Setelah dinyatakan hilang sejak delapan bulan lalu, Alvaro ditemukan dalam kondisi meninggal. Polisi telah menangkap tersangka penculik terkait kasus ini.
23 Nov 2025 21:22 WIB · Kriminalitas
Kompas/Hendra A Setyawan
JAKARTA, KOMPAS — Alvaro Kiano Nugroho (6), anak yang dikabarkan hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, sejak Maret 2025, ditemukan dalam kondisi meninggal. Polisi menangkap pelaku yang diduga menculik Alvaro. Keberadaan Alvaro diketahui terakhir kali di masjid dekat rumahnya.
Kepala Polsek Pesanggrahan Ajun Komisaris Seala Syah Alam menyampaikan kabar itu, Minggu (23/11/2025). Hanya saja, dia belum mau memberikan penjelasan lebih rinci mengenai informasi tersebut.
”Saya belum bisa memberikan pernyataan lebih lanjut,” ujarnya singkat. Namun, kata Seala, Polres Metro Jakarta Selatan akan memberikan penjelasan mengenai penemuan Alvaro dalam waktu dekat.
Dalam melacak keberadaan Alvaro, kepolisian membentuk tim gabungan yang melibatkan Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Pesanggrahan, Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, dan Reserse Mobil Polda Metro Jaya.
Berbagai kendala dihadapi saat mencari keberadaan Alvaro. Kendala itu, misalnya, keluarga tidak segera melaporkan saat mengetahui anggota keluarganya hilang. Selain itu, polisi tidak dapat menemukan jejak rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi hilangnya Alvaro.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/08/b0803d06-b6c7-45ff-8c00-b4ac535511ae_jpg.jpg)
Polisi kemudian menggali informasi berdasarkan keterangan saksi, baik dari pihak tempat Alvaro bersekolah, keluarga, melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram, maupun saluran pengaduan polsek. Pencarian pun dikembangkan hingga ke sejumlah daerah, seperti Banten dan Sukabumi.
Sebelumnya, Tugimin (71), kakek Alvaro, mengatakan cucunya terakhir kali terlihat di sekitar masjid di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Alvaro terakhir kali terlihat di kawasan Masjid Jami’ Al Muflihun yang berada tidak jauh dari rumahnya di Pesanggrahan.
Informasi tentang kedatangan seorang pria baru Tugimin ketahui dari marbot yang bertugas di masjid tersebut. Saat itu, seorang pria tersebut mengaku sebagai ayah Alvaro.
Padahal, ayah Alvaro sedang menjalani proses hukum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, sementara ibunya sedang bekerja di Malaysia.
Akan tetapi, setelah kedatangan pria tersebut, sang marbot masjid tidak lagi memperhatikan gerak-gerik Alvaro dan sang pria misterius itu. Sebab, dia sibuk mempersiapkan waktu berbuka puasa.
Tugimin pun tidak curiga karena biasanya setelah berbuka, Alvaro bermain dengan rekan-rekannya. Kecurigaan baru muncul karena sampai larut malam Alvaro tidak kunjung kembali ke rumah.
Kasus penculikan anak belakangan berulang terakhir. Salah satunya menimpa Bilqis Ramdhani (4,5) yang ditemukan di Jambi. Sebelumnya, Bilqis diculik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (2/11/2025). Sepekan kemudian, Bilqis ditemukan di kawasan hutan Merangin, Jambi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/19/fd72f06d8b73743b79da6e54bd318853-ebebffd2_3d94_4b33_8157_f6f06b583559.jpeg)
Saat ditemukan, Bilqis dalam penguasaan salah satu anggota Suku Anak Dalam. Butuh jalan panjang dan negosiasi alot hingga korban penculikan ini kembali kepada keluarganya.
Dalam keterangan di Makassar, Rabu (19/11/2025), Kepala Polda Sulsel Inspektur Jenderal Djuhandani Raharjo mengungkap sejumlah fakta. Semua berdasarkan pendalaman pemeriksaan para pelaku.
Saat ini ada empat pelaku yang sudah ditahan terkait penculikan Bilqis. Mereka adalah SY (30) yang berasal dari Makassar dan NH (29) asal Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain itu, ada MA (43) dan AS (38), keduanya dari Jambi.
Djuhandhani mengatakan, berdasarkan pengakuan MA, selama periode Agustus-September 2025, MA sudah tujuh kali melakukan jual-beli anak. Dia membeli dari ibu kandung Rp 16 juta-Rp 22 juta per anak. Selanjutnya, anak-anak itu dijual kembali ke kelompok di Jambi dengan harga Rp 26 juta-Rp 28 juta.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar