Apakah Trump Bisa Meraih Nobel Perdamaian Tahun Ini?

Siapa pun dapat dinominasikan menjadi peraih anugerah Nobel, tak terkecuali Presiden AS Donald Trump. Namun, proses dan tata caranya tidak mudah.

09 Jul 2025 09:24 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Dalam beberapa bulan terakhir, sejak kembali ke Gedung Putih, sepak terjang Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik perhatian dunia. Selain karena gaya ”berdiplomasinya” yang tak terduga, klaim-klaimnya yang bombastis, terutama soal menjadi juru damai juga mengundang tanya.

Bukan tanpa upaya, tetapi langkah Trump untuk bina damai sering diiringi tekanan-tekanan sepihak, transaksional, dan terkesan hegemonik. Cara seperti itu tampak dalam upaya Trump meredam perang Rusia-Ukraina. Trump antara lain menggunakan elemen logam tanah jarang untuk ”menegosiasikan” perdamaian Rusia-Ukraina.

Demikian pula terkait gencatan senjata di Gaza. Langkah Trump tak sepenuhnya demi menyelamatkan warga Palestina di Gaza. Misi Trump oleh sejumlah pihak lebih bernuansa ”menyelamatkan” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dari tekanan domestik dan global.

Tidak mengherankan bila Netanyahu—yang oleh Mahkamah Pidana Internasional tengah diburu karena dugaan kasus kejahatan perang—lantas menominasikan Trump untuk mendapatkan Nobel Perdamaian. Dalam surat kepada Panitia Nobel yang juga dibagikan secara daring, Nentanyahu mengatakan Trump memperlihatkan komitmen tak tergoyahkan dalam mendorong perdamaian, keamanan, dan stabilitas di seluruh dunia. Selain Netanyahu, Pakistan pada bulan Juni juga mengangkat isu serupa, menominasikan Trump atas perannya dalam perdamaian Pakistan–India.

Usulan Netanyahu soal Trump mengundang keraguan dari banyak orang. Mantan PM Swedia Carl Bildt dalam akun X menyebut Netanyahu sedang mencari muka kepada Trump.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat Netanyahu meninggalkan Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada 7 April 2025. Netanyahu akan mengunjungi Gedung Putih pada 7 Juli 2025.

Wajar muncul keraguan itu lantaran tidak sembarang orang dapat meraihnya. Lantas, bagaimana lembaga pemberi penghargaan itu memutuskan, siapa yang layak dan bagaimana proses penganugerahannya?

Siapa yang dapat meraih Nobel?

Sesuai wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit, anugerah Nobel Perdamaian harus diberikan kepada pribadi yang melakukan hal terbaik untuk mempererat hubungan antara bangsa dengan menghilangkan atau mengurangi kekuatan militer, serta mendorong perundingan perdamaian. ”Semua orang atau lembaga dapat dinominasikan untuk meraih anugerah perdamaian Nobel”.

Dalam penjelasan di laman Nobel, Ketua Komite Anugerah Perdamaian Jorgen Watne Frydnes mengatakan, siapa pun dapat meraih Nobel Perdamaian. ”Sejarah kami menegaskan siapa pun dari berbagai latar di seluruh dunia bisa meraih anugerah Nobel,” kata Frydnes.

Setiap tahun, pengajuan nominasi ditutup pada bulan Januari dan peraih anugerah Nobel diumumkan pada bulan Oktober. Merujuk ketentuan itu, berarti usulan Netanyahu baru bisa masuk ke meja panitia Nobel tahun depan. Trump tidak akan dipertimbangkan dalam nominasi Nobel tahun 2025.

Siapa yang dapat mengajukan nominasi?

Siapa saja dapat mengusulkan nama yang dijagokan, pejabat pemerintah, anggota parlemen, kepala negara, sejarawan, ahli ilmu sosial, hukum, filsuf, mantan penerima Nobel, dan lain–lain. Namun, seseorang tidak bisa mengusulkan dirinya sendiri.

Daftar nominasi dirahasiakan selama 50 tahun walau pihak yang mengajukan calon penerima bebas untuk mengungkapkan siapa yang dijagokan atau diusulkan ke Panitia Nobel.

Siapa yang memutuskan peraih Nobel?

Komite Nobel Norwegia yang terdiri atas lima orang yang ditunjuk Parlemen Norwegia menjadi juri. Anggota Komite Nobel biasanya didominasi mantan politisi. Komite Nobel saat ini dipimpin oleh PEN Internasional Norwegia, sebuah lembaga independen dan nonprofit yang berkecimpung dalam isu perlindungan kebebasan berpendapat. Komposisi anggota Komite Nobel biasanya menggambarkan kondisi kubu politik di parlemen Norwegia.

Bagaimana Panitia Nobel memutuskan pemenang?

Setiap tahun, pertemuan perdana Panitia Nobel digelar pada bulan Februari. Para anggota dapat mengajukan calon, yang namnya kemudian didaftar dalam daftar calon penerima Nobel.

Tahun lalu ada 286 nama dinominasikan dan di tahun 2025 sudah ada 338 calon untuk anugerah perdamaian, terdiri dari 244 calon perorangan dan 94 lembaga.

Ales Bialiatski, pemimpin lembaga advokasi Hak Asasi Manusia di Belarus, Vyasna, di dalam kurungan pada pengadilan di Minsk, Belarus, 2 November 2011. Bialiatski menjadi salah satu penerima Nobel Perdamaian 2022. (AP Photo/Sergei Grits, File)

Panitia Nobel kemudian menyusun data para calon penerima Nobel yang kemudian dinilai oleh kelompok penasihat ahli dan para pakar terkait.

Panitia Nobel berusaha mencapai mufakat dalam memutukan penerima anugerah Nobel. Namun, jika tidak tercapai kesepakatan, dilakukan pemungutan suara. Keputusan akhir sering kali diambil beberapa hari sebelum pemenang anugerah Nobel diumumkan.

Kontroversi

Anugerah Nobel bidang perdamaian sering dianggap bermuatan politik. Situs Nobel mengatakan, sejumlah penerima anugerah perdamaian adalah aktor politik yang kontroversial. Salah satu yang pernah mengundang perhatian adalah saat dua anggota komite Nobel, tahun 1973, mundur karena menentang keputusan pemberian anugerah Nobel Perdamaian kepada Menlu AS Henry Kissinger dan penguasa Vietnam Utara, Le Duc Tho. Anugerah Nobel Perdamaian diberikan kepada mereka karena dianggap berhasil mengakhiri Perang Vietnam.

Namun, dua anggota Panitia Nobel keberatan karena Kissinger dianggap bertanggung jawab atas pengeboman yang dilakukan AS di Indo-China selama Perang Vietnam. Sisa bom AS tersebut masih menjadi masalah di Kamboja, Laos, dan Vietnam hingga hari ini.

Dalam kasus lain, seorang anggota Komite Nobel di tahun 1994 mundur sesudah Pemimpin PLO Yasser Arafat bersama pemimpin Israel, Shimon Perez dan Yitshak Rabin, diganjar Nobel Perdamaian.

Jika seseorang menerima Anugerah Nobel, apa saja yang diperolehnya?

Selain sebuah medali dan piagam, peraih Nobel Perdamaian juga menerima uang sebesar 1,15 juta dollar AS. Sebagai sosok teladan, ia tentu akan mendapat perhatian dunia.

Perhatian itu tentu akan mendatangkan banyak hal lain, termasuk popularitas dan pengaruh.

Kapan upacara pengumuman dan pemberian anugerah Nobel?

Pengumuman Nobel tahun 2025 dilakukan pada 10 Oktober di Institut Nobel di kota Oslo, Norwegia. Upacara dilakukan di Balai Kota Oslo pada 10 Desember 2025 pada hari peringatan wafatnya Alfred Nobel.

Kembali pada langkah Netanyahu mencalonkan Trump untuk meraih Nobel Perdamaian, muncul beragam pendapat. Pengamat hubungan AS–Israel di Universitas Bar Ilan, Israel, Eytan Gilboa, mengatakan, Trump berpikir Netanyahu berutang budi kepadanya. “Jika dia (Trump) berpikir perang di Gaza harus diakhiri, itulah yang akan dilakukannya mengikuti kata hati,” kata Gilboa.

A Palestinian man stands in front of the emblem of the UN Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA) outside the agency's offices in Gaza City on July 31, 2018. / AFP PHOTO / SAID KHATIB

Namun, Ketua Urusan Luar Negeri Parlemen Ukraina Oleksandr Merezhko yang semula mengajukan nama Trump kini mengubah sikap dan mencabut dukungan. ”Saya sudah tidak percaya kepada Presiden AS dan kemampuannya mendorong gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.”

Dalam Newsweek, Selasa (8/7/2025), disebutkan berbagai situs taruhan menyebut peluang Trump meraih Nobel Perdamaian pada kisaran 10,5-14,3 persen. Tokoh politik Rusia, seperti Yulia Navalnaya—janda dari pimpinan oposisi Rusia, Alexei Navalny, yang mati dipenjara—berada di tempat teratas.

Nama-nama lain yang muncul adalah Sekjen PBB Antonio Guterres dan Direktur UNRWA Philippe Lazzarini. Meskipun calon-calon lain memiliki kompetensi dan pencapaian signifikan, bukan berarti peluang Trump benar-benar tertutup.

Salah satu kontroversi yang muncul dalam sejarah Nobel Perdamaian adalah Presiden AS Barack Obama ”berhasil meraihnya” hanya beberapa bulan setelah ia menjabat sebagai Presiden AS.

Jika Trump meraih anugerah Nobel, dia menjadi Presiden ke-5 AS yang mendapat Nobel setelah Theodore ”Teddy” Roosevelt yang berhasil mendamaikan Rusia-Jepang di tahun 1905, Wodrow Wilson yang mengakhiri Perang Dunia I tahun 1919, Jimmy Carter yang harum berkat perjanjian Camp David antara Israel dan Mesir tahun 1979, serta Barack Obama dalam perannya dalam isu pembatasan nuklir dan upaya menjangkau dunia Islam.

(Reuters)

Perjanjian Camp David ditandatangani di Gedung Putih, Washington pada tanggal 26 Maret 1979, oleh Presiden mesir Anwar Sadat, Presiden AS Jimmy Carter, dan PM Israel Menachem Begin. Sadat tewas ditembak tanggal 6 Oktober 1981, dan Begin meninggal dunia karena penyakit jantung tanggal 9 Maret 1982. Sedangkan Carter akan menyaksikan peristiwa bersejarah, yakni penandatanganan perjanjian perdamaian di Washington hari Senin (13/9) ini.

Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan