Pelaksanaan hukuman mati masih berlaku di Amerika Serikat, tetapi jumlahnya terus menurun.
16 Jul 2025 09:40 WIB · Internasional
Seorang pria berusia 54 tahun bernama Michael Bernard Bell menjadi orang ke-26 tahun ini. Ia menjalani hukuman mati di Amerika Serikat pada Selasa (15/7/2025) malam. Bell divonis bersalah dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1995 atas pembunuhan Jimmy West dan Tamecka Smith dalam sebuah penembakan pada Desember 1993.
Kisahnya dimulai ketika Bell melihat mobil yang menembak mati saudaranya dikendarai seorang pria di Florida, Amerika Serikat (AS). Ia lantas memanggil dua temannya untuk ditemani dan mempersenjatai diri dengan senapan serbu AK-47 untuk mencari keberadaan mobil itu.
Bell tampaknya tidak menyadari bahwa pria penembak saudaranya telah menjual mobil itu kepada West yang tidak terkait dengan kejadian penembakan. Mereka akhirnya menemukan mobil itu terparkir di sebuah bar minuman keras dan memutuskan menunggunya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/b4185aa7-7ba7-47ae-8494-b1e0ac915c1e_jpg.jpg)
Ketika West, Smith, dan seorang perempuan lain akhirnya keluar dari klub, Bell mendekati mobil itu dan melepaskan tembakan. West meninggal di tempat kejadian, Smith meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, dan wanita lainnya selamat dari cedera.
Saksi mata mengatakan, Bell juga menembaki kerumunan warga yang menonton kejadian itu sebelum melarikan diri dari area tersebut. Lewat serangkaian penyelidikan, ia akhirnya ditangkap tahun berikutnya. Bell kemudian dihukum mati karena tiga kasus pembunuhan tambahan lain yang dilakukannya sekitar empat bulan sebelum serangan terhadap West dan Smith.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/6ef01610-5e58-47da-a17c-a60e66337a3f_jpg.jpg)
Petugas penjara mengatakan, Bell bangun pukul 06.30 waktu setempat dan menyantap makanan terakhirnya, yaitu telur dadar, bakon, kentang goreng, dan jus jeruk. Ia bertemu dengan seorang penasihat spiritual dan tidak ada pengunjung lain.
Ketika kepala sipir tim bertanya kepada Bell apakah dia punya kata-kata terakhir, Bell menjawab, ”Terima kasih karena tidak membiarkan saya menghabiskan sisa hidup saya di penjara”.
Terikat di brankar, Bell tampak waspada dan mengamati sekeliling kamar kematian saat obat-obatan mulai mengalir ke lengan kirinya yang terentang. Setelah sekitar 2 menit, ia menutup mata dan berhenti bergerak. Napasnya menjadi lebih berat selama sekitar satu menit, lalu melambat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/07dbeedf-847e-466c-8324-ff9620ba9d47_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/44273483-0a95-4728-9f61-8613051dd3b1_jpg.jpg)
Pukul 18.15, kepala tim memeriksa mata Bell dan meneriakkan namanya, tetapi tidak ada respons. Wajah Bell mulai pucat sekitar pukul 18.20. Seorang petugas medis memasuki ruangan pukul 18.24 dan menyatakan Bell telah meninggal semenit kemudian.
Michael Bernard Bell dinyatakan meninggal pada pukul 18.25 setelah menerima suntikan mematikan di Penjara Negara Bagian Florida dekat Starke, kata Bryan Griffin, juru bicara Gubernur Ron DeSantis. Ia menjadi orang ke-26 yang menjalani hukuman mati di AS tahun ini.
Bell adalah orang kedelapan yang dieksekusi mati di Florida tahun ini, dengan eksekusi kesembilan dijadwalkan akhir bulan ini. Negara bagian ini mengeksekusi enam orang pada tahun 2023, tetapi hanya satu orang tahun lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/ca15e05f-705d-45da-9138-6b1bcedd6d67_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/16/01f099d9-fc42-4fc4-b1ed-4ab422fd66cf_jpg.jpg)
Negara Bagian Florida telah mengeksekusi mati paling banyak, Texas dan Carolina Selatan di posisi kedua dengan masing-masing empat orang. Alabama telah mengeksekusi tiga orang, Oklahoma telah mengeksekusi dua orang, dan Arizona, Indiana, Louisiana, Mississippi, dan Tennessee masing-masing telah mengeksekusi satu orang
Ditambah Bell, jumlah eksekusi mati di AS telah melampaui jumlah total hukuman mati tahun lalu, dengan sisa waktu lebih dari lima bulan. Jumlah eksekusi mati di AS secara nasional mengalami tren penurunan setelah mencapai puncaknya dengan 98 eksekusi pada tahun 1999. Dari tahun 1995 hingga 2006, rata-rata terdapat 67 eksekusi mati per tahun. (AP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji