Dipangkas, Anggaran Perbaikan Jalan Nasional di Lampung Tersisa Rp 82,6 Miliar

Pemblokiran pagu DIPA membuat kegiatan perbaikan jalan di lapangan menjadi lebih lambat.

10 Mar 2025 09:57 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS – Anggaran perbaikan jalan nasional dan jembatan yang ada di Provinsi Lampung tahun 2025 jauh berkurang dari pagu awal yang ditetapkan akibat terdampak efisiensi anggaran. Pemblokiran pagu daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) di Kementerian Pekerjaan Umum juga membuat kegiatan perbaikan jalan di lapangan menjadi lebih lambat.

“Efisiensi anggaran pada kementerian dan lembaga di awal tahun anggaran sehingga membuat kegiatan penanganan jalan di lapangan berjalan lebih lambat dan belum maksimal. Pagu awal penanganan pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan semula sekitar Rp 400 miliar mengalami efisiensi menjadi sekitar Rp 82,6 miliar,” kata Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Susan Novelia kepada Kompas, Senin (10/3/2025).

Ia mengatakan, pihaknya baru saja menyelesaikan serangkaian proses administrasi buka blokir DIPA tahun Anggaran 2025. BPJN pun langsung mengebut perbaikan jalan untuk persiapan jalur mudik Lebaran di sejumlah ruas jalan nasional di Lampung. Ia menyebut, anggaran BPJN Lampung tahun 2025 ini akan dioptimalkan untuk kegiatan pemeliharaan rutin jalan nasional sepanjang 1.298 kilometer di Lampung.

Lubang terlihat di Jalan Lintas Sumatera yang berada di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Minggu (9/3/2025). Lokasi jalan rusak tersebut berada di seberang Bandara Radin Inten II Lampung Selatan, yang sekaligus menjadi jalan yang menghubungkan Lampung dan Sumatera Selatan melalui jalan lintas tengah Sumatera.

Berdasarkan survei tahun 2024 semester II, presentase kemantapan jalan nasional di Provinsi lampung sebesar 93,75 persen. Sementara, sebesar 6,25 persen jalan dalam kondisi belum mantap.

Persentase kondisi kemantapan jalan paling rendah terdapat di jalan lintas tengah sebesar 88,71 persen.  Adapun jalan lintas barat sebesar 93,81 persen dan jalan lintas timur sebesar 97,75 persen. Sementara, persentase kemantapan di jalan lintas penghubung sebesar 93,63 persen dan jalan non lintas sebesar 99,87 persen.

“Kami mengupayakan kegiatan perbaikan jalan dengan semaksimal mungkin melalui penanganan untuk menjaga fungsional jalan serta target zero pothole untuk menghadapi jalur mudik dengan anggaran yang tersedia,” katanya.

Ramai di medsos

Sebelumnya diberitakan, banyak protes dan desakan dari masyarakat agar pemerintah memperepat perbaikan jalan rusak di Lampung. Salah satunya dilakukan oleh masyarakar yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pringsewu Bersatu. Aksi masyarakat yang memperbaiki jalan rusak itu pun viral di media sosial.  

Erika Widiastuti, salah satu warga Pringsewu yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pringsewu Bersatu menuturkan, gerakan berawal dari keresahan masyarakat atas banyaknya insiden kecelakaan akibat kondisi jalan rusak di Jalan Lintas Barat Sumatera. Menurutnya, aksi tersebut juga dilakukan sebagai respon kekecewaan masyarakat terhadap lambatnya upaya pemerintah dalam memperbaiki kondisi jalan yang rusak.  

Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, selama periode Januari hingga Februari 2025, tercatat sudah ada 26 kasus kecelakaan lalu lintas yang ditangani oleh Satuan Lalu Lintas Polres Pringsewu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 korban meninggal, 3 luka berat dan 30 lainya luka ringan.

Pengendara sepeda motor menghindari jalan berlubang di Jalan Lintas Sumatera di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, pada Minggu (9/3/2025)

Resah dengan kondisi itu, mereka lalu membuka donasi dan berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 7 juta. Masyarakat juga tergerak untuk memberikan sumbangan material semen hingga meminjamkan mobil pengangkut untuk perbaikan jalan yang dilakukan sejak lima hari lalu.

Menurut dia, perbaikan dilakukan dengan menambal jalan berlubang menggunakan batu split, pasir, dan semen. Ia berharap, gerakan itu juga diharapkan bisa mempercepat respons pemerintah untuk segera memperbaiki jalan.

Quote

Jangan sampai anggaran yang terkena dampak efisien mengganggu proses perbaikan jalan menjelang mudik Lebaran

Meski mengaku sempat mendapat intimidasi dari beberapa pihak, gerakan perbaikan jalan rusak oleh rakyat itu akan terus dilakukan sampai jalan yang rusak dan berlubang benar-benar diperbaiki oleh pemerintah. Ia menyebut, gerakan ini semata-mata dilakukan sebagai bentuk kepedulian pada pengendara.

“Masyarakat tak ingin tinggal diam karena korban terus bertambah. Ini bentuk kepedulian kami. Masyarakat hanya ingin jalan yang layak,” kata Erika.

Berulang

Protes warga Lampung terhadap kondisi jalan rusak lewat media sosial bukan kali ini dilakukan. Sebelumnya, warga Kabupaten Lampung Timur pernah memprotes kondisi jalan rusak di daerah itu dengan cara menebar ikan lele di jalan berlubang.

Lalu ada warga yang menebar jaring ikan di ruas jalan tersebut. Protes warga itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-25 Kabupaten Lampung Timur, pada 22 April 2024.

<p>Ummu Hani (31), warga Desa Jatibaru, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, memilih cara kreatif untuk menggambarkan kondisi jalan rusak di sekitar tempat tinggalnya.</p>

Selain itu, Bima Yudho Saputro, kreator konten asal Kabupaten Lampung Timur, juga pernah menyoroti kondisi jalan rusak di Lampung lewat akun Tiktok @awbimaxreborn pada 7 April 2023. Video berisi kritik itu kemudian mendapat perhatian masyarakat luas.

Bahkan, Joko Widodo yang kala itu menjabat sebagai presiden pun datang langsung ke Lampung untuk meninjau kondisi jalan rusak. Saat ini, ruas jalan Simpang Randu-Seputih Surabaya yang rusak parah telah dibeton.

Menyikapi banyak kritik masyarakat yang disampaikan lewat media sosial pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung, Dedi Hermawan, berpendapat, pilihan warga untuk menyampaikan protes melalui media sosial mencerminkan komunikasi yang buntu antara masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Warga merasa kekuatan viral di media sosial lebih efektif daripada menyampaikan aspirasi langsung lewat wakil rakyat.

Kondisi Jalan Rya Cudu yang merupakan akses dari dan menuju Pintu Tol Kota Baru (bagian dari Jalan Tol Bakaunehi-Terbanggi Besar) dari Kota Bandar Lampung, Lampung, rusak parah, Selasa (23/4/2019). Selain berlubang, kondisi jalan juga berlumpur dan tergenang air hujan. Sejumlah kendaraan, seperti truk dan sepeda motor yang nekat menerobos jalan tersebut mogok.KOMPAS/VINA OKTAVIA (VIO)23-04-2019

Secara terpisah, Dosen Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera Muhammad Abi Berkah Nadi mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran semestinya tidak menghilangkan bujet penting, terutama untuk perbaikan infrastruktur jalan. Menjelang masa mudik Lebaran, kesiapan infrastruktur jalan sangat krusial karena mobilitas warga meningkat.

Saat ini, beberapa ruas jalan di Lampung memang mengalami kerusakan minor hingga mayor. Apalagi, dua bulan terakhir hujan deras sering mengguyur sehingga kerusakan jalan bisa semakin parah.

“Kerusakan inilah yang harus segera diperbaiki. Jangan sampai anggaran yang terkena dampak efisien mengganggu proses perbaikan jalan menjelang mudik Lebaran. Pemerintah harus memiliki dana darurat khusus yang dialokasikan untuk mempercepat proses perbaikan jalan,” kata Abi yang juga Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung.

Menurut dia, perbaikan jalan secara swadaya yang dilakukan masyarakat di Pringsewu semestinya menjadi alarm agar pemerintah bisa bergerak lebih cepat. Pasalnya, banyak risiko yang dihadapi pengendara apabila kondisi jalan belum siap dilintasi saat mudik, yaitu kemacetan hingga kecelakaan yang dapat menghilangkan nyawa.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .