Konflik yang makin memanas, sejumlah negara mengevakuasi staf kedutaan dan warganya dari Iran dan Israel
22 Jun 2025 09:00 WIB · Internasional
Perkembangan saling serang antara Israel dan Iran yang kian tak menentu, membuat pemerintah Amerika Serikat mengevakuasi staf dan keluarga kedutaan di Israel.
Dalam dokumen yang diperoleh Associated Press, dikatakan bahwa lebih dari 6.400 warga negara AS di Israel telah mengisi formulir daring pada hari Jumat saja untuk meminta informasi tentang kapan dan apakah pemerintah AS akan mengatur penerbangan evakuasi. Selain itu, sebanyak 3.265 orang yelah menghubungi nomor darurat untuk meminta bantuan.
Dokumen tersebut memperkirakan antara 300 dan 500 orang per hari akan di evakuasi jika AS memutuskan untuk menawarkan penerbangan atau kapal untuk mengeluarkan warga Amerika.
Sebanyak 79 staf dan keluarga dari kedutaan AS di Israel telah dievakuasi pada hari Jumat eskalasi konflik Israel dan Iran. Memo internal Departemen Luar Negeri mengatakan penerbangan militer, yang kedua diketahui terjadi minggu ini, meninggalkan Tel Aviv menuju Sofia, Bulgaria, di mana sebagian atau semua penumpang akan mendapatkan penerbangan charter lanjutan ke Washington.
Saat ini, diperkirakan sekitar 700.000 warga Amerika di Israel, dimana banyak dari mereka berkewarganegaraan ganda. Namun jumlah ini belum pasti karena warga negara AS tidak diharuskan memberi tahu kedutaan jika mereka berada di sana atau kapan mereka akan pergi.
Sebelumnya pada hari Jumat, sebelum memo tersebut didistribusikan, juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce mengatakan kepada wartawan bahwa lebih dari 25.000 warga Amerika telah meminta informasi tentang meninggalkan Israel, Tepi Barat, dan Iran. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa orang-orang tersebut telah mencari "informasi dan dukungan" dan "mencari petunjuk" untuk berangkat.
Di Iran, dokumen tersebut mengatakan bahwa sedikitnya 84 warga negara AS dan penduduk tetap yang sah, atau pemegang Kartu Hijau, telah menyeberang ke negara tetangga Azerbaijan melalui jalur darat sejak konflik dimulai dan bahwa 774 orang tambahan telah diberi izin masuk hingga Jumat. Hampir 200 warga negara Amerika dan pemegang Kartu Hijau saat ini sedang menunggu izin untuk melakukan perjalanan darat dari Iran ke negara tetangga Turkmenistan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/21/89e71333-6313-4626-ba4c-392f53e096c0_jpg.jpg)
Pemerintah Inggris pada hari Jumat juga menarik staf kedutaannya dari Iran, mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya serta Australia dan Selandia Baru di tengah konflik dengan Israel.
"Karena situasi keamanan saat ini, kami telah mengambil tindakan pencegahan untuk menarik sementara staf Inggris kami dari Iran," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP. "Kedutaan kami terus beroperasi dari jarak jauh," tambahnya.
Pada hari kedelapan perang antara Iran dan Israel, kementerian Inggris mengatakan terus menyerukan de-eskalasi antara kedua belah pihak. Namun pernyataan itu menambahkan: "Kami menganggap perlindungan staf kami dan warga negara Inggris dengan sangat serius dan kami telah lama menyarankan agar tidak melakukan perjalanan ke Iran."
Sebelumnya pada hari Jumat, Australia juga menutup kedutaannya di Teheran dan memerintahkan para pejabat untuk meninggalkan negara itu, kata Sydney, dengan alasan "situasi keamanan yang memburuk".
Inggris dan Australi bergabung dengan serangkaian negara yang menutup misi diplomatik di Iran sejak Israel melancarkan serangan udara seminggu yang lalu.
Australia telah memerintahkan semua pejabatnya dan tanggungan mereka untuk meninggalkan Iran, dan menangguhkan operasi kedutaannya di Teheran, Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Adelaide.
"Ini bukan keputusan yang diambil dengan mudah. Ini adalah keputusan yang didasarkan pada memburuknya lingkungan keamanan di Iran," katanya. Wong mengatakan ada sekitar 2.000 warga negara Australia dan anggota keluarga yang terdaftar di Iran yang ingin meninggalkan negara itu, dan 1.200 lainnya di Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/21/60cf519e-f278-4975-853a-7a39821b7d8d_jpg.jpg)
Negara-negara lain yang telah menangguhkan operasi kedutaan Teheran termasuk Bulgaria, Republik Ceko, Selandia Baru, Portugal, dan Swiss. Swiss mengatakan akan menutup sementara misi diplomatiknya di ibu kota Iran, tetapi akan terus memenuhi perannya dalam mewakili kepentingan AS di Iran.
"Mengingat intensitas operasi militer di Iran dan situasi yang sangat tidak stabil di lapangan, Pemerintah Swiss menutup sementara kedutaannya di Teheran," kata Departemen Luar Negeri Federal.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/21/31718d0c-780f-47a2-9ca1-8f6e656483c3_jpg.jpg)
Perkembangan terakhir, Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya mengadakan konferensi pers tentang evakuasi warga negara Jepang dari Israel dan Iran di Kementerian Luar Negeri di Tokyo pada 20 Juni 2025.
Dalam foto yang dirilis, memperlihatkan personel Angkatan Udara Bela Diri Jepang menaiki pesawat angkut C2 menuju Djibouti dalam persiapan evakuasi warga negara Jepang dari Israel dan Iran, di Pangkalan Udara Miho di Prefektur Tottori, Jepang bagian barat, pada 21 Juni 2025.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul