Ambisi Besar Tim U-23 Indonesia Dimulai di Kejuaraan ASEAN 2025

Empat turnamen di hadapan tim U-23 Indonesia. Pelatih Gerald Vanenburg ditargetkan meraih juara ASEAN dan emas SEA Games, lalu semifinal Piala Asia U-23 2026.

30 Mei 2025 17:14 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Tim U-23 Indonesia akan menjalani empat turnamen bergengsi pada periode Juli 2025 hingga Januari 2026. Bersama Pelatih Gerald Vanenburg, skuad ”Garuda Muda” ditargetkan bisa meraih prestasi terbaik. Harapan trofi juara itu ditargetkan tercipta sejak Kejuaraan ASEAN Piala Mandiri 2025.

Dalam kurun enam bulan, tim U-23 akan bertarung di empat turnamen yang terdiri atas dua level Asia dan dua lainnya di kancah Asia Tenggara. Turnamen itu ialah Kejuaraan ASEAN 2025 (Juli 2025), kualifikasi Piala Asia U-23 2026 (September 2025), SEA Games 2025 (Desember 2025), dan Piala Asia U-23 2026 (Januari 2026).

Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak ingin tim U-23 Indonesia bermain setengah hati pada Kejuaraan ASEAN 2025 meskipun turnamen itu menjadi debut Gerald menangani Garuda Muda.

Apalagi, Indonesia akan bermain di kandang. Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, akan menjadi lokasi pertandingan Indonesia. Laga lainnya akan digelar di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat. Turnamen berlangsung 15-31 Juli.

Dalam undian fase grup, Jumat (30/5/2025), di Bali, Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam. Pada Grup B, juara bertahan Vietnam, akan ditantang oleh Kamboja dan Laos. Adapun Thailand, Myanmar, dan Timor Leste berjumpa di Grup C.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menerima jersei khusus dari Presiden AFF Khiev Sameth pada undian Kejuaraan ASEAN Piala Mandiri 2025, Jumat (30/5/2025), di Bali, Indonesia. Indonesia menargetkan juara di Kejuaraan ASEAN tahun ini.

Format tiga grup di babak penyisihan baru pertama kali tersaji di Kejuaraan ASEAN U-23 2025. Pada empat edisi sebelumnya, tim-tim hanya terbagi ke dalam dua grup, lalu dua tim terbaik masing-masing grup bertarung di babak semifinal. Pada edisi 2025, selain tiga juara grup, satu tim peringkat kedua terbaik bakal bergabung di fase empat besar.

”(Turnamen) Ini pemanasan yang bagus bagi tim U-23 dan Pelatih Gerald Vanenburg. Kita juga sudah rindu bertemu Malaysia. Jadi, pastikan Stadion Utama GBK selalu penuh pada seluruh laga timnas,” tutur Erick dalam keterangan setelah menghadiri langsung undian itu, Jumat.

Erick menambahkan, Filipina juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh skuad Garuda Muda. Di sisi lain, potensi ketemu Vietnam atau Thailand pada babak gugur disambut positif oleh Erick.

”Target di Kejuaraan ASEAN U-23 ini adalah menjadi juara. Kami lolos ke final pada edisi terakhir dua tahun lalu. Pelatih dan pemain juga mendapat persiapan penting sebelum menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 yang ditargetkan lolos ke babak utama dan mengulang prestasi lolos ke semifinal pada Piala Asia U-23 2024 di Qatar,” tutur Erick.

Vanenburg sependapat dengan Erick. Ia setuju Kejuaraan ASEAN juga menjadi ajang pemanasan untuk menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Meski begitu, Vanenburg juga memiliki ambisi memberikan trofi perdana bagi Indonesia.

Gerald Vanenburg, asisten pelatih timnas Indonesia dan Pelatih Tim U-23 Indonesia.

”Turnamen ini menjadi tantangan sebelum kami menghadapi kualifikasi Piala Asia U-23, bulan September. Ini adalah ajang terbaik bagi kami untuk mengembangkan pemain dan mengasah mental pemain,” kata Vanenburg yang merupakan salah satu pemain andalan timnas Belanda ketika juara Piala Eropa 1988.

Indonesia pernah menjadi juara Kejuaraan ASEAN U-23 edisi 2019. Kala itu, Garuda Muda diasuh Indra Sjafri. Vietnam menjadi kampiun pada 2022 dan 2023, lalu Thailand adalah tim juara edisi perdana pada 2005.

Selain itu, tim U-23 Indonesia juga ditargetkan bisa mempertahankan medali emas SEA Games. Pada tahun ini, SEA Games akan berlangsung di Thailand.

Jalan menuju Asia

Pada Kamis (29/5/2025), Vanenburg juga sudah mendapat kabar tentang hasil undian kualifikasi Piala Asia U-23 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Indonesia yang berstatus tuan rumah Grup J akan menghadapi Korea Selatan, Laos, dan Makau.

Seluruh pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 2026 akan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Turnamen berlangsung pada 1-9 September 2025.

Bek tengah Tim U-23 Indonesia, Alfeandra Dewangga, telah mengikuti sesi latihan bersama rekan setimnya di Stadion Leo Lagrange, Besancon, Perancis, Selasa (7/5/2024). Dewangga baru tiba di Perancis, Selasa pagi.

Untuk lolos ke babak utama, Indonesia harus menjadi juara grup atau menjadi salah satu dari empat peringkat kedua terbaik. Adapun Piala Asia U-23 2026 bakal digelar di Arab Saudi.

”Kesempatan tampil di kandang sendiri harus kami manfaatkan. Korsel adalah tim sangat kuat, sedangkan tim lainnya belum terlalu kami kenal. Secara keseluruhan, undian kualifikasi Piala Asia U-23 cukup bagus,” ujar Vanenburg.

Ia menambahkan, ”Untuk menjadi tim juara, kami harus siap mengalahkan tim-tim tangguh. Hasil itu akan menjadi bukti bahwa kami sudah berada di level yang meningkat.”

Pencarian pemain

Dalam proses pencarian pemain, Vanenburg juga sudah berkeliling ke klub-klub Liga 1 Indonesia selama satu bulan terakhir. Pemain muda yang tampil baik di BRI Liga 1 2024-2024, seperti Muhammad Ferrari, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Ananda Raehan, Arkhan Fikri, Rayhan Hannan, Victor Dethan, Toni Firmansyah, Hokky Caraka, dan Arkhan Kaka, bisa menjadi opsi bagi Vanenburg.

Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Bahrain Komail Alaswad (kiri) dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
25-03-2025

Pemain yang sudah membela tim nasional Indonesia, misalnya Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Ivar Jenner, dan Justin Hubner, juga masih lolos kualifikasi untuk bermain di tim U-23.

Kemudian, Vanenburg juga bisa memanggil sejumlah pemain yang berkarier di luar Indonesia. Mereka adalah Meshaal Hamzah (Nakhon Pathom United/Thailand), Dion Markx (NEC Nijemegen/Belanda), Tim Geypens (Emmen/Belanda), Welber Jardim (Sao Paulo/Brasil), Ronaldo Kwateh (Mahasarakham /Thailand), dan Jens Raven (Dordrecht/Belanda).

Vanenburg pun sudah mengungkapkan kemampuan pemain yang ingin diasuhnya di tim U-23. ”Mentalitas yang kuat sangat penting. Jika hanya mengandalkan bakat tanpa kerja keras, konsistensi, dan disiplin dalam latihan atau pertandingan, mereka tidak akan bisa mencapai puncak potensi,” tutur Vanenburg.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra