Data posisi pesawat tidak konsisten. Beberapa menit menjelang jatuh, data GPS menunjukkan pesawat berada hampir 600 kilometer di barat Aktau, Kazakhstan.
26 Des 2024 08:29 WIB · Internasional
BAKU, KAMIS — Otoritas penerbangan Kazakhstan mengumumkan telah menemukan kotak hitam pesawat Azerbaijan Airlines AHY8243. Penemuan diharapkan mengungkap penyebab pesawat Embraer E190AR yang jatuh di Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (25/12/2024) tersebut.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengumumkan hari berkabung nasional pada Kamis (26/12/2024). Bendera setengah tiang dikibarkan di berbagai penjuru Azerbaijan.
Ia juga memerintahkan pembentuk tim penyelidik untuk kecelakaan itu. ”Tugas komisi untuk menyelidik masalah, memeriksa penyebab kecelakaan dan semua perincian, menyedian informasi kepada saya dan khalayak,” ujarnya dalam pengumuman pada Kamis (25/12/2024) dini hari waktu Baku, Azerbaijan.
Ia menyatakan, terlalu dini menduga penyebab kecelakaan. ”Penyebab kecelakaan belum diketahui. Ada banyak dugaan. Walakin, saya percaya terlalu dini membahasnya. Masalah ini harus diselidiki secara menyeluruh,” ujarnya.
Kejaksaan Kazakhstan mengumumkan, tim penyelidik telah dibentuk. Kerja sama dengan otoritas dan pemangku kepentingan di Azerbaijan, Rusia, dan Brasil dilakukan. Pesawat itu dibuat oleh perusahaan Brasil, Embraer.
Adapun penyelidik Badan Keselamatan Transportasi Kazakhstan Timur Suleimenov mengumumkan, kotak hitam telah ditemukan. Dilaporkan media Kazakhstan, Tengrinews, pada Kamis (26/12/2024), otoritas Kazakhstan akan segera berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memeriksa kotak hitam tersebut.
Insiden ini pengingat kelam atas kerja kami. Menyakitkan bahwa meski kami berupaya, tetap ada nyawa hilang
Pemeriksaan diharapkan bisa mengungkap penyebab kecelakaan. Sampai sekarang, penyebab kecelakaan masih simpang siur.
Sejumlah kantor berita Eropa dan Amerika Serikat menyebut, pesawat itu terpaksa mendarat darurat karena menabrak burung. Insiden itu terjadi di atas Laut Kaspia.
Sementara sejumlah media di Kazakhstan dan Azerbaijan menerima informasi soal ledakan tangki oksigen di pesawat. Ledakan terjadi di atas Laut Kaspia kala pesawat mendekati Aktau, Kazakhstan.
Belakangan, tersiar pula video yang direkam salah satu penumpang dari dalam kabin pesawat. Video direkam oleh Subkhon Rakhimov, lalu dikirimkan ke keluarganya.
Dalam video itu terlihat Rakhimov dan para penumpang lain berdoa saat terjadi kepanikan dalam kabin. Masker oksigen menjuntai di atas sebagian kursi.
Ada pula informasi, pesawat terpaksa mengalihkan lokasi pendaratan karena kabut tebal di sekitar Grozny. Karena itu, pilot meminta izin menuju Bandara Mezhdunarodnyy di Dagestan, Rusia.
Media Azerbaijan, Anezw, menyiarkan dugaan pesawat itu terkena rudal antiserangan udara. Sejumlah penumpang yang selamat mengaku mendengar suara ledakan di luar badan pesawat sebelum kecelakaan. Dugaan antara lain didasarkan pada lubang di ekor pesawat.
Grozny, ibu kota Chechnya, kerap menjadi sasaran pesawat nirawak Ukraina. Karena itu, Rusia kerap menembakkan senapan dan artileri pertahanan udara. Ada juga upaya pertahanan lain, pengacakan sinyal.
Perusahaan keamanan dirgantara asal Inggris, Osprey Flight Solutions, termasuk yang mengeluarkan dugaan Azerbaijan Airlines ditembak pertahanan udara Rusia. Direktur Osprey, Andrew Nicholson, menyebut perusahaan mengeluarkan setidaknya 200 peringatan terkait serangan pesawat nirawak di Rusia. ”Insiden ini pengingat kelam atas kerja kami. Menyakitkan bahwa meski kami berupaya, tetap ada nyawa hilang,” ujarnya.
Sementara Juru Bicara Kantor Kepresidenan Rusia Dmitry Peskov mengatakan, jangan gegabah membuat dugaan sebelum hasil penyelidikan keluar. Grozny, ibu kota Chechnya, kerap menjadi sasaran pesawat nirawak Ukraina. Karena itu, Rusia kerap menembakkan senapan dan artileri pertahanan udara. Ada juga upaya pertahanan lain, pengacakan sinyal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/4549ec95fcb53a0f3df08fbc3ead59c0-1000000095.jpg)
Sementara laman pemantau pergerakan pesawat, Flightaware, menunjukkan data soal pesawat itu. Pesawat meninggalkan bandara Baku di Azerbaijan pada pukul 07.49 pagi waktu setempat.
Pesawat itu dijadwalkan terbang kurang dari sejam menuju Bandara Grozny di Chechnya, Rusia. Sampai 30 menit terbang, merujuk data penerbangan, pesawat terpantau normal dan sudah berada di atas Dagestan, Rusia.
Pada menit ke-32, mendadak pesawat terpantau kehilangan ketinggian. Dari 30.000 kaki menjadi 10.175 kaki. Kala itu, pesawat terpantau di sekitar Bandara Mezhdunarodnyy di Makhachkala, Dagestan.
Bandara itu berada 170 kilometer di tenggara Bandara Grozny. Anehnya, pada menit ke-51, rekaman posisi menunjukkan pesawat malah berada 117 kilometer di barat daya Bandara Grozny.
Pesawat terekam berada di Ossetia Utara, Alania, Rusia. Lokasi itu terletak 557 kilometer di barat Aktau, Kazakhstan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/25/634f770743093fa66afaf0cd0823b374-57cbee3659a349859e38ffaaa8cac7e7_0_ed9354ca0562417eb478717c8128b3bf.jpg)
Keanehan rekaman data posisi pesawat terus berlanjut. Pada menit ke-67 sejak meninggalkan bandara Baku, data posisi menunjukkan pesawat berada di samping Bandara Grozny. Posisi itu tidak berubah sampai sinyal terakhir disiarkan hingga 17 menit kemudian.
Faktanya, sebagaimana disiarkan Flightradar24 yang juga memantau penerbangan, pesawat itu mendekati Aktau. Beberapa menit sebelum dilaporkan jatuh, pesawat itu sekitar 50 kilometer di barat Aktau. Pesawat, mengacu pada Flighradar24, tidak terbang lurus dari Laut Caspia ke Aktau.
Otoritas penerbangan di Kazakhstan juga menerima permintaan mendarat darurat di Aktau. Permintaan diterima dari pesawat itu beberapa menit sebelum ada laporan pesawat jatuh.
Pesawat itu terbang 1 jam 20 menit sebelum akhirnya dilaporkan jatuh. Dari 67 orang di dalam pesawat, 29 orang selamat. Mereka terdiri dari 28 penumpang dan seorang awak.
Data maskapai menunjukkan, 42 orang di pesawat itu warga Azerbaijan. Ada 16 orang Rusia, 6 Kazakhstan, 3 Kirgistan, dan 2 lagi belum jelas kewarganegaraannya. (AP/AFP)
Berita ini telah diperbarui dengan pengumuman dari kantor Kepresidenan Azerbaijan
Penulis:
Kris MadaEditor:
Billy KhaerudinPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .