Antiklimaks Manchester City

Situasi yang mulai membaik seolah berakhir antiklimaks bagi Manchester City. Laga kontra Brentford menunjukkan, masih ada aspek-aspek yang perlu diperbaiki City.

15 Jan 2025 10:13 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

BRENTFORD, RABU — Laga kontra Brentford yang berakhir imbang 2-2 kembali menyingkap kelemahan Manchester City. Laga antiklimaks itu turut menunjukkan performa Manchester City yang seolah mengingkari kebangkitan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.

Penampilan Manchester City yang mulai membaik kembali terhenti setelah bermain imbang kontra Brentford pada laga pekan ke-21 Liga Inggris 2024-2025, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB. Keunggulan 2-0 berkat menguap setelah mereka kebobolan dua gol mulai 10 menit terakhir laga.

Selepas Manchester City menorehkan kemenangan 8-0 atas Salford pada putaran ketiga Piala FA pada 11 Januari lalu, Pelatih Pep Guardiola sempat mengatakan enggan larut euforia. Kemenangan itu adalah hasil positif ketiga setelah kemenangan 4-1 atas West Ham dan 2-0 atas Leicester di Liga Inggris. Hasil-hasil itu menjadi langkah yang bagus bagi Manchester City yang pada lima laga sebelumnya kesulitan menang.

Namun, Guardiola tidak bisa menilai apakah situasi timnya benar-benar telah menjadi lebih baik. Kendati mensyukuri tren positif yang sulit didapat itu, pelatih asal Spanyol ini bahkan meminta anak-anak asuhannya tetap waspada karena meyakini akan ada laga yang lebih susah nantinya.

Brentford's Danish midfielder #06 Christian Norgaard (C) celebrates after scoring his team second goal during the English Premier League football match between Brentford and Manchester City at the Gtech Community Stadium in London on January 14, 2025. (Photo by Ben STANSALL / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Kekhawatiran Guardiola seolah terwujud dalam laga kontra Brentford. ”Kami sedikit kecewa. Dengan keunggulan 2-0, kami tidak berhasil mempertahankannya dan sayangnya kami tidak dapat menutup pertandingan (dengan kemenangan),” ujar Guardiola.

Manchester City unggul dua gol lewat Phil Foden (menit ke-66 dan 78’). Akan tetapi, lima menit berselang setelah gol kedua City, Brentford lewat Yoane Wissa memperkecil ketertinggalan. Sundulan Christian Norgaard pada masa tambahan waktu memastikan laga berakhir dengan skor imbang 2-2 sekaligus menunjukkan ada banyak pekerjaan rumah yang menanti sang juara bertahan.

Tak hanya rapuh di lini belakang, Manchester City juga masih kurang tajam dalam serangan. Padahal, mereka sukses memanfaatkan ruang-ruang untuk berlari dan mengancam gawang lawan lewat para pemainnya yang punya dinamisme dan kecepatan, seperti Foden, Kevin de Bruyne, Savinho, dan Erling Haaland.

Mereka pun menciptakan beberapa peluang bagi Manchester City, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Guardiola mengatakan, pengambilan keputusan para pemain di depan gawang masih kurang tepat.

Britain Soccer Premier League

”Hari ini kami tidak mengambil keputusan yang tepat di sepertiga akhir. Umpan-umpan panjang kami menangkan dan kami bisa berlari, tetapi pada saat itu kami tidak mengambil keputusan yang tepat. Matheus (Nunes) di babak pertama, Savinho sekali atau dua kali, Erling sekali atau dua kali. Phil dengan ketenangan yang lebih akan lebih banyak menyerang lawan dan lebih banyak menyerang kiper,” ujar Guardiola.

Di sisi lain, Manchester City juga mulai menunjukkan upaya serangan yang mulai terarah. Bahkan, kombinasi yang lama menghilang antara Kevin de Bruyne dan Phil Foden kembali muncul untuk membuka keunggulan City pada menit ke-66.

Foden mengatakan, gol itu merupakan hasil dari kombinasi yang telah dia dan De Bruyne bangun selama bertahun-tahun. Dia pun senang karena koneksi dengan De Bruyne masih bagus dan berbuah gol. ”Dia memberi saya bola yang sempurna, saya hanya harus membantunya dan saya senang melihatnya masuk ke gawang,” ucap Foden.

Soal kelemahan tim, selain tak mampu memanfaatkan peluang lainnya mencetak gol, Foden mengamini bahwa Manchester City kelelahan. Tantangan fisik, terutama menjelang akhir laga, benar-benar tidak mampu mereka atasi. Alhasil, saat lawan menekan dengan bola panjang ke kotak penalti, Foden dan kawan-kawan kewalahan.

Ekspresi striker Manchester City, Erling Haaland, setelah gagal memanfaatkan peluang saat laga LIga Inggris lawan Brentford di London, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB.

Sementara itu, dengan hasil imbang kontra City, Brentford menunjukkan perkembangan saat melawan tim-tim besar. Sebelumnya, Brentford kalah 1-3 dari Arsenal dan 1-2 dari Chelsea setelah sepanjang laga menyusahkan lawannya. Performa itu pula yang membuat Pelatih Thomas Frank bangga.

”Saya pikir Manchester City, Liverpool, dan Arsenal telah menjadi tiga klub terbaik dalam empat tahun kami berada di Liga Inggris, jadi kemampuan dan pola pikir untuk melakukan itu, keberanian sepanjang pertandingan, sangat bangga akan hal itu dan tentu saja bangkit dari ketertinggalan 0-2 adalah mentalitas yang fantastis. Sangat senang,” ucap Frank.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .