Apa Pun Kesibukannya, Olahraganya Bulu Tangkis

Bulu tangkis menjadi ”pelarian” bagi sejumlah anak muda di tengah kesibukan bekerja. Sebagian dari mereka dipertemukan aplikasi bernama Reclub.

10 Sep 2025 20:13 WIB · Olahraga

Oleh Askar Fatih Robbani untuk Kompas

Rutinitas yang padat tidak selalu menjadi alasan untuk menunda berolahraga. Bagi beberapa orang, bermain bulu tangkis justru menjadi agenda yang ditunggu-tunggu di tengah kesibukan mereka. Baik sekadar hobi maupun menjaga kebugaran, olahraga ini seolah menjadi ”pelarian” produktif yang menyenangkan.

Irham (22), perantau asal Palembang yang kini tinggal di Jakarta Selatan, telah menjadikan bulu tangkis sebagai kegiatan rutin yang tak bisa ditinggalkan. ”Karena aku sudah main badminton dari kecil, ini jadi olahraga rutin yang sayang kalau ditinggalkan,” ungkapnya saat ditemui di Pasar Tebet Sport Centre, Rabu (3/9/2025).

Di Jakarta, Irham menetap di Kalibata, Jakarta Selatan. Kesibukannya menjadi tenaga ahli anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang sangat menuntut, membuat dirinya kerap kali disibukkan oleh berbagai agenda yang melelahkan. Maka, bermain bulu tangkis menjadi ”pelarian” yang menyenangkan, juga menyehatkan.

”Di tengah kesibukanku yang terbilang mobilitasnya tinggi, aku jadi senang sekali bermain bulu tangkis. Walaupun capek sehabis kerja, karena main badminton memang sudah hobi, aku tetap senang menjalaninya,” katanya.

Sebagai perantau, Irham mengaku tidak memiliki banyak teman dengan hobi yang sama. Solusinya, ia bergabung dengan komunitas melalui aplikasi Reclub yang menghubungkan orang-orang dengan minat bermain bulu tangkis.

”Karena aku tidak terlalu banyak teman yang punya hobi bermain badminton, aku biasanya ikut Reclub. Di Reclub, kita bertemu orang-orang random yang akhirnya bisa menjadi teman baru,” ucapnya kemudian.

Suasana pertandingan bulu tangkis di Tebet, Jakarta Selatan.

Reclub merupakan aplikasi yang dapat menghubungkan orang-orang untuk berolahraga bersama. Di sela-sela kesibukannya, Irham sangat terbantu oleh aplikasi ini untuk menemukan teman bermain. Aplikasi ini dapat diunduh melalui Google Play ataupun Apple Store.

Irham rutin bermain bulu tangkis, salah satu olahraga terpopuler di Tanah Air, yaitu sebanyak satu hingga dua kali seminggu di gelanggang olahraga (GOR) sekitar Jakarta Selatan. Dia tidak pernah melewatkan olahraga populer itu lebih dari dua minggu. Apalagi, di Reclub, ia bisa bertemu teman baru.

Berbeda dengan Irham, kelompok penggemar bulu tangkis lainnya, yaitu Adrian (23), Ataya (24), dan Aulia (23), memilih bermain bersama teman-teman dekat. Mereka berkomitmen untuk bermain minimal seminggu sekali, bahkan bisa dua hingga tiga kali seminggu, di tengah kesibukan masing-masing.

”Biasanya kami rutin minimal seminggu sekali. Terkadang, kalau memang waktunya tepat, kami juga bisa dua sampai tiga kali seminggu. Tapi, yang penting, seminggu sekali pasti rutin (bermain). Soalnya ini komitmen yang sudah kami sepakati bareng-bareng,” katanya.

Ketiga anak muda yang belum lama lulus dari perguruan tinggi itu sudah memiliki pekerjaan di bidangnya masing-masing. Adrian, pemuda asal Depok, bekerja di bidang produksi di PT Swastika Berkah Utama, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Caption foto 1 Adrian dan Ataya melakukan duel ganda putra ketika teman-teman lainnya sedang istirahat di Gelanggang Olahraga (GOR) Kukusan, Depok, Selasa, (02/09/2025).

Aulia, satu-satunya perempuan di kelompok itu, berdomisili di Bogor. Ia bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan multinasional yang bertempat di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Sementara Ataya, yang tinggal di Tangerang Selatan, bekerja sebagai associate consultant di Arghajata Consulting, Lebak Bulus.

Selain sibuk di tempat kerja masing-masing, ketiga anak muda yang berasal dari satu universitas yang sama ini juga sedang membangun komunitas yang bergerak di lingkup anak muda, politik, dan demokrasi, yaitu @bincang.muda. Di tengah padatnya aktivitas yang sedang dijalani, mereka berkomitmen bermain bulu tangkis secara rutin.

Untuk menjaga komitmen tersebut, mereka memiliki sistem unik dalam pembayaran sewa lapangan. ”Kami setiap main tidak pernah patungan. Misalnya, untuk minggu ini, aku yang bayar. Nanti minggu berikutnya Aul (Aulia), minggu berikutnya lagi Taya (Ataya). Jadi, dengan sistem ini, mau tidak mau, setiap orang harus rutin ikut bermain,” ungkap Adrian saat ditemui di GOR Kukusan, Depok, Jawa Barat.

Sewa terjangkau

Menurut mereka, harga sewa lapangan untuk bulu tangkis terbilang cukup terjangkau, yakni di kisaran Rp 40.000-Rp 60.000 per jam. Tak heran, mereka berkomitmen dengan sistem pembayaran bergilir.

Senada dengan mereka, Irham juga tak keberatan saat merogoh kocek untuk bermain bulu tangkis melalui aplikasi Reclub. Menurut dia, harga satu kali bermain bulu tangkis relatif murah dan sepadan dengan manfaat yang didapat.

Caption foto 2 Kelompok bermain badminton yang terdiri dari Adrian, Ataya, Aulia, dan satu teman lainnya, sedang melakukan pertandingan ganda campuran di Gelanggang Olahraga (GOR) Kukusan, Depok, Selasa (02/09/2025).

”(Tarif sewa lapangan) bervariasi dan terbilang murah. Kisaran Rp 40.000-Rp 50.000 bayarnya, tergantung durasi main dan jumlah orang yang ada dalam komunitas itu,” ungkap Irham yang memakai raket Yonex Nanoray 70 saat bermain bulu tangkis.

Mereka fleksibel dalam menentukan waktu dan lokasi bermain. Adrian, Ataya, dan Aulia, misalnya, biasa bermain di akhir pekan atau di malam hari pada hari kerja dengan menyesuaikan jadwal masing-masing. Lokasi bermain mereka pun beragam, mulai dari GOR yang terdapat di Depok, Jakarta, hingga Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.

Bagi mereka, bulu tangkis bukan lagi sekadar olahraga, melainkan juga sarana untuk menghilangkan kepenatan sekaligus bersosialisasi….


Kerabat Kerja

Penulis:

Askar Fatih Robbani untuk Kompas
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar