Aman Berkendara di Musim Hujan

Berkendara saat hujan membutuhkan teknik tersendiri untuk mencegah gejala ”aqua planning”. Bagaimana tipsnya?

25 Mar 2025 11:00 WIB · Gaya Hidup

Oleh Nikolaus Harbowo, Emanuel Edi Saputra

Fenomena hujan disertai angin masih akan terus mengintai para pemudik pada Lebaran 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, pada periode 24-27 Maret 2025, cuaca di Tanah Air bakal masih didominasi berawan hingga hujan ringan. Hujan lebat berpotensi terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG melalui laman resminya mengingatkan pengendara untuk berhati-hati terhadap potensi jalanan licin. Jalanan yang licin saat hujan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.

Logo Liputan Lebaran 2025

Praktisi keselamatan berkendara, Sony Susmana, Senin (24/3/2025), di Jakarta mengatakan, prakiraan cuaca dari BMKG perlu diperhatikan serius oleh para pengendara mobil. Masyarakat harus memahami tips-tips berkendara ketika jalanan basah karena itu kerap menjadi faktor ban selip.

Menurut dia, kecepatan kendaraan ketika jalanan sedang basah dan kering harus dibedakan. Ketika jalan kering, kecepatan kendaraan diperbolehkan mencapai 60 km/jam. Namun, saat jalan basah, kecepatan kendaraan harus dikurangi 20 km/jam sehingga menjadi 40 km/jam.

Kemudian, saat peralihan dari kondisi jalan kering ke basah atau basah ke kering harus ada penyesuaian yang tidak hanya antara pengemudi terhadap cuaca dan kondisi lingkungan, tetapi juga terhadap power mesin dan kemampuan ban.

Kendaraan memasuki Gerbang Tol Palimanan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Cirebon, Jawa Barat, Rabu (20/4/2022). Badan Pengatur Jalan Tol bersama Astra Tol Cikopo-Palimanan meniadakan transaksi di Gerbang Tol Palimanan saat arus mudik Lebaran 2022. Pengendara dapat melakukan transaksi di gerbang tol yang dituju agar tidak terjadi penumpukan di GT Palimanan. KOMPAS/RADITYA HELABUMI 20-04-2022

”Sebab, ban yang diciptakan di Indonesia bukan ban intermediate, melainkan ban kering. Jadi, ketika cuaca kering, kecepatan kita sesuaikan. Jangan main asal tarik kecepatan karena membahayakan sekali,” kata Sony.

Tekanan ban juga perlu dipastikan jangan sampai kurang. Tekanan ban yang kurang akan memperbesar gejala aqua planning saat ada genangan air di jalan, apalagi jika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi ditambah ban yang gundul. Aqua planning adalah kondisi di mana ban mobil kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena terhalang lapisan air sehingga menyebabkan mobil terasa mengambang dan sulit dikendalikan.

Kikie Herdian Ruharana (43), karyawan swasta di Jakarta, pernah berkendara pada malam hari dan cuaca sedang hujan. Kala itu ban mobilnya sudah gundul dan mobil melintasi genangan, segera membuat mobil menjadi tidak terkendali. Apalagi, saat itu mobil melaju dengan kecepatan tinggi.

Mobil yang membawa Paus Fransiskus tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). Paus Fransiskus akan melanjutkan lawatannya ke Papua Nugini. INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/DANU KUSWORO 06-09-2024

Tim Kompas pun mencoba menggunakan untuk melintasi jalanan ketika hujan. Berbagai fitur yang dimiliki oleh mobil MPV ini sangat membantu pengendara untuk mengantisipasinya.

Tim Kompas pun mencoba menggunakan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid untuk melintasi jalanan ketika hujan. Berbagai fitur yang dimiliki oleh mobil MPV ini sangat membantu pengendara untuk mengantisipasinya.

Saat Kompas berkendara dalam kondisi hujan dan gelap, mobil tersebut dilengkapi fitur pengatur jarak lampu. Ada beragam pilihan jarak pancaran lampu di fiturnya tanpa mengganggu pelintas lain. Saat curah hujan lebat, agar terhindar dari risiko aqua planning, pengendara juga memiliki alternatif untuk mengaktifkan mode fitur antiselip.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo, Emanuel Edi Saputra
 | 

Editor:

Caecilia Mediana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .