Anak Usaha PIK 2 Incar Dana di Bursa untuk Bangun Pusat Konvensi dan Pameran

Pusat konvensi dan pameran besar di Indonesia itu ditargetkan beroperasi mulai September tahun ini.

13 Jan 2025 14:28 WIB · Ekonomi

Oleh Erika Kurnia

JAKARTA, KOMPAS — Pengembang properti PT Bangun Kosambi Sukses Tbk resmi melepas 566 juta lembar saham ke publik melalui Bursa Efek Indonesia, Senin (13/1/2025). Dana yang didapat akan secara khusus digunakan untuk membangun Nusantara International Convention and Exhibition di kawasan bisnis Pantai Indah Kapuk 2 di Tangerang, Banten.

Anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk sejak 2022 itu menghimpun dana awal senilai Rp 2,3 triliun lewat pelepasan 566.894.500 saham. Harga penawarannya Rp 4.060 per saham. 

Di luar saham publik, 45,9 persen saham saham emiten berkode CBDK itu dimiliki Pantai Indah Kapuk Dua, yakni PT Agung Sedayu dan PT Tunas Mekar Jaya. Masing-masing sebesar 22,05 persen.

Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo menyampaikan, tujuan utama dari penghimpunan dana masyarakat di pasar modal secara umum adalah untuk mempercepat pengembangan pusat distrik bisnis (CBD) di kawasan PIK 2. Pusat distrik ini antara lain mencakup area perkantoran, residensial, dan kavling komersial.

Foto bersama pejabat PT Bangun Kosambi Sukses Tbk, pihak underwriter saham, dan Bursa Efek Indonesia usai peresmian Initial Public Offering perseroan di Jakarta, Senin (13/1/2025).

Secara khusus, dana yang diperoleh akan digunakan anak usaha mereka, PT Industri Pameran Nusantara (IPN), untuk membangun Nusantara International Convention and Exhibition (NICE). NICE dibangun di atas luas bidang tanah sekitar 19 hektar dan diharapkan dapat mulai beroperasi secara parsial pada September.

”Kehadiran NICE akan jadi ikon terbaru di kawasan CBD PIK 2. Kemudian, mendukung pertumbuhan ekonomi di sektor MICE atau meetings, incentives, conventions, and exhibition,” katanya dalam acara peresmian IPO CBDK bersama PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) dan PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, dalam siaran daring.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk sebelumnya telah meluncurkan beberapa produk. Pada 2019, misalnya, telah dilaksanakan peluncuran produk SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Manhattan Residence, dan groundbreaking Menara Syariah. Selanjutnya, pada 2020, perseroan meluncurkan Rumah Milenial dan Bizpark PIK 2.

Perusahaan juga telah memiliki bank tanah konsolidasian seluas lebih kurang 728 hektar di PIK 2 per 30 September 2024. Sampai dengan triwulan III-2024, perusahaan mencatatkan total aset sebesar Rp 18,5 triliun dengan total liabilitas senilai Rp 10,4 triliun di mana Rp 9,6 triliun merupakan akun escrow untuk membukukan cicilan atau pembayaran dari pelanggan.

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk kemudian mencatatkan total ekuitas tercatat senilai Rp 8,1 triliun sebelum dana IPO diterima dan pendapatan senilai Rp 1,6 triliun per 30 September 2024.

Peta wilayah PIK 2 yang dikelola PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).

Analis saham Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli, menilai, proyek fasilitas kelas dunia yang sedang berjalan, seperti pengembangan MICE oleh CBDK, menjadi strategi pemasaran bagi emiten Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) yang efektif dan menopang permintaan dan mendukung harga premium.

”PANI ikut meraup Rp 23 triliun melalui penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu dan penempatan saham secara privat sehingga menambah cadangan tanahnya menjadi 1.876 hektar. Meskipun demikian, pertumbuhan ini masih di bawah potensi PIK 2 seluas 6.000 hektar, yang menunjukkan ruang yang signifikan untuk akuisisi lebih lanjut dan penciptaan nilai di pasar properti,” ujar Christopher dalam analisisnya hari ini.

Cadangan lahan PANI di kawasan PIK 2 memungkinkan perencanaan induk yang kohesif untuk pengembangan skala besar. Proyek ambisius, seperti pelabuhan, taman hiburan, dan lintasan Formula Satu, menyoroti keunggulan strategisnya, meningkatkan nilai komunitas, dan berpotensi mendorong pertumbuhan harga jual tanah di masa mendatang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Erika Kurnia
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan