BerandaOlahragaAndai Saat Itu Veddriq Le...

Andai Saat Itu Veddriq Leonardo Memilih Berhenti Memanjat...

Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, pernah terpikir berhenti. Nasib lain terbayang di benaknya.

09 Agt 2024 01:07 WIB · Olahraga

Oleh REBIYYAH SALASAH

Pemanjat tebing nomor <i>speed</i> putra Indonesia, Veddriq Leonardo, merayakan keberhasilan meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024).

Seperti teori efek kupu-kupu atau butterfly effect, satu keputusan yang diambil seseorang bisa berdampak besar dalam hidupnya. Nasib berbeda diyakini menanti peraih medali emas Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, jika dulu memutuskan berhenti menekuni panjat tebing.

Sembilan tahun lalu, Veddriq Leonardo berada di persimpangan antara berhenti dan lanjut menekuni panjat tebing. Veddriq kehilangan motivasi untuk memanjat setelah gagal berangkat ke Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing di Yogyakarta pada 2015. Padahal, dia sudah berlatih keras untuk ajang itu.

”Waktu itu rasanya kurang dukungan. Latihan-latihan terus, tetapi enggak pernah lomba. Saya mulai mikir, apa saya fokus kuliah saja, tidak usah manjat lagi,” kata Veddriq.

Baca juga: Veddriq Leonardo Raih Emas Pertama Indonesia dari Panjat Tebing

Saat itu, Veddriq sudah menjadi mahasiswa tahun pertama di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Veddriq telah menjajal olahraga panjat tebing sejak duduk di bangku kelas 10 SMA Negeri 6, Pontianak, pada 2011. Dia mengenal panjat tebing lewat aktivitas ekstrakurikuler pencinta alam.

Pemanjat tebing nomor <i>speed</i> putra Indonesia, Veddriq Leonardo, merayakan keberhasilan meraih medali emas Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024).

Artinya, Veddriq sudah berlatih panjat tebing selama tiga tahun. Namun, Veddriq kecewa karena hasil latihan bertahun-tahun itu tidak pernah diuji di perlombaan. Wajar jika kemudian tebersit pikiran untuk berhenti.

Namun, dukungan datang dari teman-temannya. Mereka meyakinkan Veddriq untuk tetap berlatih. Atlet kelahiran 1997 ini pun luluh. Dia kembali menaruh tangan dan kaki di dinding panjat.

Setahun berselang, keputusan Veddriq berbuah manis. Dia tak hanya bisa menguji hasil latihannya di Kejuaraan Nasional Yunior Panjat Tebing 2016 di Bangka Belitung. Dia juga berhasil pulang dengan medali perunggu di tangan.

Baca juga: Emas Olimpiade Veddriq Jadi "Sumbu Dinamit" Atlet Panjat

Medali itu memang bukan medali tertinggi. Namun, itu sudah lebih dari cukup bagi Veddriq memantapkan hatinya pada panjat tebing. Dia berprestasi tidak hanya di level nasional, tetapi juga internasional.

Atlet Indonesia, Veddriq Leonardo (kanan), memenangi perlombaan dengan atlet China, Wu Peng, pada final cabang panjat tebing nomor<i> speed</i> Olimpiade Paris 2024 di Arena Panjat Le Bourget, Kamis (8/8/2024).

Dalam debutnya di seri Piala Dunia 2018 di Moskwa, Rusia, Veddriq langsung membuat kejutan dengan meraih medali perunggu. Hanya butuh tiga tahun bagi Veddriq untuk mengubahnya menjadi medali emas di seri Piala Dunia 2021 Salt Lake City, Amerika Serikat. Di situ juga Veddriq mencatatkan rekor dunia untuk pertama kalinya.

Keran medali seolah terus terbuka dan selebihnya adalah sejarah.

”Kalau waktu itu berhenti, mungkin saya sekarang sudah jadi kepala sekolah, he-he-he,” ujar Veddriq.

Nada bicaranya bercanda. Namun, sebagai lulusan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Veddriq melihat profesi itu paling mungkin dijalaninya andai tak jadi seorang atlet.

Baca juga: Empat Detik Veddriq untuk Selamanya

Apalagi, kata Veddriq, beberapa anggota keluarga dekatnya berprofesi sebagai guru. Bukan tidak mungkin dia juga menjalani profesi yang sama dengan bekal pendidikan sarjananya.

Atlet Indonesia, Veddriq Leonardo, melakukan selebrasi usai meraih emas panjat tebing nomor <i>speed </i>Olimpiade Paris 2024 di Arena Panjat Le Bourget, Kamis (8/8/2024).

Andai saat itu memilih berhenti memanjat, mungkin tidak ada nama Veddriq yang terpampang abadi dalam daftar pemecah rekor dunia berkali-kali. Tidak ada juga medali-medali emas di beragam kejuaraan dan Piala Dunia.

Bisa jadi, tidak ada juga medali emas pertama Indonesia di Olimpiade Paris 2024 yang diraih di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024), itu. Veddriq telah menorehkan sejarah sebagai atlet yang menjuarai panjat tebing nomor speed putra edisi perdana di Olimpiade. Dia juga mewujudkan harapan banyak pihak untuk kehadiran emas bagi kontingen Indonesia di Paris.

Namun, satu yang pasti jika saat itu Veddriq berhenti memanjat, dia tetap akan berbakti kepada negara dengan menjadi guru atau kepala sekolah. Keduanya sama-sama akan menempatkan Veddriq sebagai pahlawan Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

REBIYYAH SALASAH
 | 

Editor:

PRASETYO EKO PRIHANANTO