Para guru dan tenaga kesehatan yang menjadi korban dalam serangan KKB ini merupakan pendatang, mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Timur.
23 Mar 2025 20:33 WIB · Nusantara
JAYAPURA, KOMPAS — Aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi delapan korban serangan kelompok kelompok kriminal bersenjata di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Satu di antaranya tewas, yaitu Rosalina Rerek Sogen, guru di sekolah dasar setempat.
Korban yang merupakan guru dan tenaga kesehatan ini menjadi sasaran serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Jumat (21/3/2025). Selain menyerang warga, komplotan yang disebut juga sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) ini pun membakar rumah dan sekolah.
Pada Minggu (23/3/2025) sore, TNI-Polri mengevakuasi jenazah Rosalina Rerek Sogen dan korban lain ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura, Papua. Rosalina merupakan guru dari Nusa Tenggara Timur. Tujuh korban lain selamat meski terluka berat dan ringan.
”KKB berusaha menciptakan ketakutan dan menghambat pembangunan, terutama di sektor pendidikan,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz Brigadir Jenderal (Pol) Faizal Ramadhani.
Sebelumnya, aparat mengevakuasi para korban ke RSUD Dekai, ibu kota Yahukimo. Tiga orang terluka berat serta empat lainnya mengalami luka ringan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/23/6769f7874f289195036ca5ecd6af1c8b-WhatsApp_Image_2025_03_23_at_18.34.28.jpeg)
Berdasarkan identitasnya, lima korban terluka berasal dari NTT. Dua lainnya dari Sorong (Papua Barat Daya) dan Yahukimo. Empat korban perempuan dan tiga lainnya lelaki.
Enam orang berprofesi sebagai guru, yaitu Doinisiar Taroci More, Paskalia Peni Tere Liman, Fidelis De Lena, Kosmas Paga, Vantiana Kambu, serta Penus Lepi. Sementara seorang lainnya adalah tenaga kesehatan, Irawati Nebobohan.
Aparat melaporkan hingga kini masih mengejar para pelaku. Selain itu, aparat juga mulai menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.
Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengakui, pembakaran dan pembunuhan dilakukan kelompoknya. Sebby menuturkan, Elkius Kobak, pemimpin TPNPB-OPM wilayah Yahukimo, adalah pelaksana operasi pembakaran yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIT itu.
Dalam keterangan tersebut, Sebby berdalih guru dan tenaga kesehatan merupakan agen intelijen militer Indonesia. Alasan ini kerap digunakan KKB saat meneror dan membunuh guru, tenaga kesehatan, atau warga sipil pendatang di pedalaman Papua.
Dalam lima tahun terakhir, teror kepada tenaga pendidik dan tenaga kesehatan terus berulang di Papua.
Pada April 2021, misalnya, KKB menyerang Oktovianus Rayo, guru SD, di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Oktovianus tewas akibat dua tembakan di tubuhnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/02/6357ea74-7a35-4bcb-bbd8-6efd5d0033b4_jpeg.jpg)
Sehari kemudian, KKB menembak mati Yonatan Renden, juga guru, di Distrik Beoga. Yohanes dan Oktovianus diduga tewas di tangan kelompok KKB pimpinan Sabinus Walker.
Dalam lima tahun terakhir, Kompas juga mencatat sejumlah penyerangan dari KKB yang menewaskan tenaga kesehatan. Pada Mei 2020, tim gabungan TNI dan Polri mengevakuasi dua tenaga kesehatan korban penembakan KKB di Distrik Wandai, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Satu tewas dan satu lainnya luka berat.
Dua korban ini merupakan bagian dari Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Intan Jaya. Ironisnya, dua tenaga kesehatan tersebut ditembak saat hendak mengantar obat-obatan untuk menangani penyebaran Covid-19.
Selain itu, pada September 2021, aparat kembali mengevakuasi dua perawat di dasar jurang Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Kala itu, perawat Gabriela Meilan tewas. Perawat lainnya, Kristina Sampe, terluka berat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/05/23/IMG-20200523-WA0030_1590223989.jpg)
Kejadian ini terkait dengan ulah KKB Lamek Taplo di Kiwirok, Selasa (14/9/2021). Mereka membakar kantor Distrik Kiwirok, puskesmas, pasar, SD, rumah tenaga kesehatan, rumah guru, dan kantor Bank Papua. Seorang anggota TNI AD, Prajurit Dua Ansar, terluka saat terlibat kontak tembak dengan kelompok tersebut.
Adapun pembakaran bangunan sekolah di Anggruk, Yahukimo, semakin memperpanjang catatan fasilitas pendidikan yang menjadi sasaran teror OPM. Sejak 2020, setidaknya telah ada 21 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, yang dibakar.
Penulis:
Nasrun KatingkaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti