Anomali Pertahanan Inter Milan dan Atalanta

Pertahanan Inter Milan dan Atalanta sangat sulit ditembus di Liga Champions Eropa. Akan tetapi, di Liga Italia, mereka sangat mudah kebobolan.

07 Nov 2024 16:16 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra - [email protected]

MILAN, KAMIS — Inter Milan dan Atalanta memetik hasil positif dengan belum terkalahkan di Liga Champions Eropa hingga pertandingan keempat musim ini. Lebih dari itu, mereka bahkan menjadi dua tim yang belum pernah kebobolan. Namun, performa di Liga Champions itu agak bertolak belakang dengan di Liga Italia. Inter dan Atalanta tergolong tim yang cukup mudah ditembus lawan-lawannya.

Pertahanan Inter menuai pujian saat menghadapi Arsenal di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Kamis (7/11/2024) dini hari. ”Nerazzurri” membuat frustrasi barisan penyerang Arsenal yang harus mengakui kekalahan 0-1. Sepanjang pertandingan, Arsenal melepaskan 20 tendangan yang empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Nilai gol yang diharapkan (expected goal/xG) Arsenal juga mencapai 1,80. Artinya, secara statistik, Arsenal seharusnya mampu melesakkan minimal satu gol.

Kemenangan tipis atas Arsenal melanjutkan tren positif Inter yang belum terkalahkan hingga pertandingan keempat Liga Champions. Tim besutan Pelatih Simone Inzaghi itu bahkan masih mempertahankan rekor nirbobol sejauh ini. Dalam kompetisi seketat Liga Champions, pencapaian Inter tergolong istimewa. Melalui rekor nirbobol itu, Inter menunjukkan bahwa mereka memang layak menjadi wakil Italia yang terkenal dengan sistem pertahanan gerendel atau catenaccio.

Selain Inter, torehan serupa dilakukan wakil Italia lainnya, Atalanta. Saat Inter melibas Arsenal, pada laga lainnya, Atalanta mengalahkan tuan rumah VfB Stuttgart, 2-0. Sebagaimana Inter, Atalanta juga belum terkalahkan hingga saat ini dan belum pernah kebobolan.

Penyerang Atalanta Mateo Retegui melakukan selebrasi setelah mencetak gol ketiga dalam pertandingan Liga Italia antara Napoli dan Atalanta di Stadion Diego Armando Maradona, Naples, Italia, Minggu (3/11/2024). *Atalanta's Mateo Retegui celebrates after scoring his team's third goal during the Serie A soccer match between Napoli and Atalanta at the Diego Armando Maradona Stadium in Naples, southern italy, Sunday , Nov. 3 , 2024. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Di balik performa impresif tersebut, terdapat anomali pada pertahanan Atalanta dan Inter. Meski sulit dibobol di Liga Champions, kedua tim itu cukup mudah ditembus di Liga Italia. Hingga pekan ke-11, Inter telah kebobolan 11 gol, sementara Atalanta 14 gol. Dengan demikian, rerata kebobolan gol Inter adalah 1,18 gol per laga, sementara Atalanta 1,27 gol per laga.

Jika dibedah lebih lanjut, Inter justru lebih mudah kebobolan saat bermain di markas sendiri, Stadion Giuseppe Meazza. Statistik menunjukkan, Inter rerata kebobolan 1,33 gol per laga kandang. Sementara untuk laga tandang, Inter punya rerata kebobolan sebesar 1 gol per laga. Hal sama ditunjukkan Atalanta yang memiliki nilai rerata kebobolan 1,40 gol di laga kandang dan 1,17 gol saat menjalani laga tandang.

Fenomena rapuhnya pertahanan Inter di Liga Italia diakui oleh sang kapten, Lautaro Martinez.

”Masih mencatatkan clean sheet setelah empat hari di level ini (Liga Champions) sangat berarti meski kami berada dalam sedikit kesulitan di liga (Italia) karena kami kebobolan begitu banyak gol. Saya puas dengan permainan yang kami mainkan. Kami memiliki 10 poin di klasemen yang merupakan pencapaian penting,” ujar Lautaro seusai laga menghadapi Arsenal, dilansir dari Inter TV.

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, merayakan gol pembuka timnya dalam pertandingan sepak bola Serie A antara Inter Milan dan AC Milan di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu, 5 Februari 2023. (Foto AP/Antonio Calanni)

Mengenai bertolak belakangnya pertahanan Inter saat bermain di Liga Champions dan Italia, Lautaro merasakan ada perbedaan pada sisi konsentrasi. Menurut dia, perlu konsentrasi lebih besar saat berkompetisi di Liga Champions. Dengan format baru yang diterapkan musim ini, persaingannya menjadi jauh lebih ketat di tiap pertandingan. Kehilangan satu poin bisa sangat memengaruhi posisi suatu tim di klasemen sementara.

Quote

Mereka (Stuttgart) baru saja menang fantastis saat bertandang ke Juventus, tetapi cara kami menang juga memberi kami kepercayaan diri.

Ketika menghadapi Arsenal, para pemain Inter yang tampil dalam formasi 3-5-2 begitu disiplin dalam mengawal lini pertahanan. Tiga bek tengah, yakni Benjamin Pavard, Stevan de Vrij, dan Yann Bisseck, mendapatkan dukungan dari Matteo Darmian dan Denzel Dumfries yang berposisi sebagai bek sayap saat transisi bertahan. Duet Bisseck dan Darmian di sektor sayap kiri berjalan sangat efektif sehingga mampu menahan manuver Bukayo Saka.

Banyak pihak menilai Inter bermain buruk dalam menyerang, tetapi cemerlang dalam bertahan dari gempuran Arsenal.

”Tentu saja, kami bangga bisa meraih empat poin dari dua pertandingan melawan Manchester City dan Arsenal, terutama dengan penampilan yang begitu kuat. Kami bertahan dengan baik, tetapi masih ada empat pertandingan lagi yang harus dilalui di babak turnamen ini,” ujar Inzaghi dikutip dari Football Italia.

Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi memberikan instruksi kepada pemainnya saat menghadapi Atalanta pada laga Liga Italia di Stadion San Siro, Milan, Jumat (30/8/2024).
Pelatih Inter Milan Simone Inzaghi meninggalkan lapangan saat jeda pertandingan Liga Champions antara Young Boyz dan Inter Milan di Stadion Wankdorf, Bern, Swiss, 23 Oktober 2024.
Pelatih Intter Milan Simone Inzaghi memberikan instruksi ke pemainnya saat melawan AS Roma pada laga Liga Italia di Stadion Olimpico, Roma, 20 Oktober 2024.

Ambisi Gasperini

Tampil impresif sejauh ini membuat Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini memiliki ambisi baru di Liga Champions. Atalanta merupakan juara Liga Europa musim lalu. Setelah meraih kemenangan penting atas Stuttgart, sekaligus memperpanjang catatan nirbobol, Gasperini pun bertekad membawa Atalanta melaju sejauh mungkin di Liga Champions.

”Kami datang ke sini dengan ambisi, tetapi itu masih jauh dari kemenangan karena ini adalah tempat yang sulit untuk bermain. Mereka (Stuttgart) baru saja menang fantastis saat bertandang ke Juventus. Namun, cara kami menang juga memberi kami kepercayaan diri karena kami bermain dengan karakter,” kata Gasperini kepada Sky Sport Italia.

Prestasi terbaik Atalanta di Liga Champions adalah saat berhasil menembus babak perempat final pada musim 2019-2020. Musim ini, mereka berpotensi menyamai atau bahkan melampaui capaian itu. Berbekal pertahanan solid, Atalanta sangat mungkin menjadi momok bagi tim lainnya. Ketangguhan pertahanan Atalanta juga sudah teruji saat menahan imbang Arsenal, 0-0, pada laga pertama.

Berkat hasil positif pada pertandingan keempat, Inter kini menempati peringkat lima klasemen sementara Liga Champions dengan koleksi 10 poin. Sementara Atalanta berada pada peringkat kesembilan dengan perolehan delapan poin. Dalam format baru, hanya delapan tim teratas yang berhak lolos langsung ke babak 16 besar.

Kiper Inter Milan Yann Sommer meninju bola dari sergapan gelandang Arsenal, Mikel Merino, dalam lanjutan pertandingan Liga Champions Eropaantara Inter Milan dan Arsenal di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, Rabu, 6 November 2024. (Foto AP/Luca Bruno)

Perhitungan dari superkomputer Opta menyebutkan, tim yang bisa mengumpulkan 16 poin hingga akhir fase liga atau pertandingan kedelapan berpeluang 98 persen lolos ke 16 besar.

Sementara tim yang sudah mengoleksi 10 poin sudah hampir pasti finis pada posisi 24 besar klasemen sementara. Tim yang finis pada peringkat kesembilan hingga 24 masih harus menjalani laga playoff untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.

(Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono