Satu kemenangan lagi, Indonesia akan masuk dalam jajaran empat besar Piala Asia Futsal 2026. Hal itu bakal menjadi prestasi tertinggi futsal Indonesia.
02 Feb 2026 18:39 WIB · Olahraga
KOMPAS/MUHAMMAD IKHSAN MAHAR
JAKARTA, KOMPAS — Piala Asia Futsal 2026 memasuki babak gugur yang menentukan, Selasa (3/2/2026). Bagi Indonesia, partisipasi di perempat final kali ini adalah kesempatan kedua setelah tahun 2022. Tidak ingin sekadar tampil, skuad ”Garuda” mengemban ambisi besar untuk masuk dalam jajaran elite Asia dengan menembus semifinal.
Berbeda dengan edisi 2022, Indonesia kala itu berhadapan dengan Jepang, raksasa Asia, yang hanya kalah kuantitas gelar kontinental dari Iran. Meskipun tersingkir dengan kekalahan tipis, 2-3, optimisme kebangkitan timnas futsal Indonesia di kancah Asia pun muncul.
Meskipun sempat tidak ikut serta pada Piala Asia edisi 2024, Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Dominasi Thailand di kawasan Asia Tenggara telah diakhiri. Gelar Piala AFF 2024 dan medali emas SEA Games 2025 menjadi pembuktian Indonesia.
Berbeda dengan empat tahun lalu, Indonesia akan mendapat lawan yang relatif seimbang pada perempat final Piala Asia Futsal 2026. Vietnam, rival regional, bakal menjadi tantangan bagi skuad Garuda demi lolos ke semifinal.
Di ajang Piala Asia Futsal, Vietnam secara pengalaman lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. ”Pasukan Bintang Emas”, julukan Vietnam, tidak pernah absen menembus perempat final dalam lima partisipasi sebelumnya sejak menjadi tuan rumah edisi 2014. Bahkan, mereka mampu menembus semifinal pada 2016.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/31/060bddabcc144f2afebddef00de7cd5f-cropped_image.jpg)
Vietnam menghuni peringkat ke-20 dalam ranking futsal FIFA terkini. Hal itu membuat mereka lebih baik daripada Indonesia yang berada di posisi ke-24.
Selain Indonesia, Afghanistan adalah satu tim lainnya yang berpeluang mencapai debut di babak semifinal Piala Asia Futsal.
Catatan positif Vietnam itu menjadi ambisi bagi Indonesia untuk meraih kemenangan pada babak perempat final. Selain itu, Indonesia ingin membuktikan bahwa keunggulan Vietnam 1-0 pada SEA Games 2025 hanya sebuah kebetulan dan tidak menunjukkan disparitas kualitas kedua tim.
”Ya, mereka lebih berpengalaman di Piala Asia dibandingkan kami. Pertandingan akan berlangsung sengit, tetapi kami akan berusaha untuk memanfaatkan dukungan suporter sendiri. Setelah lolos perempat final, ambisi kami selanjutnya adalah lolos ke semifinal untuk pertama kali,” kata Hector Souto, pelatih timnas futsal Indonesia, Senin (2/2/2026).
Souto menyebut mentalitas Indonesia tengah baik. Bekal sejumlah turnamen dan laga ekshibisi dalam satu tahun terakhir, seperti menghadapi Argentina, Belanda, Latvia, hingga juara turnamen di China tahun lalu, adalah proses bagi tim untuk tampil baik di Piala Asia.
”Kami ingin menciptakan sejarah yang bisa dirayakan oleh masyarakat Indonesia. Tujuan kami berusaha maksimal untuk menang (kontra Vietnam),” ucapnya, kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/30/797eb68f0bd43c3f794c5d75cebf0b82-20260130_GKT_Piala_Asia_Futsal_2026_1_mumed.jpg)
Selain Indonesia, Afghanistan adalah satu tim lainnya yang berpeluang mencapai debut di babak semifinal Piala Asia Futsal. Namun, Afghanistan, yang lolos sebagai peringkat kedua Grup D, akan menghadapi Jepang, pemilik empat gelar Piala Asia Futsal.
Dalam sejarah Piala Asia Futsal, Afghanistan baru menembus babak utama pada edisi Thailand 2024. Mereka langsung tampil konsisten karena selalu mampu lolos ke babak perempat final. Di edisi Indonesia 2026, Afghanistan mampu menaklukkan Malaysia dan Arab Saudi yang sudah lebih rutin tampil di pentas kontinental.
Kondisi itu yang diantisipasi oleh Jepang. Skuad ”Samurai Lima” tidak ingin mengecilkan kemampuan Afghanistan. Jepang lolos ke perempat final berkat tampil sempurna di Grup C. Australia, Tajikistan, dan Uzbekistan telah dikalahkan Jepang.
”Semua lawan memiliki kemampuan setara di babak gugur. Kami harus bersiap dan tampil dengan kemampuan terbaik untuk menghadapi lawan pada babak perempat final,” kata Kensuke Takahashi, pelatih timnas futsal Jepang di zona campuran setelah laga menghadapi Uzbekistan di Stadion Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (1/2/2026).
Jika Indonesia mengalahkan Vietnam dan Jepang menyingkirkan Afghanistan, kedua tim akan berjumpa pada babak semifinal, Kamis (5/2/2026). Takahashi pun berharap laga itu bisa terwujud. Sebelum mengasuh Jepang, Takahashi melatih tim Indonesia pada periode 2018 hingga 2021.
”Semoga kedua tim bisa sama-sama menang (di perempat final),” ucap Takahashi, singkat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/01/69433bcec9555e4645163e251c2b1f66-IMG_2746.jpeg)
Adapun Thailand dan Iran berpeluang mengulang partai puncak edisi 2024, lalu di babak semifinal tahun ini. Hal itu dapat tercipta apabila Thailand mampu mengalahkan Irak, sementara Iran menumbangkan Uzbekistan.
Meskipun tidak diunggulkan, Irak bertekad bisa menghadirkan kejutan. Irak baru satu kali menembus babak semifinal dari 13 partisipasi di Piala Asia Futsal sebelumnya. Capaian itu tercipta pada edisi Taiwan 2018.
”Ini kesempatan kami untuk menyamai prestasi terbaik di Piala Asia. Segala sesuatu bisa terjadi di pertandingan nanti. Kami akan tunjukkan kualitas terbaik,” tutur kapten Irak, Salim Faisal.
Semangat juang Irak menggebu-gebu. Performa mereka dilecut ambisi untuk mempersembahkan prestasi bagi dua pemain yang dibekap cedera, yaitu kiper Hussein Ahmed dan Mohammad Abdulhadi. Kedua pemain itu tidak bermain sejak menghadapi Indonesia akibat cedera ketika berjumpa Korea Selatan.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto