Kompas.id Brief

Pertemuan Alaska Telah Berlalu, Apa Hasil Pertemuan Trump-Putin?

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu di Anchorage, Alaska, pada Jumat (15/8/2025), membahas Perang Ukraina.

17 Agt 2025 12:05 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Hal yang bisa Anda pelajari dari artikel ini:
1. Apakah ada kesepakatan dari pertemuan Trump dan Putin?
2. Apa keinginan Rusia?
3. Apa keinginan Ukraina?
4. Apa yang dilakukan Trump pascapertemuan?

1. Apakah ada kesepakatan dari pertemuan Trump dan Putin?

copy title

Ada dua versi pernyataan mengenai hal tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, tidak ada kesepakatan, baik untuk gencatan senjata maupun dialog damai, yang dicapai dari pertemuannya selama 2,5 jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menurut Trump, walaupun tidak ada hasil, pertemuan itu merupakan langkah awal yang baik. Ia menuturkan, pertemuan ini membuka pintu untuk perjumpaan-perjumpaan lanjutan membahas penghentian Perang Ukraina.

Sebaliknya, Putin mengatakan, dirinya dan Trump mencapai kesepakatan. Akan tetapi, ia tidak menjelaskan isi dari kesepakatan versi dirinya itu.

Putin hanya mengatakan, jangan sampai Ukraina dan negara-negara Eropa menjadi penghambat dari tercapainya hal-hal yang ia dan Trump bicarakan. Bagi Putin, pertemuan itu merupakan bagian dari langkah untuk memperbaiki hubungan Moskwa dengan Washington DC.

2. Apa keinginan Rusia?

copy title

Pertemuan itu dihadiri oleh Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, dan Utusan Khusus Presiden AS untuk Urusan Ukraina Steve Witkoff. Dari pihak Rusia ada Putin, Menlu Sergey Lavrov, dan Penasihat Bidang Luar Negeri Yuri Ushakov.

Sejumlah hal yang diinginkan Rusia ialah mereka tetap menguasai wilayah Donbas seluas 6.600 kilometer persegi. Wilayah ini terdiri dari Luhansk dan Donetsk.

Putin meminta agar Gereja Ortodoks Rusia tetap bisa menjalankan misi mereka di Ukraina. Kyiv menuduh gereja ini adalah perpanjangan tangan propaganda Pemerintah Rusia sehingga banyak warga Ukraina berhenti menjadi jemaatnya.

Menurut sejumlah sumber, Putin juga tidak berkeberatan dengan kerja sama AS-Ukraina di bidang keamanan. Hal itu berupa AS memegang hak eksklusif penambangan dan pengolahan mineral strategis Ukraina. Keberadaan perusahaan AS di Ukraina dianggap cukup untuk menjanjikan Rusia tidak akan menginvasi lagi.

3. Apa keinginan Ukraina?

copy title

Walaupun kecewa tidak dilibatkan dalam pertemuan Putin dan Trump, Ukraina tetap optimistis bisa menyelesaikan perang. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dijadwalkan bertemu Trump pada Senin (18/8/2025).

Pendirian Ukraina tetap. Kyiv tidak akan menyerahkan Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, Kharkiv, dan Semenanjung Krimea kepada Rusia. Ukraina menginginkan perdamaian yang berkeadilan, bukan berlandaskan kapitulasi.

Ukraina tidak cukup percaya terhadap niat Rusia. Saat pertemuan di Alaska digelar, Ukraina menginginkan Rusia berhenti menyerang selama pertemuan dilakukan. Setidaknya hal itu menjadi wujud itikad baik Moskwa. Akan tetapi, faktanya, Rusia tetap tidak menghentikan pertempuran. 

4. Apa yang dilakukan Trump pascapertemuan?

copy title

Trump menekan agar Zelenskyy mengikuti jalannya perundingan sesuai dengan yang ditetapkan Trump. Ia berdalih, bagaimanapun juga, Rusia jauh lebih kuat daripada Ukraina.

Selain itu, Trump mulai berpikir-pikir lagi soal menjatuhkan sanksi kepada China. Beijing masih membeli minyak dari Rusia yang dijatuhi sanksi oleh AS.

Saat ini China dan AS masih dalam proses perundingan tarif impor balasan. Jika AS tidak menjatuhkan sanksi soal minyak Rusia kepada China, India akan bertambah marah.

India adalah pembeli nomor satu minyak Rusia. Gara-gara itu, Trump menjatuhkan sanksi tambahan 25 persen kepada Delhi. Jumlah total tarif untuk India pun menjadi 50 persen.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji