LIGA SPANYOL

Antara Agresivitas Barcelona dan Soliditas Villarreal

Upaya Barcelona menjauh dari Real Madrid terhalang Villarreal yang selalu tahu cara menang di Camp Nou. Kredibilitas lini serang Barca dipertaruhkan di laga ini.

27 Feb 2026 17:44 WIB · Olahraga

AP Photo

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, JUMAT — Dalam dua laga terakhir di Stadion Camp Nou, Villarreal senantiasa memegang kunci untuk mengalahkan Barcelona. Kedua tim akan bersua kembali pada Sabtu (28/2/2026) pukul 22.15 WIB. Soliditas Villarreal dengan formasi 4-4-2 berpotensi jadi penghalang nomor satu Barca dalam rangka menjauhi kejaran Real Madrid.

Secercah cahaya bagi Barca muncul dengan mulai pulihnya dua pemain kunci mereka, Raphinha dan Pedri, dari cedera. Keberadaan dua pemain itu mampu mengakhiri tren negatif Barca pada awal bulan ini yang dipencundangi Atletico Madrid 0-4 di Piala Raja Spanyol dan takluk 1-2 dari Girona. Pada laga sebelumnya, Barca mulai bangkit dengan menang meyakinkan, 3-0, atas tim papan bawah Levante.

Raphinha dan Pedri merupakan kunci dari permainan agresif menekan dengan garis pertahanan tinggi yang merupakan filosofi Pelatih Hansi Flick. Tanpa Pedri, lini belakang Barca begitu mudah ditembus. Kelincahan serta kekuatan fisik Pedri dalam melindungi empat bek Barca begitu sentral dalam sistem Flick. Di sisi lain, Raphinha dengan yang punya keunggulan dalam situasi satu lawan satu kerap menjadi senjata Barca dalam membongkar pertahanan lawan.

Melansir data FBref, Barca merupakan tim terproduktif di Liga Spanyol dengan 66 gol, unggul 16 gol atas Real di peringkat kedua. ”Blaugrana” juga menempati peringkat teratas sebagai tim dengan jumlah tembakan tepat sasaran terbanyak hingga pekan ke-25 dengan 186 kali percobaan.

Namun, agresivitas Barca tidak membantu mereka dalam memenangi pertandingan di markas sendiri, Stadion Camp Nou, melawan Villarreal. Dalam dua pertemuan terakhir di sana, Barca selalu menelan kekalahan. Setelah takluk 3-5 pada Januari 2024, Barca kembali dipermalukan 2-3 oleh Villarreal.

Barcelona's Raphinha hugs Fermin Lopez after a goal during a La Liga soccer match between Barcelona and Levante in Barcelona, Spain, Sunday, Feb. 22, 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Saat takluk 2-3, agresivitas lini serang Barca terhalang soliditas lini tengah Villarreal. Dari 69 persen penguasaan bola, hanya dua peluang besar yang bisa Barca ciptakan. Adapun Villarreal mengekspos garis pertahanan tinggi Barca dengan menciptakan hingga lima peluang emas.

Musim ini soliditas lini tengah Villarreal di bawah arahan Pelatih Marcelino Garcia jauh meningkat. Memakai formasi dasar 4-4-2, Villarreal sangat seimbang dalam mode bertahan maupun menyerang. Formasi ini mencoba memenangkan pertarungan di lini tengah melalui penguasaan ruang yang rasional serta dukungan kolektif yang konstan.

Marcelino membangun fase pertahanannya di sekitar blok yang solid dan sempit. Tujuan utamanya adalah untuk menutup jalur tengah dan mencegah lawan bermanuver di ruang antarlini. Jarak antara lini pertahanan dan lini tengah biasanya sangat rapat.

Kekompakan ini mampu mencegah lawan bermain di dalam blok pertahanan dan memaksa mereka mengalirkan bola ke area yang kurang berbahaya. Di sisi lain, pemain sayap Villarreal akan memosisikan diri agak rapat untuk memblokade jalur umpan ke tengah.

Ketika lawan mengoper bola ke sisi sayap, Marcelino menuntut pergeseran kolektif para pemain untuk segera menuju sisi bola. Tujuannya tetap sama, yaitu melindungi area tengah bidang permainan Villarreal dan mencegah penetrasi dari lawan di sana.

Soliditas ini menyebabkan Villarreal masuk peringkat tiga besar tim yang menderita jumlah tembakan tepat sasaran terendah di liga. Hingga saat ini, ”Kapal Selam Kuning” hanya menerima 78 tendangan tepat sasaran. Angka itu bahkan jauh lebih rendah dari Barca yang menderita 91 kali tembakan tepat sasaran sebagai konsekuensi garis pertahanan tinggi mereka.

Gelandang Villarreal, Santi Comesana (kanan), mencetak gol ke gawang Valencia pada laga LaLiga di Villarreal, 22 Februari 2026.

”Dengan level yang baik, kami hampir menampilkan Villarreal yang kami semua inginkan. Kami ingin menang melawan Barcelona dan mampu memperkecil jarak dengan mereka,” kata bek kanan Villarreal, Santiago Mourino, jelang laga, dikutip dari Diario AS, Jumat (27/2/2026).

Barca dan Villarreal memang bersaing di posisi tiga besar klasemen sementara. Barca saat ini memimpin dengan koleksi 61 poin, unggul satu poin atas Real Madrid di posisi kedua dan 10 poin atas Villarreal di peringkat ketiga.

Maka dari itu, Villarreal bertekad mengulangi kemenangan pada dua lawatan terakhir untuk semakin mendekati Barca di puncak sekaligus memperbesar peluang lolos ke Liga Champions Eropa musim depan.

Soliditas lini belakang dan tengah Villarreal tentu akan jadi ujian berat bagi produktivitas lini serang Barca. Setelah bangkit dengan mengalahkan Levante, Barca kini dituntut untuk konsisten.

”Kami tahu kami sedang dalam performa buruk. Kami telah melakukan introspeksi diri, memperbaiki kesalahan kami. Saya harus mengucapkan selamat kepada tim atas kerja keras mereka. Ini adalah jalan yang harus dilanjutkan,” kata gelandang serang Barca, Fermin Lopez.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan