Antusiasme Jonatan untuk Alwi dan Zaki di Piala Sudirman

Regenerasi dalam kejuaraan beregu dilakukan Indonesia pada Piala Sudirman. Dua atlet muda tunggal putra masuk dalam tim.

17 Apr 2025 13:05 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Sektor tunggal putra tim Indonesia untuk Piala Sudirman diperkuat kombinasi tiga pemain senior dan yunior. Mereka antusias atas kehadiran satu sama lain untuk menjalankan tanggung jawab yang diberikan.

Ketiga tunggal putra itu adalah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Mereka dan 17 atlet lain menjadi anggota tim Indonesia untuk kejuaraan yang akan berlangsung di Xiamen, China, pada 27 April hingga 4 Mei 2025.

Dengan format kejuaraan beregu campuran, Piala Sudirman mempertandingkan nomor tunggal putra-putri, ganda putra-putri, dan ganda campuran pada setiap pertemuan di antara dua tim. Persaingan dimulai dengan fase penyisihan 16 tim yang dibagi dalam empat grup dengan format round robin. Dua tim teratas dari setiap grup berhak lolos ke perempat final.

Berdasarkan undian yang digelar 13 Maret, Indonesia berada dalam persaingan berat di Grup D bersama Denmark, India, dan Inggris. Tuan rumah yang juga juara bertahan China akan bersaing dengan Thailand, Hong Kong, dan Aljazair.

Jonatan akan menjadi tunggal putra Indonesia paling senior. Atlet berusia 27 tahun itu membela Indonesia di Piala Sudirman untuk keenam kali sejak debut di Dongguan, China, 2015.

Tanpa Anthony Sinisuka Ginting yang dalam masa penyembuhan cedera bahu kanan, PP PBSI mendaftarkan dua atlet muda untuk mendampingi Jonatan, yaitu Alwi yang berusia 19 tahun dan Zaki (17).

Alwi Farhan menyumbangkan kemenangan saat Indonesia melawan Thailand pada semifinal Kejuaraan Asia Bulu Tangkis Beregu Campuran. Indonesia menang 3-1 di Qingdao, China, Sabtu (15/2/2025).

Alwi, yang menempati ranking ke-37 dunia saat pendaftaran nama atlet Piala Sudirman dan naik ke posisi ke-33 sejak 15 April, menjadi tunggal putra nomor tiga Indonesia. Dia menggeser seniornya, Chico Aura Dwi Wardoyo.

Zaki, dengan ranking ke-77, berada di bawah Chico (39) dan Yohanes Saut Marcellyno (59). Akan tetapi, PP PBSI memberi kesempatan kepada Zaki berdasarkan perkembangan performanya.

Pada 2024, dia menjadi finalis Turnamen Pembangunan Jaya Raya Grand Prix dan semifinalis Kejuaraan Dunia pada level yunior, serta menjuarai Indonesia Masters Super 100. Adapun pada 2025, Zaki menjuarai Singapore International Challenge setelah mencapai babak kedua Thailand Masters Super 300 sebagai pemain kualifikasi.

Bagi Zaki, Piala Sudirman 2025 menjadi debut dalam kejuaraan beregu untuk level yang lebih tinggi dari ajang yunior. Adapun Alwi memiliki pengalaman membela tim Merah Putih pada Kejuaraan Piala Thomas 2024 dan Kejuaraan Asia Beregu Campuran 2025.

Dalam Piala Thomas, Alwi menjadi tunggal keempat di bawah Anthony, Jonatan, dan Chico. Dia bermain sekali di fase penyisihan grup. Adapun saat ikut mengantarkan tim menjadi juara Asia beregu campuran, Alwi menjadi tunggal putra pertama karena Indonesia menurunkan skuad pelapis.

Walaupun kedua rekannya minim pengalaman pada ajang beregu level dunia, Jonatan senang dengan kehadiran Alwi dan Zaki. ”Senang ada Alwi dan Ubed (panggilan Zaki). Itu memang harus,” kata Jonatan seusai latihan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Jonatan Christie berlatih di Birmingham, Senin (10/3/2025).

Tunggal putra peringkat keenam dunia itu memang berulang kali menyuarakan perhatiannya tentang regenerasi tunggal putra. Apalagi, terdapat celah jauh antara dirinya dan Anthony dengan ”adik-adik” mereka.

Dipilihnya Alwi dan Zaki lantas mengingatkan Jonatan pada momen Kejuaraan Piala Sudirman di Dongguan, China, pada 2015. Semua tunggal putra dalam tim berusia 17-19 tahun, termasuk Jonatan yang berusia 17 tahun. Dua lainnya adalah Firman Abdul Kholik (17) dan Ihsan Maulana Mustofa (19). Adapun sektor lain diperkuat pemain senior, seperti Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Indonesia ketika itu bertahan hingga semifinal.

”Yang muda memang harus dikasih jam terbang. Jangan dilihat hasilnya nanti karena mereka butuh berproses. Mereka pasti mendapat banyak pengalaman dari Piala Sudirman,” kata Jonatan.

Atlet yang selalu diturunkan dalam setiap Piala Sudirman itu melanjutkan, pengalaman bisa didapat meskipun tak mendapat kesempatan bermain. ”Atlet muda bisa mengambil pengalaman dengan melihat para senior, misalnya dari cara bermain dan berkegiatan setiap hari saat kejuaraan. Ketika mendapat kesempatan bermain, mereka bisa belajar menyikapi pertandingan beregu,” tutur atlet berusia 27 tahun tersebut.

Mendapat kepercayaan sebagai anggota tim Piala Sudirman, Alwi dan Zaki pun begitu antusias. ”Saya dikabari masuk Piala Sudirman pada pekan lalu, tentu saja senang diberi kesempatan itu,” kata Zaki.

Mohammad Zaki Ubaidillah berusaha mengembalikan kok saat tampil pada babak petama Thailand Masters. Zaki memenangi babak pertama di Stadion Nimibutr, Bangkok, Rabu (29/1/2025).

Alwi mengatakan hal serupa. Dari pengalaman berada dalam tim Piala Thomas 2024, Alwi bisa merasakan atmosfer di dalam kejuaraan beregu level dunia.

”Tanggung jawabnya lebih besar dibandingkan bermain dalam kejuaran individu karena atlet tampil untuk tim, untuk Indonesia. Dalam situasi itu, saya juga belajar harus tetap fokus pada diri sendiri agar bisa bermain baik,” ucapnya.

Adaptasi pelatih

Bagi Jonatan dan Alwi, Piala Sudirman akan dijalani setelah mereka bertanding dalam Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April. Dengan demikian, masa persiapan pun tak begitu lama. Latihan di pelatnas berlangsung sekitar sepekan sebelum tim Indonesia bertolak ke Xiamen pada 24 April.

Dalam waktu singkat tersebut, target utama latihan adalah mempertahankan kondisi fisik dan memperbaiki faktor teknis berdasarkan penampilan pada kejuaraan sebelumnya. Selain itu, baik atlet maupun pelatih tunggal putra harus saling beradaptasi dalam berbagai hal.

Latihan pada pekan ini menjadi kesempatan pertama Jonatan dan kawan-kawan di pelatnas utama tunggal putra di bawah Pelatih Indra Widjaja. Indra, yang semula ditugaskan menjadi pelatih tunggal putra pelatnas pratama oleh PBSI 2024-2028, diminta melatih atlet-atlet yang lebih senior menggantikan Mulyo Handoyo.

Pelatih tunggal putri yang baru, Indra Widjaja berpose setelah sesi latihan pebulu tangkis untuk persiapan turnamen All England 2023 di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023). Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan menurunkan 16 wakil yang akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis tertua tersebut. All England yang merupakan turnamen BWF World Tour Super 1000 akan berlangsung 14-19 Maret di Birmingham, Inggris. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 1-3-2023

Perubahan tersebut diputuskan pada 8 April setelah peran Mulyo sebagai pelatih tunggal putra dilepaskan mengingat kondisi kesehatannya. Mulyo pun hanya menjalankan tugas sebagai koordinator pelatih.

Pergantian pelatih tunggal putra, dari Irwansyah (saat ini melatih di India) ke Mulyo, lalu diganti Indra terjadi hanya sekitar empat bulan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi atlet dan pelatih untuk saling beradaptasi.

Seperti dikatakan Jonatan, selain program latihan, cara berkomunikasi setiap orang berbeda dan ini harus dipahami kedua pihak agar tidak terjadi salah pengertian. ”Setiap ada pelatih baru, pasti beradaptasi lagi. Saat saya ngomong A, penangkapan oleh setiap pelatih belum tentu sama. Cara mereka menyampaikan sesuatu atau saat mendampingi di lapangan pun berbeda. Jadi, butuh waktu untuk saling beradaptasi,” kata Jonatan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul