggris lainnya, Chelsea,” tulis The Telegraph.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/07/ca05cf9aee78d6439b4b3bd88d523eba-Spain_Soccer_Europa_League.jpg)
Sebelum memasukkan Garnacho dalam radar perburuan, Chelsea telah melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap karakter dan pendekatan cara bermainnya terhadap kebutuhan tim. Secara garis besar, pemain sayap asal Argentina itu dinilai sudah teruji di Liga Inggris.
Garnacho sudah tidak memiliki masa depan di MU. Amorim secara terang-terangan mengklasifikasikannya sebagai Bomb Squad. Mereka terdiri dari sejumlah pemain, antara lain Marcus Rashford, Alejandro Garnacho, Jadon Sancho, Antony, dan Tyrell Malacia.
Dari seluruh pemain Bomb Squad, hanya Rashford yang telah mendapatkan pelabuhan baru meski hanya berstatus sebagai pemain pinjaman di Barcelona. Ini berarti Rashford merupakan alumni pertama Bomb Squad.
Rashford berpotensi mempermanenkan masa baktinya jika tampil baik di Barca musim ini. Harga yang diberikan MU kepada Barca untuk menebusnya di akhir musim juga tergolong murah, hanya 30 juta poundsterling.
Di sisi lain, Antony ingin kembali ke Real Betis tetapi terganjal proses negosiasi yang rumit antara kedua klub. Betis menginginkan Antony dengan status pinjaman tetapi MU hanya berniat menjualnya secara permanen dengan harga sekitar 43 juta poundsterling.
Berbeda dengan situasi Antony, jurnalis pakar transfer, Fabrizio Romano menyebut proses kepindahan Garnacho ke Chelsea akan segera terjadi. Dengan demikian, Garnacho berpeluang menjadi pemain kedua Bomb Squad yang resmi mendapatkan klub baru.
“Chelsea mengonfirmasi proposal mereka senilai 35 atau 40 juta pound sebagai paket lengkap, menunggu lampu hijau dari Manchester United. Kesepakatan akan terjadi, hanya masalah waktu, karena Garnacho hanya menginginkan Chelsea,” kata Romano.
Jika di mata Amorim Garnacho bukanlah siapa-siapa, bagi Enzo Maresca dia bisa berarti segalanya. Chelsea di bawah Maresca menjelma sebagai tim dengan gaya permainan menyerang atraktif dan pressing tinggi. Gaya bermain Maresca dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 menuntut kinerja pemain sayap yang mampu menembus pertahanan, menciptakan peluang, dan berkontribusi pula saat bertahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/25/1b5e9d8359ba72625baf18a6e2a84d4f-cropped_image.jpg)
Garnacho dinilai memenuhi kriteria tersebut. Apalagi Maresca terus berupaya meningkatkan kedalaman lini serangnya setelah belum puas dengan mendatangkan Jamie Gittens dan Joao Pedro.
Di sisi lain, ketidakpastian seputar masa depan Mykhailo Mudryk, kepergian Noni Madueke, dan Sancho telah membuka ruang bagi pemain sayap baru di Chelsea. Selama membela MU, Garnacho piawai bermain di sayap kiri tetapi juga bisa bermanuver di kanan atau sebagai pemain nomor 10. Ia menghadirkan fleksibilitas yang selama ini dicari Maresca.
Torehan 11 gol dan 10 asis musim lalu mencerminkan kelebihan Garnacho sebagai creator sekaligus pencetak gol ulung. Jika proses transfernya terwujud, ia akan mengikuti jejak Rashford menjadi alumni Bomb Squad. Selain itu, kehadirannya di Chelsea menambah sengit persaingan di pos sayap kiri yang juga ditempati Gittens.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase