Antoine Semenyo, ”Pembunuh” yang Dirindukan Manchester City

Di tengah krisis bek tengah, Manchester City mendatangkan penyerang sayap. Apakah keputusan memboyong Antoine Semenyo sudah tepat bagi tim asuhan Pep Guardiola?

09 Jan 2026 19:01 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

Kepercayaan diri skuad Manchester City untuk meraih titel juara Liga Inggris sedang berada di titik terendah seusai hasil tiga kali imbang beruntun. Namun, jangan berpikir perlawanan dari tim asuhan Manajer Pep Guardiola sudah selesai. Kedatangan pemain baru, Antoine Semenyo, bisa mengubah peta persaingan di paruh kedua musim.

Menurut Sky Sports, City sudah berhasil merekrut Semenyo dari Bournemouth dengan total paket pembelian senilai 64 juta pound sterling (Rp 1,44 triliun) pada Jumat (9/1/2026). Penyerang sayap 26 tahun asal Ghana tersebut mendapatkan kontrak selama lima setengah tahun, sampai musim panas 2031.

Semenyo menjadi pembelian pertama City di jendela transfer Januari. Pembelian pemain depan mungkin semenstinya bukan prioritas City jika melihat kondisi skuad saat ini. Mereka sedang mengalami krisis pemain belakang setelah kehilangan dua bek tengah akibat cedera, yaitu Josko Gvardiola dan Ruben Dias.

Tottenham Hotspur's Spanish defender #23 Pedro Porro (L) defends from Bournemouth's Ghanaian striker #24 Antoine Semenyo during the English Premier League football match between Bournemouth and Tottenham Hotspur at the Vitality Stadium in Bournemouth, southern England on January 7, 2026. (Photo by Glyn KIRK / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Meskipun begitu, transfer itu sudah direncanakan lama sebelum krisis bek terjadi. City, seperti banyak klub besar lain, enggan melewatkan kesempatan untuk merekrut Semenyo dengan klausul pelepasan yang hanya aktif di awal Januari. Karakteristik sang pemain kebetulan sangat pas dengan profil yang dibutuhkan tim.

”Pembunuh”, sosok itu yang paling dicari Guardiola dari para penyerang sayap dalam beberapa tahun terakhir. Sayap mereka, Jeremy Doku dan Savinho, piawai mendribel bola, tetapi tidak andal membobol gawang lawan. Lihat saja, kedua pemain itu baru mengombinasikan satu gol setelah separuh musim lebih liga domestik.

Padahal, di sepak bola modern, peran pemain sayap semakin penting dari tahun ke tahun. Sisi sayap nyaris selalu jadi tumpuan utama serangan. Musim lalu, misalnya, Liverpool menjuarai liga dengan bertumpu terhadap pemain sayap asal Mesir, Mohamed Salah, yang sukses menjadi pencetak gol dan asis terbanyak.

Profil itu terlihat semakin dirindukan City di awal 2026. Mereka mendapatkan tiga kali hasil imbang berturut-turut di liga karena seret gol. Guardiola nyaris hanya bisa mengandalkan striker Erling Haaland untuk konsisten menciptakan gol. Saat Haaland mengalami paceklik, seperti di tiga laga terakhir, City kehilangan pegangan.

Guardiola menyesali rentetan hasil antiklimaks itu. Baginya, City bisa meraup sembilan poin dari penampilan apik versus Sunderland, Chelsea, dan Brighton. ”Saya suka permainan tim, tetapi kami tidak mampu mencetak gol. Itu bukan karena satu atau dua pemain, melainkan seluruh pemain di depan. Mencetak gol adalah bagian dari tugas,” katanya seusai ditahan imbang Brighton 1-1, Kamis (8/1/2026).

Penyerang sayap Bournemouth Antoine Semenyo (kiri) berupaya melewati bek sayap Arsenal Piero Hincapie dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Inggris, Minggu (4/1/2026) WIB. Semenyo tetap bermain sepanjang 90 menit di tengah isu kepindahan ke Manchester City.

City berhasil mencatatkan nilai 5,81 xG (ekspektasi gol) dari 49 tembakan dalam tiga laga terakhir. Namun, Haaland dan rekan-rekan hanya mampu menghasilkan dua gol. Satu gol itu pun datang dari eksekusi penalti Haaland ke gawang Brighton. Artinya mereka hanya berhasil menciptakan satu gol dari permainan terbuka.

Sosok ”pembunuh”

Semenyo baru saja mendemonstrasikan, mengapa dirinya dibutuhkan City. Di laga perpisahannya, Bournemouth versus Tottenham, dia berhasil mencetak gol kemenangan lewat tembakan sangat kencang dari luar kotak penalti. Gol tersebut muncul di momen krusial injury time, saat timnya masih tertahan dengan skor 2-2.

Pemain kelahiran London, Inggris, itu adalah sosok pembeda di lini pertahanan lawan. Dia sudah membuktikan kapabilitasnya dengan torehan 10 gol dan 3 asis di liga pada musim ini, hanya Haaland (20 gol) dan penyerang Brentford Thiago (16 gol) yang lebih produktif. Adapun tidak ada pemain sayap di liga yang melebihi kontribusi golnya.

Sejak awal musim, Semenyo sudah berkali-kali membuat kejutan. Dia sempat menghasilkan salah satu gol terbaik sepanjang musim ini lewat aksi solo ke gawang Liverpool. Mantan pemain Bristol City itu mendribel bola dari sepertiga lapangan ke kotak penalti lawan dan mengeksekusi peluang seorang diri.

Gol dari situasi transisi itu akan dibutuhkan City di masa depan. Seperti diketahui, Guardiola memperbarui sistem serangan tim di musim ini. City yang biasa sangat sabar dalam memulai serangan, kini lebih sering melakukan serangan balik kilat. Terbukti, menurut Opta, mereka sudah menghasilkan 24 tembakan dari situasi transisi hanya dalam 21 laga, hampir menyamai rekor sepanjang musim lalu (28 kali).

Menariknya, Semenyo akan membuat serangan sayap City jauh lebih variatif. Sang pemain bisa menggunakan dua kaki dengan sama baik. Dia sudah mencatatkan 47 tendangan pada musim ini. Tendangan itu nyaris terbagi rata ke dua belah kaki, kiri (24) dan kanan (23). Para pemain bertahan lawan selalu sulit memperkirakan ancamannya.

Penyerang Bournemouth Antoine Semenyo (kiri) menghadapi mantan rekannya yang kini berseragam Liverpool, Milos Kerkez, dalam pertandingan pembuka Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Sabtu (16/8/2025) dini hari WIB. Semenyo mencetak dua gol dalam laga itu, tetapi Bournemouth harus mengakui keunggulan tuan rumah 2-4.

Belum lagi Semenyo juga bisa bermain di sisi kanan ataupun kiri. Dia sempat mengisi sayap kanan dalam laga versus Arsenal, Sabtu lalu. Hanya beberapa hari berselang, pemain bertubuh atletis itu sudah dimainkan di sayap kiri dalam pertandingan versus Tottenham. Fleksibilitas posisi tersebut akan mendukung kreativitas di kepala Guardiola.

”Dia (Semenyo) telah berkembang setiap musimnya. Dia telah mencetak 10 gol dalam setengah musim dan dia bahkan bukan seorang penyerang tengah. Bukan hanya angka-angkanya, melainkan juga banyak hal lainnya, seperti fisik, kemampuan mengontrol bola di udara, dan hal-hal defensif. Dia akan sangat dirindukan,” kata Pelatih Bournemouth Andoni Iraola.

Masalahnya, bergabung dengan tim asuhan Guardiola tak pernah mudah. Sistem City sangat kompleks, terutama bagi pemain baru yang datang dari klub papan tengah. Hal itu sering terbukti di City, saat pemain baru butuh beradaptasi paling tidak setengah musim sebelum bisa tampil optimal. Tantangan itu pula yang sudah menanti Semenyo. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto