Korban keracunan MBG di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat membeludak hingga Selasa malam. Ambulans masih hilir mudik mengangkut siswa keracunan.
14 Okt 2025 21:33 WIB · Kesehatan
BANDUNG BARAT, KOMPAS — Hingga Selasa (15/10/2025) malam, korban keracunan makanan dari paket Makan Bergizi Gratis di SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih bermunculan. Mereka datang ke sejumlah posko perawatan, rumah sakit, dan klinik di wilayah sekitarnya.
Dari pantauan Kompas hingga pukul 21.00 WIB, total ada 132 korban keracunan. Salah satu lokasi posko perawatan para korban ada di SMP Negeri 1 Cisarua. Sekolah menyiapkan empat ruangan.
Saking banyaknya yang dirawat, ada siswa tidur di kasur yang diletakkan di lantai. Semua korban kondisinya lemas dan mendapatkan cairan infus.
Dari posko ini, sebagian korban dibawa ke sejumlah rumah sakit dan klinik untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Tampak lebih dari enam unit ambulans lalu-lalang membawa para korban dari posko ke rumah sakit dan klinik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/3e0ccd9f313988ba4ffb9cc9cb16e36b-IMG_20251014_201024.jpg)
Sebelumnya, pelajar SMPN 1 Cisarua mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa pukul 10.00 WIB. Menunya satu porsi nasi, sepotong ayam, sayur, dan sepotong melon.
Akan tetapi, seusai mengonsumsi makanan tersebut, para pelajar mengalami gejala keracunan hingga jatuh sakit. Mereka merasakan pusing dan mual.
”Berdasarkan data sementara, jumlah korban sudah mencapai 132 orang. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan jumlah korban setiap tiga jam sekali,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N Sukandar di SMPN 1 Cisarua.
Ia menuturkan, sampel makanan yang dikonsumsi para korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar. Sampel yang dikirim adalah ayam dan sayur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/8963c3c5539355d0adf878d9b469143d-IMG_20251014_201346.jpg)
”Dengan pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Daerah Jabar untuk mengetahui penyebab makanan tersebut memicu peristiwa ini,” tuturnya.
Pelaksana Harian Camat Cisarua Herman menambahkan, saat ini, pihaknya sudah menelusuri sekolah-sekolah lain yang menjadi sasaran program MBG di Cisarua.
”Total ada sembilan sekolah yang menerima MBG, tapi sejauh ini hanya satu sekolah yang terdampak. Sekolah lain belum ada laporan,” tuturnya.
Dengan kejadian ini, total ada tiga kali peristiwa keracunan MBG yang dialami para pelajar Bandung Barat dalam sebulan terakhir.
Dua kasus sebelumnya terjadi pada 22 dan 24 September 2025, sebanyak 1.315 pelajar keracunan. Penyebabnya makanan mengandung bakteri.
Kali ini, sumber keracunan diduga berasal dari lauk berupa ayam. Ayam yang disuguhkan kepada siswa diduga telah basi karena tercium bau tidak sedap.
”Ayamnya sudah berbau sebelum kami mengonsumsinya,” kata Muhammad Fatir (12), siswa SMPN 1 Cisarua.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/14/b127ebf8148c5c9a840355b44fae5160-IMG_20251014_183021.jpg)
Desi Oktaviani (15), siswi kelas IX SMPN 1 Cisarua, mengaku mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah menyantap makanan sekitar pukul 10.00 WIB.
”Rasanya mual dan pusing. Saya merasakan sesak napas,” kata Desi.
Desi menyebutkan sempat mencium aroma tidak sedap dari lauk ayam tersebut. ”Baunya kayak bangkai, terus agak anyir. Menunya juga sama kayak kemarin,” katanya.
Penulis:
Fabio Maria Lopes CostaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra