Anarki Tiada Henti, PBB Stop Pengiriman Bantuan ke Gaza

PBB mengumumkan, situasi di Jalur Gaza kini dalam keadaan anarkistis. Kelaparan merajalela. Di sana-sini terjadi penjarahan. Kekerasan seksual juga merebak.

02 Des 2024 12:17 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

DEIR AL BALAH, SENIN — Badan PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan (UNRWA) yang menangani pengungsi Palestina sejak Minggu (1/12/2024) menghentikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza karena perampokan dan penjarahan terhadap konvoi bantuan. Selain akibat ancaman geng-geng bersenjata, keputusan itu diambil juga akibat tiadanya aturan dan ketertiban menyusul beberapa kebijakan Israel.

Direktur UNRWA Philippe Lazzarini melalui media sosial X mengatakan, pengiriman bantuan ke Gaza mengalami gangguan dan terhenti menyusul pembunuhan terhadap pekerja kemanusiaan di Jalur Gaza. ”Pada 16 November 2024, konvoi bantuan diserang kelompok bersenjata dan dijarah,” katanya.

Gangguan keamanan tersebut semakin memperburuk kondisi kelaparan dan kekurangan obat-obatan di Jalur Gaza. Enklave ini masih terus diserang militer Israel.

Pasokan bantuan UNRWA dikirim dari pos perlintasan Kerem Shalom di Israel. ”Kemarin (Sabtu) kami mengirimkan beberapa truk pengangkut makanan. Semuanya dijarah. Padahal, warga sedang kelaparan di Gaza. Saat ini operasi kemanusiaan tidak bisa dilakukan,” ujar Lazzarini.

A Palestinian youth carries humanitarian aid in Deir al-Balah, Gaza, Wednesday, Nov. 13, 2024. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

PBB mengumumkan, situasi di Jalur Gaza kini dalam keadaan anarkistis. Kelaparan merajalela. Di sana-sini terjadi penjarahan. Kekerasan seksual di tempat-tempat pengungsian juga merebak. Salah satu penyebabnya, tidak ada lagi tata tertib dan penegakan hukum.

Israel, yang mengepung Jalur Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, menyalahkan UNRWA karena tidak mampu menyalurkan bantuan berskala besar ke Jalur Gaza.

”Hanya 7 persen bantuan masuk ke Jalur Gaza selama November 2024 yang dilakukan di bawah UNRWA. Masih ada belasan lembaga kemanusiaan lainnya beroperasi di Jalur Gaza,” kata Koordinator Aktivitas-aktivitas Pemerintahan di Wilayah Teritorial atau Coordinator of Government Activities in the Territories (Cogat), unit di bawah Kementerian Pertahanan Israel yang mengurus masalah sipil di wilayah Palestina, melalui akun mereka di X.

Dalam kunjungan bersama media, Kamis (28/11/2024), militer Israel menunjukkan sudah berbulan-bulan terlihat tumpukan bantuan yang dibawa dari Israel di wilayah Jalur Gaza di seberang perlintasan Kerem Shalom.

Quote

Lazzarini mengatakan, Israel juga harus menahan diri tidak menyerang para pekerja kemanusiaan.

Lazzarini mengatakan, Israel juga harus menahan diri tidak menyerang para pekerja kemanusiaan. Hal itu disampaikan menyusul serangan militer Israel terhadap para pekerja lembaga kemanusiaan asal Amerika Serikat, World Central Kitchen, Sabtu (30/11/2024).

Serangan itu mengakibatkan tiga pekerja tewas. Israel mengklaim, salah seorang yang tewas terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Adapun lembaga bantuan lain, Save the Children, mengatakan, serangan Israel mengakibatkan seorang anggota staf mereka di Gaza tewas. Saat ini sudah dua anggota staf Save the Children yang tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza.

Palestinians gather to get food at a distribution center in Deir al-Balah, Gaza Strip, Friday Nov.29, 2024. Earlier, two children and a 50-year-old woman were crushed to death as a crowd of Palestinians pushed to get bread at one of the bakeries in Deir al-Balah, medical officials said. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Direktur Kebijakan Kemanusiaan dan Advokasi Save the Children Alexandra Saieh mengatakan, kita harus melihat aliran bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza dengan aman dan diakhirinya serangan terhadap para pekerja kemanusiaan.

333 pekerja kemanusiaan tewas

PBB bulan lalu mengumumkan, sudah 333 pekerja kemanusiaan terbunuh sejak Israel menyerang Jalur Gaza. Sebanyak 243 korban di antara mereka adalah anggota staf dari UNRWA.

Lazzarini kembali mendesak segera dijalankan gencatan senjata di Jalur Gaza. ”Gencatan senjata akan menjamin keamanan pengiriman bantuan terhadap mereka yang membutuhkan di Jalur Gaza,” katanya.

Pertemuan puncak pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mendesak segera diberlakukan gencatan senjata dan penghentian kekerasan serta operasi militer Israel di Gaza. Pada saat sama segera dibuka pengiriman bantuan kemanusiaan dan kebutuhan dasar bagi rakyat di Jalur Gaza.

Wakil Menteri Luar Negeri Jerman Tobias Linder dalam pertemuan di Kairo, Mesir, Senin (2/12/2024), tentang bantuan kemanusiaan untuk Palestina menyatakan, Israel tidak bisa berdalih apa pun dalam menghalangi pengiriman bantuan ke Jalur Gaza.

This handout picture released by the Israeli army on November 14, 2024, shows troops on the ground in the Gaza Strip amid the continuing war between Israel and the Palestinian militant group Hamas. (Photo by Israeli Army / AFP) / === RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / Handout / Israeli Army' - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS ==

”Kalau bantuan tidak bisa dikirimkan melalui Kerem Shalom, ini akan menjadi bencana bagi rakyat di Gaza,” kata Saieh.

Dia menerangkan, di Jalur Gaza selatan dan tengah sudah terjadi kelaparan yang terus memburuk setiap hari. Saat ini, memasuki musim dingin, wabah penyakit juga akan bertambah.

Kepala Misi Dokter Lintas Batas (MSF) Claire Nicolet kepada AFP mengatakan, situasi di Jalur Gaza adalah bencana kemanusiaan. Pengumuman UNRWA menghentikan pengiriman bantuan memupus harapan semua pihak.

”UNRWA adalah tulang punggung operasi kemanusiaan di Jalur Gaza untuk memasok makanan dan berbagai perlengkapan,” kata Nicolet.

Men and children sift through garbage for things to rescue amid a humanitarian crisis the Gaza Strip, in Deir el Balah in central Gaza, on November 19, 2024, as the war in the Palestinian territory between Israel and Hamas continues. (Photo by Bashar TALEB / AFP)

Serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 mengakibatkan 1.207 orang di Israel tewas. Militer membalas serangan itu dengan menggempur Jalur Gaza hingga luluh lantak. Hingga akhir November 2024, serangan Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan 44.429 warga, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.

Kelompok perlawanan Palestina terus melawan Israel sejak Mei 1948 ketika Israel mengusir 90 persen penduduk Palestina dari rumah dan tanah milik mereka untuk membentuk negara Israel saat ini. Jumlah penduduk Gaza adalah 2,2 juta jiwa yang didominasi keturunan warga Palestina yang diusir Israel dalam peristiwa Al Nakba, Mei 1948. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra