Di tengah sulitnya ekonomi, para perantau tetap mencari cara untuk pulang ke kampung halaman. Program mudik gratis dari politisi jadi salah satu jalan keluarnya.
27 Mar 2025 14:43 WIB · Politik & Hukum
Lebaran menjadi momen bagi para perantau pulang ke kampung halamannya. Namun, terkadang kondisi ekonomi membuat mereka mencari cara untuk menekan pengeluaran saat mudik. Salah satunya, dengan mengikuti program mudik gratis dari berbagai pihak, termasuk politisi.
Pasangan Yasino (38) dan Fitria (37) akhirnya bisa bernapas lega. Perantau dari Kebumen, Jawa Tengah, ini akhirnya berhasil menekan pengeluaran saat mudik karena mengikuti program ”Bantu Rakyat Mudik Gratis 2025” yang diadakan oleh Partai Amanat Nasional (PAN).
Wajar saja, karena pasangan ini memiliki empat orang anak sehingga untuk mudik memerlukan enam tiket. Sementara harga satu tiket untuk pulang ke Kebumen mencapai Rp 330.000.
”Kalau enam orang, bisa sekitar Rp 2 juta sekali jalan,” keluhnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Mengeluarkan uang sebanyak itu sekali jalan memberatkan keluarga ini. Apalagi Yasino sebagai pencari nafkah tunggal hanya berdagang kaki lima di Pasar Sumur Batu, Kebayoran, Jakarta Pusat.
”Sebenarnya kami juga tidak satu bus dalam keberangkatan. Saya sama satu anak ikut (bus) ke Wonosari, sementara istri saya berempat dengan anak lainnya dari Cilacap. Yang ke Kebumen habis saat war ticket,” kata Yasino sambil tertawa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/27/0da0499f6fce7a045a6fd7d9ad03930d-20250327_083935.jpg)
Setelah tiba di tujuan masing-masing, mereka bakal menggunakan taksi daring ke kampung halamannya di Kebumen. Meskipun jauh dengan ongkos mencapai ratusan ribu, harga ini jauh lebih murah dibandingkan naik bus umum.
”Nanti dari Wonosari ke Kebumen itu sekitar Rp 600.000, terus dari Cilacap itu Rp 300.000. Memang uangnya besar, tetapi kalau ditotal, ini masih lebih kecil dibandingkan naik angkutan umum,” papar Fitri.
Baik Fitri maupun Yasino tidak keberatan ikut mudik gratis yang diadakan oleh partai politik meskipun mereka bukan simpatisan. Program dari PAN ini juga terbuka untuk masyarakat sehingga semua bisa memanfaatkannya.
”Saya tahu informasi ini dari Instagram tentang info mudik gratis. Kebetulan iklan mudik gratis dari PAN ini ada di antara yang lain. Setelah kami gagal mencoba beberapa kali di tempat lain, akhirnya bisa terdaftar di sini,” kata Fitri.
Yasino juga berharap program ini terus berlanjut. Apalagi, mereka sekeluarga kerap mudik saat Lebaran, terutama jika ada acara di kampung halaman.
”Nanti Lebaran ada kondangan dari saudara istri saya dan biasanya kami juga rutin pulang kampung setiap Lebaran. Jadi, kalau tiap tahun ada seperti ini (mudik gratis), kami menjadi sangat terbantu,” tuturnya.
Elni (38) yang mudik ke Palembang, Sumatera Selatan, juga bersyukur bisa ikut mudik gratis, meskipun ia bukan kader ataupun simpatisan PAN. Mudik gratis ini sangat meringankannya karena jika menggunakan bus umum, ongkos yang dikeluarkan hampir Rp 600.000 untuk satu orang. Jika mudik bersama empat anggota keluarganya, biaya yang dikeluarkan untuk sekali jalan lebih dari Rp 2 juta.
”Saya juga dapat infonya dari Instagram. Syukurlah, masih ada yang menyediakan mudik gratis sehingga kami cukup terbantu karena kami mudik berempat. Saya, suami, dan dua anak,” ungkapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/f0dc5012f1b61407aa6962042981e0a3-IMG_20250325_WA0051.jpeg)
Apalagi, keluarga Elni juga kerap mudik saat Lebaran. Namun, kondisi ekonomi yang sulit hampir membuatnya membatalkan niat untuk pulang ke kampung halamannya.
”Semoga saja ini acara ini bisa ada seterusnya. Saya berterima kasih kepada para penyelenggara dan kalau lebih banyak yang mengadakan, itu akan sangat membantu kami,” harapnya.
Sekretaris Jenderal PAN Eko Hendro Purnomo menyatakan, mudik gratis terlaksana dengan memberangkatkan hingga 1.500 pemudik dengan 30 bus dari berbagai tujuan di Sumatera dan Jawa. Kegiatan ini bisa terlaksana karena urunan dari para politisi dari Fraksi PAN di Parlemen, hingga pengurus partai.
”Sementara ini, urunan dari anggota fraksi, tentunya DPP (Dewan Pimpinan Pusat), termasuk Pak Ketua Umum dan saya juga menyumbang. Ini menjadi awal kembali kegiatan yang sama setelah terhenti saat pandemi,” kata Eko.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/14/bf777ec1-ae37-411d-bc32-b7bf19a07362_png.png)
Menurut Eko, mudik gratis ini bakal dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Apalagi, saat ini politisi yang terpilih menjadi anggota legislatif di DPR mencapai 48 kursi. ”Bisa saja nanti satu anggota menyumbangkan dua bus. Jadi, yang mudik gratis bisa lebih banyak lagi, ungkapnya.
Ketua Fraksi PAN DPR Putri Zulkifli Hasan yang turut melepas keberangkatan mudik gratis menyatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen partainya untuk hadir dan menjadi solusi bagi kebutuhan masyarakat.
”Mudik adalah momen penuh makna bagi keluarga Indonesia. PAN hadir bukan hanya sebagai partai politik, tetapi juga mitra rakyat dalam mewujudkan kebahagiaan sederhana. Salah satunya pulang kampung dengan selamat dan nyaman,” tuturnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/21/ef11ccdf-738c-4aeb-9953-f799dc3ba810_jpg.jpg)
Kompleks Parlemen juga menjadi titik awal dari kegiatan mudik gratis yang dilakukan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Partai Gerindra Ade Rosiade. Politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat ini memberangkatkan 150 bus dengan total penumpang hingga 7.500 orang, Minggu (23/3/2025) pagi.
Mudik adalah momen penuh makna bagi keluarga Indonesia.
Kota Padang dan Kota Bukittinggi di Sumbar menjadi dua tujuan dari gelombang mudik gratis ini. Andre yang melepas melalui daring ini menyatakan, sebanyak 5.000 perantau gelombang pertama yang telah berangkat Minggu (16/3/2025), dari tempat yang sama sudah tiba di tujuan dengan selamat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/27/0bbe560c07d1ee90b1ee6d4a2c01bd87-DJI_0366.jpg)
Andre juga mengklaim mudik gratis ini hadir karena bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Dia juga meminta maaf tidak bisa melepas secara langsung di gelombang kedua ini karena melaksanakan umroh.
”Alhamdulillah pemudik gelombang kedua, 150 bus ini adalah persembahan Pak Prabowo Subianto dan kami Andre Rosiade, anggota DPR Fraksi Partai Gerindra. Selamat sampai tujuan dan salam untuk keluarga dari Pak Prabowo, Partai Gerindra, dan tentunya kami Andre Rosiade,” katanya.
Senyum merekah dari para pemudik di Kompleks Parlemen menunjukkan agenda pulang kampung menjadi pelipur lara bagi perantau. Program mudik dari politisi masih diminati, terlepas apa pun pilihan politik meraka yang memanfaatkan program ini.
Penulis:
Machradin Wahyudi RitongaEditor:
C. Wahyu Haryo PPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase